personal plan konservasi kucing bakau

Personal Action Plan Konservasi Kucing Bakau

Posted: December 7th 2020

Kucing Bakau (Prionailurus viverrinus) merupakan kucing liar berukuran sedang yang ada di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pada tahun 2008, IUCN mengklasifikasikan kucing ini dalam status konservasi vurnerable (VU), karena habitatnya terkonsentrasi pada lahan basah, yang semakin sering dirusak untuk diubah menjadi pemukiman manusia. Selain perubahan habitat menjadi lahan pemukiman, ada juga penyebab pengurangan jumlah spesies antara lain karena agrikultur dan akuakultur, perburuan liar, penebangan liar, overfishing, polusi dari limbah rumah tangga, pabrik, institusi penelitian dan militer, selain itu sampah yang menjadi penyebab polusi utama. Di Indonesia, kucing bakau selama ini diketahui hidup di hutan mangrove yang ada di sepanjang pantai utara Jawa Barat dan pantai timur Sumatera, mereka hidup dengan cara berburu ikan, karena kemampuannya menangkap ikan, maka orang luar negeri sering menyebutnya sebagai fishing cat. Pada tahun 2009, peneliti Jim Sanderson, Will Duckworth et al., dan Sunarto menjelaskan dalam tiga artikel berbeda, kucing ini tidak lagi ditemukan di Sumatera. Ini berdasarkan hasil riset mereka … Read more



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php