BBB (Bukan Blog Biasa)

“Mangan” Su Banyak…Beta Sonde Jadi Kaya Raya ee…

Posted: March 2nd 2015
Wes “Mangan” durung dab?
Ono camilan sing iso di”Mangan” ra? Ngelih sob…
“Mangan” terus yang koe pikirin, lulus kapan?
“Sumber air su dekat, beta sonde terlambat lagi” “Aduh Mama Sayang ee”

Selamat datang kembali wahai pembaca yang budiman…Kembali lagi bersama saya dalam tulisan di blog  ini…setelah sekian lama vakum sehabis liburan…blog ini pun libur ceritanya (Maaf ya Pak Pram :D)

Berbicara soal “Mangan” sepintas yang dipikirkan adalah soal makan dan dimakan…alias makanan…tapi kali ini, saya ingin berbagi dengan Anda semua para sahabat super tentang “Mangan” sebagai salah satu sumber daya alam yang ada di negeri elok kita ini…INDONESIA. Jelas negeri kita ini kaya sekali akan bahan tambang, cuma mengapa gelas, keramik, batu baterai, besi dan baja ringan bahkan baut sekecil upil saja kita masih banyak impor dari luar negeri? dan masih kebanyakan Made In China…Ya begitulah negara kita ini…Sumber daya alamnya sudah melimpah, namun tidak diringi dengan pertumbuhan jumlah Sumber daya manusia untuk mengolahnya…Jelas semua ini gara-gara korupsi yang sudah mendarah daging dimana-mana yang bisa saja menghambat semuanya…dana yang seharusnya untuk pengembangan riset dan teknologi tambang yang nantinya bisa untuk kemajuan bangsa kita ini, malah masuk kantong pribadi! Sungguh terlalu…Karena saya bukan politikus, saya cukupkan statement saya sampai disitu saja para sahabat budiman….Yuk mari berkenalan dengan “Mangan”


1. Deskripsi Mangan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/86/Mangan_1-crop.jpg

Gambar 1. Mangan (Tomihahndorf, 2006).

Mangan adalah kimia logam aktif, abu-abu merah muda yang di tunjukkan pada symbol Mn dan nomor atom 25. yang merupakan unsur pertama dari golongan VII di tabel periodik dan mangan merupakan dua belas unsur paling berlimpah di kerak bumi (sekitar 0,1%) yang terjadi secara alamiah. Mangan merupakan logam keras dan sangat rapuh.  Mangan bersifat reaktif ketika murni, dan sebagai bubuk itu akan terbakar dalam oksigen, bereaksi dengan air dan larut dalam asam encer. Menyerupai besi tapi lebih keras dan lebih rapuh. Tanah yang berbasis mangan dunia dikenal ditemukan di Afrika Selatan dan Ukraina, endapan mangan penting lainnya berada di Australia, India, Cina, Gabon dan Brasil (WHO, 1981).

Logam cantik ini ditemukan oleh Johann Gahn tahun 1774 mempunyai sifat yang sulit untuk mencair, tapi mudah teroksidasi. Mangan murni bersifat amat reaktif dan dalam bentuk bubuk akan terbakar dengan oksigen, serta larut dalam asam encer. Mangan merupakan salah satu logam yang paling melimpah di tanah yang terutama berbentuk senyawa oksida dan hidroksida. Mangan terjadi terutama sebagai pyrolusite (MnO2), dan pada jumlah lebih rendah sebagai rhodochrosite (MnCO3). MnO2 adalah bentuk yang paling stabil, diantara senyawa-senyawa logam organik (Bouchard dkk, 2007).

Mangan merupakan elemen penting untuk semua spesies makhluk hidup. Beberapa organisme seperti diatom, moluska, dan spons mengakumulasi mangan. Walaupun jumlahnya di alam tidak begitu melimpah, jumlahnya di seluruh kerak bumi berkisar 0,1% dan terkadang dalam air, udara, dan makanan dalam konsentrasi yang rendah. Akan tetapi apabila masuk ke dalam tubuh melewati konsentrasi yang diperkenankan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, terutama gangguan saraf (Bouchard dkk, 2007).

