BBB (Bukan Blog Biasa)

Sungaiku, Harapanku….

Posted: June 19th 2015
Hallo Guys!! Salam hangat terdashyat dari Sungai Tambak Bayan Babarsari!! ūüėÄ
Setelah sekian lama…..Akhirnya kembali lagi ngeblog…dan kali ini baru sempat ngeblog karena tuntutan tugas (seperti biasa)….kali ini blog yang diposting merupakan blog kelompok konservasi sumber daya lokal…so tetap stay tuned ya…dan jangan capek ngescroll ke bawah….cekidot..dot..dot….

 Apa dibenak Anda tentang SUNGAI?
 Tempat bermain? tempat mancing? tempat buang hajat? atau tempat buat nyampah ATAU???!@@###


Sungai adalah salah satu ekosistem perairan yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik oleh aktivitas alam maupun aktivitas manusia di Daerah Aliran Sungai (DAS). Sungai merupakan jaringan alur-alur pada permukaan bumi yang terbentuk secara alamiah, mulai dari bentuk kecil di bagian hulu sampai besar di bagian hilir. Air hujan yang jatuh di atas permukaan bumi dalam perjalanannya sebagian kecil menguap dan sebagian besar mengalir dalam bentuk-bentuk kecil, kemudian menjadi alur sedang seterusnya mengumpul menjadi satu alur besar atau utama. Dengan demikian dapat dikatakan sungai berfungsi menampung curah hujan dan mengalirkannya ke laut (Loebis dkk., 1993).

A. DESKRIPSI LOKASI 

Sungai Tambak Bayan merupakan sungai yang berhilir di Embuk Tambakboyo. Genangan sungai ini meliputi Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Sungai ini biasa digunakan oleh warga sekitar untuk keperluan rumah tangga, keperluan hewan (mandi, minum), bermain, dan sebagainya. Meski telah mengalami penurunan fungsi dalam ekosistem karena berbagai aktivitas manusia sungai ini memiliki warna air yang cukup jernih.Dasar sungai pada stasiun satu tampak berbatu dengan kedalaman kurang lebih 0,5 meter.

Sungai tambakbayan merupakan salah satu sungai yang terdapat di Yogyakarta, dimanfaatkan untuk keperluan pertanian, pengairan, industri (pengolahan sampah akhir LPS tambakboyo condong catur sleman) dan keperluan rumah tangga. Sungai Tambak Bayan sangat dekat dengan pemukiman masyarakat (aktivitas shari-hari), bahkan sungai ini menerima limbah-limbah dari pertanian, perumahan, dan tambak ikan. Berdasarkan hasil pengamatan kelompok, kondisi dasar sungai Tambak Bayan ini berbatu, substrat berpasir halus dan agak berlumpur, Sebelah timur dan barat sungai digunakan warga sebagai kolam budidaya ikan, peternakan ayam dan kalkun sehingga limbah-limbah cair sisa pemanenan ikan dialirkan ke sungai tersebut. Adanya aktivitas tersebut menyebabkan sungai ini telah mengalami tingkat pencemaran.

Pada umumnya aktivitas manusia yang mempengaruhi ekosistem sungai meliputi kegiatan pertanian, perkebunan, pemukiman, industri, dan lain sebagainya, secara langsung atau tidak langsung sampah atau limbah pertanian, pemukiman dan industri yang masuk ke sungai dapat mengakibatkan perubahan terhadap sifat fisika, kimia maupun sifat biologi sungai yang akan berpengaruh terhadap organisme, salah satunya adalah benthos (Wargadinata, 1995). Dilihat dari banyaknya kegiatan pemanfaatan pada sungai oleh warga sekitar maka diperlukan pengamatan terhadap tingkat keanekaragaman yang ada pada Sungai Tambak Bayan, Babarsari.

