Berliani Christy

Lestarikan Buah Lokal!!!

Posted: May 9th 2016

Buah merupakan bahan pangan yang penting dan seharusnya ada dalam tiap menu makanan kita sehari-hari. Buah mengandung sumber nutrisi yang diperlukan bagi tubuh seperti vitamin, mineral dan serat. Banyak penyakit yang timbul karena tidak mengkonsumsi buah contohnya kekurangan vitamin C yang biasanya ada pada buah jeruk dapat menimbulkan sariawan pada mulut. Dari tahun ke tahun kebutuhan akan konsumsi buah semakin meningkat, membuat banyak kios warung buah bertebaran dimana-mana. Kios buah menjual banyak buah baik buah lokal maupun impor.

Masyarakat di Indonesia cenderung menyukai buah impor daripada buah lokal. Sejak dibukanya kran impor buah pada tahun 1992, jumlah dan ragam buah yang masuk ke Indonesia semakin banyak. Pada tahun 1999 jumlah impor buah Indonesia 110.409.321 kg dengan nilai sebesar US $ 61.352.034. Jumlah impor buah tersebut meningkat menjadi 393.353.172 kg dengan nilai sebesar US $ 224.589.553 pada tahun 2004 (Deptan, 2006). Buah-buahan impor tersebut mudah diperoleh oleh konsumen di berbagai tempat penjualan, mulai dari pasar swalayan sampai pasar tradisional kios-kios buah di pinggir jalan (Widodo, 2003).

gambar buah untuk blog kelompok

Survey yang kami lakukan pada hari senin 2 Mei 2016 di 2 tempat kios buah. Pertama di kios buah kurnia jalan Colombo no 13, Depok Yogyakarta dan kedua juga di kios buah lain di sekitar jalan Colombo. Buah impor yang kami temukan yaitu pisang, apel, jeruk sunkist, lemon dari Australia dan kurma. Sementara buah lokalnya yaitu seperti pepaya, buah naga, apel, dan pisang lokal. Lokasi survey berikutnya yaitu di pasar STAN Maguwoharjo diperoleh kebanyakan buah impor adalah buah apel. Buah apel berasal dari berbagai negara seperti USA, New Zealand, dan China. Buah impor lainnya yaitu jeruk, pir, dan pisang. Untuk buah yang dibuat dalam bentuk parsel digunakan buah-buah impor karena secara fisik lebih menarik daripada buah lokal. Buah lokal yang terdapat di pasar Maguwo yaitu pisang lokal, salak, dan apel malang.

Berdasarkan hasil survey tersebut, dapat disimpulkan bahwa buah-buah impor menguasai pasar buah mengalahkan buah lokal. Hal ini berkaitan dengan tingginya permintaan konsumen terhadap buah, serta kualitas buah impor yang mengalahkan buah lokal, baik dari segi fisik maupun cita rasanya. Hal ini tentunya dapat mengancam eksistensi buah-buah lokal, bahkan sudah banyak buah lokal yang sulit ditemukan dijual di pasar.

Maka dari itu, untuk mempertahankan keanekaragaman dan eksistensi buah lokal, sudah menjadi tanggungjawab kita sebagai masyarakat Indonesia sekaligus generasi penerus bangsa untuk mengusahakannya. Hal ini dapat dimulai dari hal yang kecil seperti menanam pohon buah lokal di pekarangan rumah yang selain dapat berfungsi untuk meneduhkan dan menghijaukan pekarangan rumah, juga berfungsi sebagai salah satu gerakan kecil yang dapat kita lakukan untuk melestarikan buah lokal tersebut.

Sumber :
Departemen Pertanian RI.2006. Ekspor Impor Produk Hortikultura Indonesi. http://agribisnis.deptan.go.id
Widodo. 2003. Analisis Permintaan Jeruk Impor di Kota Yogyakarta. Laporan Penelitian UMY (tidak diterbitkan), Yogyakarta.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php