Blog Justian

Wawancara Eksklutif Pandji Pragiwaksono: Mengeni Curhat dan Para Haters-nya

Posted: August 8th 2018

Wawancara Eksklutif Pandji Pragiwaksono: Mengeni Curhat dan Para Haters-nya – Pada suatu siang, kantor Hipwee cabang Jakarta kedatangan tamu yang sering wara-wiri di dunia hiburan Tanah Air. Pandji Pragiwaksono datang bersama istri tercinta, Gamila Arief, yang langsung masuk ke sebuah ruangan untuk ngobrol-ngobrol santai sejenak. Dimulai dengan basa-basi pertemuan berupa cerita seperti apa perjalanan ke kantor Hipwee, sudah makan siang atau belum, sampai camilan yang tersedia ala kadarnya dicobain juga oleh mereka.

Semua hal tersebut dilakukan demi meluweskan suasana. Maklum, ngobrol santinya akan bahas tur dan karier – yang kalau dipikir-pikir sepertinya bakal kaku gimana gitu ya? Padahal mah, santai~

Pandji Pragiwaksono yang mungkin lebih dikenal sebagai komika. Ya dia adalah salah satu sosok yang mengenalkan stand up comedy di Indonesia. Sebelum menjadi komika pun, Pandji telah terjun di industri hiburan lantaran karirnya berawal sebagai penyiar radio. Setelahnya, Pandji menjadi host program televisi, rapper, penulis buku dan beberapa waktu ke belakang hingga kini sering sekali main film. Lalu apa kabar turnya sebagai komika? Kapan ya mulai tur lagi? Terus isu Pandji beneran merapat ke parti itu benar nggak?

  • Seperti apa tur Pragiwaksono nantinya?

Banyak orang yang nonton saya dari awal mengatakan “Pandji banyak ngomongi HAM, politik, ekonomi. Akan tetapi, jarang menceritakan mengenai kehidupannya sendiri.” Nah, tur Pragiwaksoni ini nantinya akan dibahas. “Pragiwicaksono” sendiri berarti kebijaksanaan menurut ayah saya, entah kalau dia mengarang sendiri. Akan tetapi “Wicaksono” artinya memang kebijaksanaan. Nah itu menjadi tema besarnya kali ini. Maka akan dibahas hal-hal yang dapat membuat bangsa kita dapat bertahan, yakni kebutuhan dan kebijaksanaan dalam banyak hal.

  • Berarti itu istimewanya yang membuat tur ini akan berbeda dari sebelumnya?

Iya, tur sebelumnya sebenarnya lebih berat, berbicara mulai dari regulasi prostitusi, HAM pembantaian 65 dan sebagainya. Kalau yang sekarang jauh lebih santai, penonton tidak selalu dijejali dengan topik-topik yang berat seperti mahasiswa penembakan Trisakti.

  • Jadi akan lebih tentang Pandji ya?

Iya, lebih pribadi. Malahan akan bahas pengalaman dari lahir, menembak cewek, zaman masih telepon di telepon umum atau telepon rumah akan tetapi digembok sampai sekarang tinggal menggunakan ponsel. Lalu juga proses sampai tahu stand-up, politik, main film dan sebagainya.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php