Berliani Christy

Amfibi tak memiliki paru-paru?! Ah.. salamander kan?… Bukan!!

Posted: November 2nd 2016

katak-2

Merupakan satu-satunya katak di dunia yang tidak memiliki paru-paru.
Katak kepala pipih ini pertama kali ditemukan di Kecamatan Nanga Sayan, Kabupaten Melawi Kalimantan Barat dimana kecamatan tersebut dialiri oleh Sungai Apin.

peta-2 peta-1

Katak kepala pipih pertama kali ditemukan pada tahun 1978 dimana hanya ditemukan satu spesimen saja, kemudian dilakukan ekspedisi kedua yang dilakukan pada tahun 1995 ditemukan satu spesimen lagi pada lokasi yang berdekatan dengan tempat penemuan spesimen pertama. Hingga akhirnya pada tahun 2007 ditemukan lebih banyak spesimen yang terdiri dari dua populasi, namun lokasi ditemukannya tidak berdekatan dari ekspedisi sebelumnya karena habitat alami yang ditemukan pada saat ekspedisi pertama dan kedua sudah mengalami kerusakan akibat penambangan emas ilegal yang menyebabkan sungai menjadi tercemar dan katak kepala pipih tidak dapat tinggal disana. Pada ekspedisi yang dilakukan pada tahun 2007 tersebut, populasi yang baru ditemukan tersebut terletak di sungai bagian hulu dimana air sungai masih jernih dan aliran air yang deras.

Lokasi ditemukannya populasi katak ini yaitu di Sungai Kelawit 0o37’S; 111o 47’E.
Katak kepala pipih merupakan makhluk ektotermal, hidup pada suhu rendah (14 – 17oC), di sungai air tawar dengan kecepatan arus air (2 – 5 m/s).

Taksonomi
katak-1
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Amphibia
Order : Anura
Family : Bombinatoridae
Genus : Barbourula
Species : Barbourula kalimantanensis

Spesies katak ini termasuk jenis katak yang berukuran sedang. Jantan berukuran sekitar 66 mm dan betina berukuran sekitar 77,7 mm.
Kepala yang pipih dan lebar, moncong bulat, tubuh seperti tertekan ke bawah (Iskandar 1978; Iskandar 1995). Lubang hidung terletak di ujung moncong dan dihalau kulit.Lidah berbentuk sirkular. Tidak ada glotis dan pembukaan esofagus mengarah langsung ke perut (Bickford dkk, 2008). Jantan tidak memiliki kantong vokal (Iskandar 1978; Iskandar 1995).

Belum diketahui tentang bagaimana katak ini bereproduksi, makan, dan melindungi diri dari predator.
Sehubungan dengan masih sedikitnya informasi yang dapat digali dari spesies ini, maka langkah yang tepat adalah menyelamatkannya dari kepunahan terlebih dahulu atau para peneliti mencari teknik dan metode penelitian yang aman untuk menggali lebih jauh mengenai spesies tersebut.

Daftar Pustaka

Bickford, D., Iskandar, D., dan Barlian, A. 2008. A Lungless Frog Discovered on Borneo. Current Biology. 18(9) : R374-R375.

http://www.iucnredlist.org/details/54444/0


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php