Sungai Tambak Bayan sangat dekat dengan pemukiman masyarakat (aktivitas sehari-hari), bahkan sungai ini menerima limbah-limbah dari pertanian, perumahan, dan tambak ikan. Kondisi dasar sungai babarsari ini berbatu, substrat berpasir halus dan agak berlumpur, Sebelah timur dan barat sungai digunakan warga sebagai kolam budidaya ikan, peternakan ayam dan kalkun sehingga limbah-limbah cair sisa pemanenan ikan dialirkan ke sungai tersebut. Adanya aktivitas tersebut menyebabkan sungai ini telah mengalami tingkat pencemaran.

B. METODE PENGAMBILAN DATA

Metode yang dilakukan adalah metode susur atau jelajah dengan berjalan kaki menyusuri batas awal hingga akhir dari yang telah ditentukan. Letak plot 1 dimulai dari titik sungai Babarsari yang ada di dekat Carefour Maguwo dan plot 10 berada di titik sungai Babarsari yang ada di bawah jembatan Babarsari.  Dengan estimasi waktu berjalan dari plot 1-10 waktu yang dibutuhkan 120 menit yang telah disurvei sebelumnya, sehingga  estimasi jelajah dalam satu plot 20-25 menit (sudah termasuk pendataan dan foto-foto). Untuk letak plot 1 dimulai dari titik sungai Babarasri yang ada di dekat Carefour Maguwo dan plot 10 berada di titik sungai Babarsari yang ada di bawah jembatan Babarsari. Dalam perjalanan juga dilakukan pengambilan data biota sungai, mangamati kondisi sungai, kualitas habitat fisik sungai, serta kondisi kualitas air sungai. Selanjutnya dilakukan proses identifikasi morfologi pada hewan dan tumbuhan yang terdapat pada plot 4 saat pengamatan secara sederhana sehingga dapatlah nama lokal/setempat. Setelah itu dilakukan proses idetifikasi jenis  dengan citra pengindraan jauh pada google image.

C. HASIL PENGAMATAN

Kelompok 5 mendapat plot 4 pada Korrdinat mulai 7¬į46’37.09″S dan 110¬į25’10.53″E, Koordinat akhir¬† 7¬į46’31.55″S dan 110¬į25’13.16″E. Vegetasi yang dominan pada plot 5 ini yaitu rerumputan liar yang tumbuh ditepi hingga jarak sekitar 10 meter dari bibir sungai, sebagian pohon bambu dibagian kiri dan kanan sungai dengan pertumbuhan yang sangat subur dan tinggi, serta semak-semak belukar disebagian sudut sungai sehingga masih terlihat seperti alamiah. Selain itu tanaman budidaya warga juga cukup banyak¬† di daerah tepi sengai pada plot 4 diantaranya adalah jati (Tectona grandis), sukun(Artocarpus communis), bambu (Gigantochloa apus), nangka(Artocarpus heterophyllus), dan manga(Mangifera indica). Untuk hewannya di plot 4 ini jarang karena banyaknya aktifitas warga berupa peternakan ayam kampung dan kalkun(Meleagris gallopavo), hanya sedikit saja terdapat ikan kecil (tidak teridentifikasi), keong (S.¬†testudinaria), Kepiting Sawah(Parathelphusa convexa)¬†dan kupu-kupu (tidak teridentifikasi)

peta sungai

Gambar 1. Peta lokasi plot Sungai Tambak Bayan (Google Earth).

Gigantochloa_apus1

Gambar 2. Bambu(Gigantochloa apus)(Anonim. 1999).

Teak

 Gambar 3. Jati (Tectona grandis) (Subasinghe, 2009).

Artocarpus heterophyllus seed

Gambar 4. Nangka(Artocarpus heterophyllus) (Wei, 2014).

34manhbt

 Gambar 5. Mangga(Mangifera indica) (Gepts, 2006).

Artocarpus-altilis-1

 Gambar 6. Sukun (Artocarpus communis) (Kisney, 2015).

ayam

Gambar 7. Ayam kampung (Gallus gallus domesticus)(Wicaksono, 2015).

keong

Gambar 8. Keong (S. testudinaria) (Pratama, 2015).

Yuyu

 Gambar 9. Yuyu (Parathelphusa convexa) (Pratama, 2015).