2. Potensi dan Penyebaran di Indonesia

Indonesia, memiliki potensi mangan yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Data yang dilansir Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 2010 menyebutkan bahwa sumberdaya mangan di Indonesia, 10,62 juta ton berupa bijih dan 5,78 juta ton merupakan logam. Sementara cadangan yang ada 0,93 juta ton berupa bijih dan logam sebanyak 0,59 juta ton. Angka angka yang fanstastis untuk jumlah sumber daya satu ini.  Mangan di Indonesia telah ditemukan orang sejak tahun 1854 yang terdapat di Karangnunggal, Tasikmalaya, Jawa Barat. Walaupun demikian endapan biji mangan yang diusahakan terlebih dahulu yaitu yang terdapat di Kliripan, Kulon Progo – Yogyakarta. Tambang mangan di Karangnunggal baru diusahakan pada tahun 1930.

Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar, namun terdapat di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut terdapat di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Badan Geologi tersebut menyebutkan Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk salah satu daerah di Indonesia dengan potensi mangan cukup besar. Sementara Dinas Pertambangan NTT menyatakan beberapa daerah di NTT memiliki potensi mangan, baik di Soe, Kupang ataupun di Flores.

Dengan kata lain NTT yang selama ini identik dengan musim kemarau panjang dan curah hujan rendah serta gersang ternyata memiliki potensi sumber daya alam sangat melimpah. Bukan hanya mangan, sumber daya alam lainnya yang dimiliki provinsi ini berupa cadangan mineral yang meliputi  chrome, nikel, tembaga, dan emas. Dari pengalaman pengusaha yang berkecimpung di mangan di NTT mengatakan bahwa bongkahan mangan di NTT muncul begitu saja di permukaan tanah, dan cukup dikeduk secara manual menggunakan linggis. Tak jarang bongkahan mineral berharga itu, berserak begitu saja di halaman rumah penduduk. Hal itu benar-benar berkah bagi masyarakat di Tanah Timor.

Tidak hanya itu potensi mangan yang cukup besar dan tersebar di seluruh kabupaten di pulau Timor, NTT tersebut juga menyimpan potensi emas di wilayah Flores. Dari segi susunan batuannya, 40% dari propinsi NTT terdiri atas batuan Kompleks Bobonaro, yang selama ini dikenal memiliki kandungan mangan tinggi. Dari segi kualitas, logam mangan di provinsi NTT ini merupakan salah satu yang terbaik dan termasuk kualitas nomor satu di dunia. Cadangan mangan di NTT pada saat eksplorasi diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industri logam di Indonesia dan pasar ekspor untuk puluhan maupun ratusan tahun ke depan. WOW!

3. Manfaat dari Mangan

Sembilan puluh persen dari seluruh Mn di dunia digunakan dalam industri baja sebagai reagen untuk mereduksi oksigen dan sulfur. Industri baja tercacat menggunakan sekitar 85% sampai 90% total produksi mangan. Mn juga digunakan pada produksi baterai sel kering dan produksi kalium permanganat serta senyawa-senyawa lainnya, sebagai pelapis elektroda batang-batang las, senyawa-senyawa Mn juga digunakan sebagai pengering unutk minyak rami, pengelantang kaca dan tekstil, pewarna, penyamak kulit dan pembuatan pupuk. Senyawa-senyawa karbonil organik Mn digunakan sebagai bahan aditif minyak, bahan bakar, inhibitor asap, dan aditif antiknock dalam bahan bakar.

Selain itu, mangan merupakan komponen kunci dari stainless steel dan paduan alumimum tertentu. Mangan dioksida juga digunakan sebagai katalis, mangan digunakan pula sebagai dekolorisasi kaca dan membuat kaca berwarna ungu. Kalium permanganat merupakan oksidator kuat dan digunakan sebagai desinfektan. Senyawa lain yang banyak dimanfaatkan adalah mangan dioksida (MnO) yang digunakan untuk pupuk dan keramik, serta mangan karbonat (MnCO3) yang dimanfaatkan sebagai material awal untuk membuat senyawa mangan lainnya. Kandungan pada mangan dapat menghasilkan baja dengan kualitas bagus, yaitu lebih kuat dan ringan dibandingkan baja dari bahan mentah lain, nah Kualitas demikian membuat batu mangan menjadi bahan baku paling banyak dicari oleh kalangan industriwan baja akhir-akhir ini.

