Pro dan kontra dari Permainan Video Game

Semua aktivitas ini memiliki efek otak dan kognitif. Pertanyaannya adalah apakah efeknya akan positif atau negatif, dan itu tergantung pada sejauh mana penggunaan dan sifat dari aktivitas mental yang terlibat dalam penggunaan. Namun, yang harus diperhatikan orang tua adalah kesesuaian permainan untuk anak mereka.

Dr Ong Say How, seorang konsultan senior dan kepala departemen psikiatri perkembangan di Institute of Mental Health, mengatakan anak-anak dan orang dewasa muda lebih rentan terhadap pengaruh media, tidak seperti orang dewasa yang lebih dewasa secara kognitif secara kognitif dan memiliki moral yang lebih kuat.

Untuk seorang anak atau remaja, jika dia terus menonton adegan kekerasan atau seksual, dia menjadi peka terhadap mereka dan mungkin memerankannya kembali di dunia nyata. Orang-orang berpikir bahwa remaja sudah matang, tetapi ternyata tidak. Penelitian telah menunjukkan bahwa otakmu sepenuhnya matang hanya di usia pertengahan 20-an.

Game online dapat membantu mengembangkan keterampilan tertentu. Kamu memiliki koordinasi tangan-mata yang lebih baik dan mungkin lebih gesit dengan jarimu, tetapi apakah ada lebih banyak di sana? Secara teori, video game dapat ditiadakan, tetapi banyak orang terlalu menikmatinya. Apabila Anda terdapat kesulitan, maka Anda dapat merancang versi untuk penggunaan di komputer Anda, dengan mengunjungi situs domino QQ online.

Apakah Kunci dari Permainan Video Game?

Kuncinya adalah menyeimbangkan waktu layar dengan kegiatan yang jauh dari layar, seperti latihan fisik, interaksi sosial dan pengalaman lain yang mendukung kesehatan otak. Seorang anak perlu melakukan kegiatan rekreasi setiap hari dan ini tidak boleh dibatasi untuk permainan internet.

Waktu layar harus diimbangi dengan bentuk lain dari aktivitas sosial dan fisik, sehingga memungkinkan anak untuk mempelajari keterampilan baru yang tidak bisa diajarkan oleh komputer. Adapun Rekomendasi utama tentang permainan video game diantaranya yaitu :

  • Untuk anak-anak di bawah 18 bulan, hindari penggunaan media layar selain dari obrolan video.
  • Orang tua dari anak-anak berusia 18 hingga 24 bulan yang ingin memperkenalkan media digital harus memilih program berkualitas tinggi dan menontonnya bersama anak-anak mereka untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat.
  • Untuk mereka yang berusia dua hingga lima tahun, batasi penggunaan layar untuk program berkualitas tinggi satu jam sehari. Orang tua harus menonton program dengan anak-anak untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat dan menerapkannya pada dunia di sekitar mereka.

Sementara untuk anak-anak yang berusia enam dan lebih tua, berikan batasan yang konsisten pada waktu yang dihabiskan untuk bermain video game, jenis media, dan pastikan media tidak menggantikan tidur yang cukup, aktivitas fisik, dan perilaku lain yang penting bagi kesehatan. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.