Cara Melestarikan Curik Bali di Era Pandemi

Oleh Juita Ginting

Curik Bali (Leucopsar rothschildi)
  • Kerajaan: Animalia
  • Philum : Chordata
  • Kelas : Aves
  • Ordo : Fasseriformes
  • Famili : Sturnidae
  • Genus : Leucopsar
  • Spesies : Leucopsar rothschildi  
  • Nama Indonesia : Jalak Bali atau Curik Bali
  • Nama Inggris : Bali Myna.


Curik Bali atau  lebih dikenal dengan Jalak Bali  (Leucopsar rothchildi) adalah spesies burung Endemik Bali yang habitat aslinya berada di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Curik Bali memiliki ciri khas yaitu bulu berwarna putih, ujung ekor dan ujung sayap berwarna hitam serta warna biru yang mengelilingi area matanya. Satwa ini termasuk spesies burung kicau dengan penampilannya yang elok sehingga banyak diminati masyarakat sebagai satwa peliharaan.  Habitat Curik Bali yaitu dipepohonan, baik melakukan aktivitas maupun bersarang  dilakukan di pepohonan, sehingga keberadaan pepohonan sangat penting.

Curik Bali termasuk spesies burung yang suka terbang berombongan.  Musim kawin Curik Bali   berlangsung pada bulan September-Desember, mereka akan terbang secara berpasangan dan mencari makan. Aktivitas sosial yang sering dilakukan Curik Bali yaitu aktivitas berdekatan dan bombling (menegakkan jambul dan mengganguk-anguk sebagai bentuk mencari perhatian).

Begitu indah spesies ini, sehingga banyak masyarakat yang melakukan penangkapan liar terhadap burung ini, sehingga menyebabkan populasinya semakin menurun. Faktor lain penurunan populasi spesies ini adalah habitat tempat burung berlindung danberkembang biak mulai menyempit seiring dengan semakin meningkatnya penebangan hutan.  Menurut IUCN Red List spesies ini masuk dalam kategori Critically Endangered, dalam CITIES masuk Appendix I. Berdasarkan PP No.7 tahun 1999, menyatakan Curik Bali sebagai satwa langka yang nyaris punah dan tidak boleh diperdagangkan kecuali hasil penangkaran dari generasi ketiga atau indukan.

Balai TNBB, sudah melakukan berbagai upaya dalam pelestarian Curik Bali sperti perlindungan dan pengamanan Kawasan, pembinaan habitat, pembiakan di Unit Pengelolaan Khusus Pembinaan Jalak Bali (UPKPJB) dan juga upaya pembinaan populasi melalui  pelepasliaran dengan metode soft release. Metode soft release yaitu metode pelepasan burung ke kandang  habituasi untuk penyesuaian dengan kondisi lingkungan sekitar dahulu, lalu untuk melepaskannya akan melalui pintu yang dirancang khusus dapat dibuka dengan cara menarik tali yang dipasang pada bagian atas kandang, sehingga ketika pintu terbuka burung akan keluar dengan sendirinya tanpa sentuhan manusia. Tujuan dari metode ini yaitu diharapkan burung yang dilepasliarkan dapat bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik, dan untuk pemastiannya petugas dibantu masyarakat melakukan monitoring intensif, baik mingguan, harian dan bulanan.

Media sosial seperti facebook, Instagram, twitter, line kini menjadi sarana penyebaran informasi  dan sebagai sumber informasi yang sangat efektif.  Pandemi COVID-19 juga menjadi penghambat untuk melakukan aktivitas secara langsung baik dalam pelestarian Curik Bali secara langsung, sehingga cara lain untuk melestarikan spesies Curik Bali yaitu dengan membuat poster atau video demografi  yang berisi tentang kondisi Curik Bali saat ini. Isi juga dapat berupa demografi bagaimanna penangkapan yang dilakukan terus- menerus akan menyebabkan populasi Curik Bali akan menurun serta cara mengatasinya dengan meminimalkan ancaman dan memberikan program perbaikan habitat serta melibatkan masyarakat adat. Poster atau video demografi mungkin dapat menyentuh para pembaca atau penonton untuk membagikannya kepada saudara dan masyarakat agar melestarikan Curik Bali dan memotivasi masyarakat dalam melindungi serta semakin peka terhadap pelestarian spesies ini yang kini semakin langka.


DAFTAR PUSTAKA

Aryanti, N. A. dan Wicaksono, R. H. 2018. Karakteristik pemanfaatan pohon oleh jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Taman Nasional Bali Barat Wilayan SPTN III, Buleleng, Bali. Jurnal Tropika 6 (1): 1-5.


Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau tidak kita, siapa lagi? Mari kita semakin peka terhadap spesies yang terancam punah.

keceabizjg

6 thoughts on “Cara Melestarikan Curik Bali di Era Pandemi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

css.php