4. Permasalahan Pengelolaan

Untuk permasalahan pengelolaan mangan kali ini akan difokuskan pada salah satu pulau elok parasnya, Nusa Tenggara Timur. Untuk eksplorasi potensi mangan sendiri masih dilakukan secara tradisional oleh penduduk sekitar dengan cara menggali lalu mengumpulkannya di suatu wadah. Bahkan mangan masih diekspor dalam bentuk ore atau dalam bentuk mineral bijihnya, dan belum bisa dilakukan pemrosesan lebih lanjut menjadi ingot (logam berbentuk benda tuangan) dan produk jadi. Itu sebabnya penambangan mangan dilakukan masih dalam skala kecil. Dan kebanyakan saat ini masih dalam proses eksplorasi, masih sedikit yang sudah masuk dalam tahap produksi.

Menurut data Dinas Pertambangan NTT juga menyebutkan sudah ada sekitar 300 izin Usaha Pertambangan (IUP) mangan yang diberikan pemerintah daerah di sejumlah Kabupaten/kota di NTT. Dari jumlah tersebut, hanya separuhnya atau sekitar 150 IUP yang benar-benar melakukan tahapan eksplorasi. Sementara yang sudah produksi tidak lebih dari 20 perusahaan. Ya sedikit sekali.

Tambang Mangan di Manggarai Timur, NTT. Foto: lenteratimur.com

Gambar 2. Penambangan Mangan di NTT (Kelik, 2014).

Masalah Pertama yang timbul adalah aktivitas penambangan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan kesehatan pekerja. Di banyak tempat di pulau Timor, bebatuan berfungsi sebagai tangkapan air hujan yang kemudian bermanfaat menyediakan sumber air bersih bagi penduduk, dengan adanya penambangan mangan dikhawatirkan mengganggu daya tampung alam terhadap air hujan, sehingga mengganggu juga pasokan kebutuhan akan air. Selain itu, para penambang mangan juga rentan terhadap penyakit saluran pernafasan ISPA, pnemonia, batuk-batuk, dsb selain itu dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan tumor di dalam tubuh.

Kedua, kondisi kesejahteraan rakyat tidak mengalami perubahan setelah penambangan dilakukan secara masif selama beberapa tahun terakhir. Ada manfaat jangka pendek berupa tambahan penghasilan, namun jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan berdampak buruk dalam jangka panjang. Angka kemiskinan di NTT tetap tinggi, dan masih tergolong provinsi yang paling miskin atau terbelakang. Ketiga, hal-hal terkait ketenagakerjaan, seperti kesehatan dan keselamatan kerja, keberadaan pekerja anak, pendidikan dan pengetahuan dasar yang dibutuhkan rakyat mengenai obyek kerjanya, pengupahan, dan lain-lain. Keempat, dampak-dampak sosial budaya di tengah masyarakat, seperti meningkatnya persaingan disertai pudarnya semangat gotong royong, bergesernya sumber penghidupan masyarakat dari bertani menjadi penambang tradisional.

Kekayaan tambang sesungguhnya adalah milik rakyat. Namun pemanfaatannya oleh rakyat yang terjadi saat ini, dalam bentuk penambangan tradisional maupun modern, sebenarnya berada di luar rencana rakyat sendiri bukan sepenuhnya keinginan dari mereka sendiri. Rencana atau desain seperti ini diciptakan untuk kepentingan industri di luar negeri, lalu didesakkan kepada pemerintah pusat melalui pemerintah daerah setempat, kemudian rakyatlah menjadi korban pasif dari kehendak para pemodal.

Karena itu diperlukan langkah awal yang tegas untuk menghentikan seluruh proses pertambangan mangan di NTT. Penghentian tidak sekadar sampai ada regulasi tapi sampai ada gambaran manfaat yang jelas untuk kepentingan rakyat dan terakir kebutuhan industri nasional. Jika penambangan mangan dihentikan, tentunya sebagian masyarakat akan kehilangan mata pencarian dari penambangan dan penjualan mangan yang digeluti. Oleh karena itu diperlukan jaminan modal dan lapangan kerja baru yang cukup dan disediakan oleh pemerintah. Selain itu, juga dibutuhkan kajian mendalam mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sehingga dapat ditentukan daerah mana yang boleh dieksploitasi dan daerah mana yang menjadi kawasan terlarang atau harus dilestarikan.