11640625_987563027935331_6732537_o

Gambar 10. Kalkun(Meleagris gallopavo) (Samantha, 2015).

Selain itu, di badan sungai Tambak Bayan, Babarsari ada aktivitas penambangan pasir skala kecil. Foto diambil secara diam-diam, takut Bapak-Bapaknya terganggu dan marah ketika diambil foto ini (Kayaknya ilegal guys mereka nambangnya) soalnya saat hendak mengeluarkan kamera¬†handphone¬†udah dipelototin aja ke arah kami yang tengah berjalan…ya udah deh dijepret aja!

tambang pasir

 Gambar 11. Penambangan pasir (Pratama, 2015).

Penambangan pasir merupakan salah satu mata pencaharian tambahan bagi warga sekitar selain beternak dan bertani serta berkebun di badan sungai Tambak Bayan, Babarsari. Ya emang bekerja seperti itu tidak salah,tapi yang kurang baik adalah efek yang ditimbulkan setelah penambangan pasir tersebut di kemudian hari yang tentu saja dapat menggangu biodiversitas sungai yang ada. Di satu sisi dapat mensejahterakan masyarakat sekitar, di satu sisi berdampak kepada lingkungan yang ada. Seperti dua mata pisau yang berbeda. Hmmm…..

D. KESIMPULAN  DAN USULAN PENGELOLAAN

Setelah identifikasi flora dan fauna yang ada di sekitar sungai Tambak Bayan, Babarsari beserta aktivitasnya selanjutnya ada beberapa program pengelolaan untuk konservasi sungai Tambak Bayan yaitu :

1. Melakukan sosialisasi tentang pentingnya sungai ke warga-warga sekitar. Untuk program pengelolaan ini bisa dilakukan kerja sama dengan beberapa pihak yang terkait seperti kepala desa, kelurahan, kecamatan dengan pihak kampus Atma Jaya Yogyakarta khususnya fakultas Teknobiologi. Untuk pembicara bisa dari dosen fakultas Teknobiologi (Misalnya Pak Pramana Yudha) atau dosen dosen berbasis ilmu kelingkungan yang ada, dan didampingi beberapa mahasiswa boleh dari Kelompok Studi Biologi, atau dari Presidium Mahasiswa yang ada. Dengan sosialisasi ini diharapkan setidaknya masyarakat sekitar mengetahui dan menyadari arti penting sungai untuk dimanfaatkan tanpa harus dirusak.

2. Melakukan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja Yogyakarta untuk membekali warga-warga sekitar untuk jenis pekerjaan yang baru. Tidak hanya jenis pekerjaan sebagai petani, penambang, dan peternak yang mereka bisa lakukan, yang mana jenis pekerjaan tersebut berdampak pada kualitas air sungai yang bisa turun dan makin lama bisa mengganggu biodiversitas lokal yang ada. Jadi dengan harapan hidup yang lebih menjanjikan jika warga sekitar beralih profesi di tempat lain dengan keahlian yang mungkin sudah dimiliki setelah mengikuti program kerja diharapkan profesi yang mereka jalankan di badan sungai Tambak Bayan, Babarsari bisa berkurang dan semakin lama semakin berkurang. Dan dengan berkurangnya aktivitas di sekitar badan sungai diharapkan juga semakin terjaganya alam sekitar.

3. Program ‚ÄúKILOAN‚ÄĚ Merupakan program unggulan dari kelompok kami. Program ini merupakan suatu program reward yang berbasis profit bagi sungai Tambak Bayan, Babarsari itu sendiri. Program ini mau mengajak warga sekitar untuk berlomba-lomba untuk mengumpulkan serta memisahkan sampah-sampah yang ada di dalam sungai maupun di sekitar badan sungai. Untuk sampah yang tidak ada harga untuk dijual kembali disimpan dan kemudian di buang pada tempatnya, untuk sampah yang masih ada nilai jual dikumpulkan dan bisa untuk dijual. Sasaran program adalah warga sekitar sungai Tambak Bayan Babarsari, yang mana siapa yang paling cepat dan banyak mengumpulkan serta memisahkan sampah akan mendapatkan hadiah khusus dari perangkat desa sekitar bisa berupa uang, plakat, atau lencana seperti itu. Selanjutnya hasil penjualan dari sampah yang masih bernilai tersebut akan dipakai dan dikelola untuk pelestarian sungai seperti pembelian bibit tanaman untuk penanaman di bagian hulu sungai, serta badan-badan sungai Tambak Bayan, Babarsari. Selain itu, uang hasil penjualan sampah bernilai tersebut juga bisa digunakan untuk membeli beberapa bibit ikan atau serangga yang bisa menambah biodiversitas yang ada dan melestarikan sungai itu sendiri.

