Junina Baun

“Simakobu Si Primata eksotis Mentawai”

Posted: December 1st 2018

      Indonesia merupakan salah satu negara dengan beragam flora dan fauna yang tersebar diseluruh pulau yang ada, salah satunya di pulau sumatera, ternyata dipulau sumatera ini memiliki primata yang jarang di ketahui salah satunya adalah simakobu, namanya memang agak sedikit asing nih di telinga kebanyakan orang.

Apa itu Simakobu?

      Simakobu adalah salah satu fauna asli Indonesia. Fauna ini memiliki nama ilmiah Simias concolor. Hewan ini termasuk dalam kelas Mammalia yaitu hewan yang berkembang biak dengan beranak. Simakobu adalah hewan yang masih satu keluarga dengan kera.Simakobu memiliki ciri ciri morfologi berupa tubuh yang ditumbuhi rambut berwarna coklat kehitaman dengan wajah ditumbuhi rambut berwarna kehitaman.Simakobu memiliki ekor yang lumayan pendek sekitar 15 cm ditumbuhi sediki rambut, sehingga disebut kera ekor babi yang katnya mirip dengan ekor babi. Hidung simakobu pesek dan terkesan menghadap keatas.

Simakobu ditemukan di Indonesia tepatnya di Pulau SiporaPagai Utara, dan Pagai Selatan, serta di Pulau Siberut

  (Sumber IUCN)

Bagaiman status konservasinya?

Ternyata monyet ekor babi, simakobupig tailed langur (Simias concolor) adalah salah satu primata paling langka di Indonesia. Monyet ekor babi yang disebut juga sebagai simakobu ini oleh Primate Specialist Group (IUCN Species Survival Commission bekerja sama dengan International Primatological Society dan Conservation International) termasuk dalam “The World’s 25 Most Endangered Primates” (25 Primata Paling Terancam di Dunia) menurut Primate Specialist Group). Hal ini terjadi karena populasi monyet ekor babi selama 10 tahun terakhir mengalami penurunan hingga 80 %. Menurut Burton (1995) dipercaya bahwa ukuran populasi S. concolor telah menurun 50% selama dekade terakhir dan kemungkinan besar akan terus turun 50% lagi selama dekade berikutnya. Berdasarkan data IUCN Simakobu termasuk dalam kriteria Critical Andagered dalam arti bahwa spesies ini sangat rentan terhadap kepunahan dengan populasi terdiri dari kurang dari 10.000 individu.

  (Sumber IUCN)

Hal apa yang membuat Simakobu terancam punah ?

Laju penurunan populasi monyet ekor babi ini akibatkan oleh perburuan liar dan rusaknya habitat akibat deforestasi dan perambahan hutan untuk perkebunan kelapa sawit. Perburuan merupakan masalah besar, terutama di Kepulauan Pagai karena S. concolor daging dianggap sebagai kelezatan.

Upaya konservasi apa yang telah dilakukan?

Upaya untuk telah di lakukan sementara ini yaitu tindakan dari Balai Taman Nasional Siberut yang memiliki lahan 190.500 Ha luas kawasan Taman Nasional Siberut yang sebagian besar ekosistemnya masih didominasi oleh hutan primer dan relatif masih terpelihara merupakan benteng terakhir bagi pelestarian primata mentawai dan juga oleh UNESCO juga ditetapkan sebagai zona inti dari cagar biosfer Siberut (Nevridedi Endri, S.Hut./ PEH pada Balai Taman Nasional Siberut).

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Sebagai generasi muda saya berpikir dengan melakukan aksinyata seperti turut ikut dalam gerakan-gerakan konseravasi yang dilakukan baik LSM maupun lembaga pemerintahan dengan menyuaraknnya lewat sosial media yang ada, untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia peka dan ikut terlibat dalam gerakan yang ada sehingga dapat menekan kegitan perburuan liar yang dilakukan  masyarakat di Mentawai serta melakukan aksi pendekatan dan sosialisasi bagi masyarakat Mentawai tentang pentingnya menjaga Simakobu untuk kelangsungan hidupnya.

 

Referensi

Burton, F. 1995. The Multimedia Guide to the Non-human Primates. Scarborough, Ontario: Prentice Hall Canada.

http://himakova.lk.ipb.ac.id/primata-endemik-mentawai-paling-terancam-di-dunia/-diakses pada 30 November 2018

https://www.iucnredlist.org/species/20229/9181121- diakses pada 30 November 2018

http://www.theprimata.com/nasalis_concolor.html- diakses pada 30 November 2018

https://animaldiversity.org/accounts/Simias_concolor/- diakses pada 30 November 2018


12 responses to ““Simakobu Si Primata eksotis Mentawai””

  1. larashedi says:

    artikel yang sangat menarik nina, saya jadi tahu mengenai simakobu yang sedang terancam punah. nina, menurutmu bagaimana cara kita sebagai mahasiswa mulai melakukan penyuluhan tentang bahaya perburuan satwa liar kepada masyarakat?

    • Junina Baun says:

      Terimakasi atas tanggapannya terhadap artikel saya. Sebagai mahasiswa menurut saya bisa saja ikut serta dalam organisasi-organisasi yang bergerak di bidang konservasi primata langka karena ada organisasi seperti LSM-LSM yang perhatian dengan hewan-hewan langka, nah mungkin dari situ kita bisa ikut serta dan turun langsung ke masyarakat yang ada di Mentawai.

  2. Christophorus Ariel P. H. says:

    artikel yang sangat menarik, dimana kamu bisa membahas salah satu hewan yang mungkin jarang terdengar oleh masyarakat banyak. penjelasannya menarik dan padat sehingga banyak info yang dapat digali disini untuk menambah pengetahuan.

  3. Yaa saya sangat tertarik dengan artikel ini, semoga dengan artikel ini dapat menambah wawasan kita mengenai spesies yang terancam punah
    Semoga program yang direncanakan dapat terealisasikan ya

  4. Edytha says:

    Serius saya baru kali ini tau ada hewan simakobu.
    Semangat trus nin rencna konservasinya.
    Mari jadi generasi muda yg berguna bagi dunia konservasi!! ?

  5. fransiscakrista says:

    Artikelnya sangat menarik dan informatif, menambah wawasan saya mengenai hewan simakobu yang sebelumnya saya tidak pernah mendengarnya. Semoga niat baik untuk menyelamatkan populasi hewan simakobu ini dapat terlaksana dan berdampak. Semangatt

  6. talitadanielle says:

    informasi yang sangat menarik dan bermanfaat tentang salah satu spesies yang jarang di ekspos. semangat! semoga upaya konservasinya dapat berjalan.

    • Junina Baun says:

      Terimakai Talita buta tanggapan ynag diberikan, semoga bermanfaat dan kita pun bisa terlibat dalam upaya konservasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php