Sejalan dengan poin pertama, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah memastikan adanya nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi rakyat dari proses penambangan. Nilai tambah yang besar dapat diperoleh melalui dua jalan yaitu; pertama, menaikkan harga jual batu mangan dari tangan penambang. Kedua, dengan mulai mendirikan pabrik pengolahan batu mangan menjadi produk yang lebih siap pakai. Penjualan batu mangan dalam bentuk bongkahan mentah ke luar pulau harus dilarang, sehingga mendorong pendirian industri lokal yang bisa menarik tenaga kerja. Dan industri yang telah berdiri pun harus memberikan kompensasi yang sebesar-besarnya kepada rakyat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, infrastruktur, dan lain-lain.

Selain itu, perusahaan tidak dapat dibiarkan bergerak sendiri dengan logika untung-rugi bagi dirinya sendiri, melainkan harus dikendalikan oleh sebuah pemerintahan yang terus menjaga komitmennya memajukan kesejahteraan rakyat. Pengorganisasian rakyat dalam kegiatan-kegiatan yang mencerdaskan secara politik adalah salah satu langkah kunci yang dapat dilakukan oleh para pemerhati masalah tambang dan diharapkan bisa menuntaskan masalah kemiskinan yang dihadapi rakyat NTT sekarang. Bila seluruh potensi mineral tersebut dapat dikelola dengan baik, diharapkan pertumbuhan sosial-ekonomi masyarakat NTT bisa semakin baik pula dan menjadi salah satu provinsi maju di Indonesia… Mar Su Katong Maju Sama-sama…

 http://energitoday.com/uploads//2012/11/mangan.jpg
Gambar 3. Kegiatan Penambangan (Energytoday, 2012).

Tulisan di Blog ini mungkin akan serupa dengan rekan satu kelompok saya dari fakultas Teknobiologi UAJY Rendi (2012), Vinsensius Lonar Sim (2012), Rahel Dhea (2011) karena dalam memenuhi tugas dari Pak Pramana Yudha dalam mata kuliah sumber daya lokal tentang mangan. Harap Maklum.

DAFTAR PUSTAKA

Bouchard, M., Laforest, F., Vandelac, L., Bellinger, D. dan Mergler,D. 2007. Hair Manganese and Hyperactive Behavior:Pilot Study of School-Age-Children Exposed through Tap Water. Enviromental Health Perspectives 115 (1) : 122-127.

Energytoday. 2012. 4 Suku di NTT Tolak Penambangan Mangan oleh Endofort. http://energitoday.com/2012/11/14/4-suku-di-ntt-tolak-penambangan-mangan-oleh-endofort/. 2 Maret 2015.

Kelik, H. 2014. Inilah 9 Jenis Usaha Pertambangan di Manggarai Timur. http://www.theindonesianway.com/2014/03/03/38133/inilah-9-izin-usaha-pertambangan-di-manggarai-timur. 1 Maret 2015.

Tomihahndorf, E.V. 2006. Mangan. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/86/Mangan_1-crop.jpg. 1 Maret 2015.

World Health Organization. 1981. Environment Health Criteria 17 (Manganese). WHO. Geneva.

Sumber-sumber tulisan :

Berdikari Online. 2010. Pertambangan Batu Mangan di NTT. http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20100923/pertambangan-batu-mangan-di-ntt.html. 1 Maret 2015. Dengan Pengubahan Seperlunya.

Energytoday. 2013. Kekayaan Mangan itu Terserak di Bumi NTT. http://energitoday.com/2013/03/04/kekayaan-mangan-itu-terserak-di-bumi-ntt/. 2 Maret 2015. Dengan Pengubahan Seperlunya.


15 responses to ““Mangan” Su Banyak…Beta Sonde Jadi Kaya Raya ee…”

  1. sommaandi says:

    terimkasih atas pemberian pemahaman yang lebih mengenai mangan.
    saya ingin bertanya, mangan tetntu saja di dapat tidak murni di alam, mungkin dalam bentuk batu. pertanyaan saya apa saja komposisi batu mangan tersebut?
    trimakasi

  2. santha21 says:

    Wahhh, teryata di Flores juga memiliki potensi yang besar terhadap logam berat Mangan, Salah satu manfaatnya msebagai material awal untuk membuat senyawa mangan lainnya. Senyawa mangan lain apa yaa yang nantinya akan dibuat???
    Thanks

    • Junaidi Pratama says:

      Menurut artikel dan berbagai sumber yang saya baca begini mbak Santha…
      Dalam proses kimia, bijih mangan dioksida direduksi melalui pemanasan dengan minyak atau batubara. Mangan(II) oksida yang dihasilkan dilarutkan dalam asam sulfat, dan larutannya disaring lalu diolah dengan ammonium karbonat yang menghasilkan endapan MnCO3. Karbonat ini dikalsinasi dalam udara yang menghasilkan campuran mangan(II) dan mangan(IV) oksida.

