Berliani Christy

Penyuku Sayang…. Penyuku Malang

Posted: September 9th 2015

Penyuku Sayang, Penyuku Malang…

Penyu sisik IUCN

Kali ini saya akan mengulas sedikit tentang penyu sisik dan status keberadaan spesies tersebut di bumi kita tercinta ini…
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Reptilia
Order : Testudines
Family : Cheloniidae
Nama Ilmiah : Eretmochelys imbricata

Sumber : National Geographic- animals

Sumber : National Geographic- animals

Penyu sisik yang dalam nama ilmiahnya adalah Eremochelys imbricata dan dalam bahasa Inggris biasanya disebut Hawksbill Turtle karena memiliki mulut/moncong/paruh seperti elang. Penyu ini dapat hidup sampai 40 tahun lamanya. Penyu sisik merupakan karnivora, namun setelah dewasa menjadi omnivora. Makanan penyu sisik berupa sponge, moluska, alga laut, crustasea, ikan kecil, dan ubur-ubur. Peran penyu sisik dalam ekosistem adalah ikut berkontribusi dalam jaring makanan laut dan pesisir serta transport nutrisi dalam laut. Penyu laut berperan dalam ekosistem terumbu karang yang sehat karena memakan spons sehingga dapat terkendali sehingga pertumbuhannya tidak menyaingi terumbu karang.

www.arkive.org

Penyu sisik yang hendak makan

Penyu sisik yang hendak makan

Ciri-ciri fisik penyu sisik tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan penyu laut lainnya, penyu ini tumbuh dengan panjang cangkang yaitu 114 cm dengan berat tubuh total 68 kg. Saat kecil, karapas atau cangkang atasnya berbentuk hati, dan seiring bertumbuh dewasanya mereka maka cangkang tersebutpun juga ikut memanjang. Karapas mereka yang berwarna mencolok bergerigi dan tumpang tindih seperti sisik. Kepalanya meruncing dan berakhir di titik yang tajam menyerupai paruh burung.

Ciri khas lainnya yaitu adanya sepasang cakar yang menghiasi setiap siripnya. Penyu sisik jantan memiliki cakar yang lebih panjang, ekor yang lebih tebal, dan warnanya lebih cerah daripada yang betina. Cangkangnya yang keras berfungsi untuk melindunginya dari serangan predator, namun predator yang tak dapat luput mengancam keberadaannya adalah ikan besar, hiu, buaya, gurita, dan manusia.

Penyu sisik betina akan naik ke pantai untuk bertelur pada setiap 3 sampai 4 tahun sekali setelah matang untuk bertelur. Musim bertelur biasanya terjadi mulai bulan Desember sampai Juli tahun berikutnya. Penyu betina tersebut akan bertelur 3 sampai 7 kali pada tahun bertelurnya. Mereka akan bertelur pada malam hari karena suhu yang rendah dan pemangsa yang sedikit, dalam sekali bertelur penyu sisik akan menghasilkan telur sekitar 90 sampai 185 butir telur dalam sekali naik ke darat.

lubang sarang telur penyu sisik

lubang sarang telur penyu sisik

Kedalaman sarang berkisar antara 30 sampai 60 cm. Setelah meletakkan telurnya, sang betina akan menutup lubang yang berisi telur-telur tersebut dengan pasir menggunakan sirip belakangnya, setelah itu ia kembali ke laut.
Seperti penyu lainnya, penyu sisik membuat migrasi yang luar biasa untuk berpindah dari tempatnya mencari makan menuju ke tempat bersarang, biasanya pantai tropis. Prosedur bersarang dimulai ketika penyu meninggalkan laut dan kemudian memilih tempat untuk bertelur. Telur akan menetas setelah 60 hari di dalam lubang. Masa yang paling berbahaya dalam kehidupan mereka datang ketika perjalanan tukik menuju ke laut lepas. Kepiting dan kawanan burung camar dapat dengan lahapnya memangsa tukik pada masa ini.

Seperti penyu pada umumnya, penyu sisik merupakan spesies yang terancam punah terutama karena dampak yang ditimbulkan oleh manusia. Telur mereka masih dimakan di seluruh dunia meskipun hewan ini merupakan dalam status dilindungi secara global, dan biasanya penyu sisik juga sering dibunuh untuk dagingnya dan cangkang indah mereka. Penyu ini juga sangat terancam oleh penangkapan secara tidak sengaja / terjerat pukat harimau nelayan saat menangkap ikan di laut.

www.seaturtle.org products from bekko
IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resource) telah menganalisis bahwa telah terjadi pengurangan populasi sebesar 80% selama 10 tahun terakhir atau tiga generasi dimana pengurangan jumlah tersebut tidak mungkin berhenti.

tourist_shop_vietnam_Dan_Stiles@body
Selama abad ke-20, Jepang merupakan importir cangkang penyu sisik terbesar di dunia. Data statistik menunjukkan bahwa impor cangkang tersebut telah menembus angka 1,3 juta penyu sisik yang digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat boneka dan hiasan sebanyak 575.000. perdagangan boneka dan hiasan berbahan dasar cangkang penyu sisik ini juga berkembang di Samudera Hidia, Pasifik, dan Amerika, terutama di daerah wisata. Hal inilah yang menyebabkan penurunan jumlah spesies penyu sisik yang merosot drastis.

save_4 www.seaturtle.org products from bekko

Perkiraan jumlah penyu sisik yang mati dalam perdagangan cangkangnya di Jepang yaitu 1.408.787 kg. Lembaga konservasi memperkirakan 30% penyu yang diambil untuk perdagangan adalah betina yang bersarang yaitu sekitar 400.000 per tahunnya. Selain itu, di bagian dunia yang lain seperti kilang minyak dan gas Timur Tengah dan Australia Barat sangat mengganggu habitat sarang penyu sisik ini.

Aksi penyelamatan penyu sisik yang tengah diupayakan saat ini adalah mengadakan perjanjian regional yang dapat menekan angka penurunan jumlah spesies tersebut, kemudian berdialog dengan masyarakat sekempat di sekitar tepat bersarang penyu sisik agar masyarakat sadar dan peduli terhadap status terancam punahnya penyu ini. Meningkatnya jumlah ahli biologi dan konservasi yang berfokus dalam penyu sisik ini. Membangun kawasan lindung dan membuat undang-undang yang ditegakkan secara benar dan tegas.

Menurut penulis, semoga upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan penyu sisik saat ini dapat menyelamatkan spesies yang terancam punah tersebut, dan semoga dengan artikel ini semakin banyak masyarakat yang sadar dan peduli terhadap kelestarian lingkungan kita dan turut melindungi hewan-hewan yang nyaris punah seperti penyu sisik yang malang ini…

Sumber: IUCN Redlist dan National Geographic animals


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php