Well guys…berakhir sudah paparan biodiversitas lokal yang ada serta program pengelolaan untuk konservasi di sungai Tambak Bayan, Babarsari…semoga bisa menginspirasi untuk teman-teman pembaca semua…akhir kata dari penulis kami mengucapkan terima kasih karena merelakan waktunya sedikit untuk scroll¬†page¬†blog ini sampai ke bawah…SALAM LESTARI!!! ūüėÄ

With Love from : Junaidi Pratama (120801249), Agustina Ruban (120801308), Rendi (120801272), Rahel (110801228), dan Lonar Sim (120801287) Kelompok 5!

Daftar Pustaka

Anonim. 1999. Gigantochloa apus. http://www.exotic-plants.de/seeds/bamboo/Gigantochloa-apus.php. 19 Juni 2015.

Gepts, P. 2006. The Crop of The Day : The Mango, Mangifera indica. http://www.plantsciences.ucdavis.edu/GEPTS/pb143/CROP/MANGO/mango.htm. 19 Juni 2015

Kinsey, B. 2015. Artocarpus altilis ‚Äď Breadfruit. http://wildlifeofhawaii.com/flowers/1470/artocarpus-altilis-breadfruit/ . 19 Juni 2015

Loebis, J., Soewarno. dan Suprihadi. 1993. Hidrologi Sungai. Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta.

Subasinghe, U. 2009. Growth And Yield Forecasting Of Plantation Forests. http://www.sci.sjp.ac.lk/upul/forestmanagementlanka/yieldforecast.html. 19 Juni 2015

Wargadinata, E. L. 1995. Makrozoobentos Sebagai Indikator Ekologi di Sungai Percut. Naskah Tesis S-2. Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Sumber Daya Alam dan Lingkungan USU Medan, Sumatera Utara.

Wei, Z. 2014. Jackfruit Seed Artocarpus heterophyllus. http://www.cnseed.org/jackfruit-seed-artocarpus-heterophyllus.html. 19 Juni 2015

Wicaksono, P. 2001. Cara Beternak Ayam Kampung Pedaging. http://peternakan.umm.ac.id/id/umm-news-2455-cara-beternak-ayam-kampung-pedaging.html. 19 Juni 2015.

Sumber gambar (Dokumentasi Pribadi):(Pratama, J. 2015), (Samantha, A. 2015), dan (Google Earth).

 

2 responses to “Sungaiku, Harapanku….”

  1. Yuventius says:

    Luar biasa kegiatanya sebagai mahasiswa/i yang mempunyai niat untuk merubah pola pikir masyarakat jika ada membaca tulisan ini. Jika saja tulisan ini dimuat dalam koran lokal di wilayah itu maka masyarakat setempat pasti berpikir bagaimana yang baik untuk mengelola sungai yang ada untuk kehidupan mereka. kalau pemerintah setempat peduli dengan lingkungan mungkin jauh lebih baik sehingga masyarakat dapat menikmatinya secara bersama. Asalkan ramah lingkungan.
    Salam

  2. Angela says:

    Ini ide dan penelitian sederhana tetapi saya berpikir sangat berguna bagi masyarakat setempat jika ini bisa disosialisasikan. Mungkin bisa membuat pertemuan dengan warga setempat dan menyampaikan ide dan pemikiran yang seyogyanya bisa masuk akal sehat mereka tetapi harus meyakinkan masyarakat dengan cara yang sesuai dengan kondisi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php