  3. yuurie989 says:

    Dalam pemanfaatan mangan.. salah satunya adalah menjadi aditif antiknock dalam bahan bakar.. antiknock ituu apa ya??

    • Junaidi Pratama says:

      Antiknock adalah suatu zat aditif pada bensin yang digunakan untuk mengurangi ketukan mesin dan meningkatkan oktan bahan bakar dengan meningkatkan suhu dan tekanan.Knocking terjadi karena campuran udara dan bahan bakar terbakar secara spontan karena tekanan tinggi di dalam mesin..jadi dengan penambahan unsur mangan pada bensin, bisa mengurangi terjadinya knocking pada mesin kendaraan…

  4. pangestu says:

    wah
    makasih infonya, menambah pengetauan dan wawasan saya
    😀

  5. intanmiw says:

    99% mangan di dunia dimanfaatkan untuk industri baja (sisanya untuk industri lainnya). Mangan adalah mineral yang tidak dapat diperbaharui, namun pemanfaatannya cukup tinggi. Sampai sejauh ini, pengelolaan dan penambangan mangan masih dalam tahap eksplorasi. Saya ingin tahu, berapa % sih mangan yang sebenarnya boleh dieksplor supaya tidak habis digunakan? Jangan sampai eksplorasi berujung pada eksploitasi.

    • Junaidi Pratama says:

      Menurut saya mbak Intan…berapa besar persen mangan yg boleh di eksplor tergantung luas wilayah yang akan ditambang, melihat setiap hari lingkungan pasti berubah dan kurang pasti…jelas tidak ada angka yg pasti untuk berapa persennya menurut saya.

  6. intanmiw says:

    Ralat: 90% maksudnya

  7. Inge says:

    trimakasih infonya…
    untuk di Indonesia sendiri seperti apa sih peraturan yang sudah ada untuk mendukung konservasi mangan ini?

  8. ronykristianto says:

    Informasi yang menurut saya sudah lengkap dan cukup memberikan wawasan tentang kekayaan sumber daya mineral ini. Semoga permasalahan-permasalahan yang sudah anda paparkan dapat di atasi dengan solusi-solusi yang ada, agar penambangan mangan di Indonesia dapat berjalan efektif dan menjadi kekayaan Indonesia

  9. Yudha Ryan Janshen says:

    Wahhh nice info broo….
    Dari tulisan anda saya menangkap solusinya lebih terfokus pada pembentukan pabrik dan menaikkan harga jual dari mangan tersebut, yang saya ingin tanyakan apakah ada solusi mengenai dampak buruk yang timbul pada kesehatan rakyat yang menggali batu mangan tersebut?
    Thankss!! Bravoo INDONESIA!!

  10. siprianus bhuka says:

    SACRAMENTO…obrigado obrogado tlah membahas sdikit tentang mangan di flores bung junaidi..luar biasa sekali,,saya berharapa orang NTT dapat mengerti akan sumber daya alam mereka dan memanfaatkan sebaik munkin untuk kemajuan NTT sendiri,. ‘”biar air su son talalu jauh,,katong masih ada mangan e”!!!! bravo INDONESIA.SALAM BLOGER

  11. Yuventius says:

    Itulah NTT adik adik yang baik. Untuk kami berharap bahwa sebagai generasi penerus, anda harus siap merubah situasi sekarang karena yang berkuasa sekarang pasti mati juga terbawa oleh umur atau karena serakah. Semua orang NTT mengetahui bahwa memang NTT(Flores, Sumba dan Timor) kaya akan mangaan tetapi masyarakat belum menikmati hasil dari mangaan itu malah jadi kuli diatas kekayaan alam sendiri. NTT yang lapar membuat pejabatnya yang berwewenang semakin rakus untuk menggerus dari pengusaha2 mangaan. Pernyataan Soekarno “Kutitipkan negeri kepadamu” hanyalah slogan belaka untuk penguasa di propinsi kepulauan ini.
    Untuk generasi anda harus berpikir sejak sekarang bagaimana membangun NTT yang lebih supaya rakyat sejahtera.
    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php