Teknobiologi

mengharumkan indonesia dengan pohon cendana

Posted: June 9th 2016

memori1

Tulisan itu menggambarkan peranan kayu cendana sangat penting sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah NTT selama kurun waktu 10 tahun (1986-1997). Selain itu, tulisan itu mengajak orang yang membaca untuk ikut melestarikan dan mengembangkan pohon cendana. Selamat membaca dan terima kasih.

Cendana merupakan pohon berukuran sedang yang selalu hijau, tinggi ratarata mencapai 12-15 m (Rahayu et al. 2002; Hermawan (1993) dan Hamzah (1976).  Rahayu et al. (2002) menyebutkan diameter batang cendana sekitar 20-35 cm  dengan kulit batang berwarna putih keabu-abuan. Hal ini berbeda dengan  Hermawan (1993) yang menyebutkan bahwa batang pohon cendana tegak dan  bentuk bulat panjang dengan diameter rata-rata 40 cm serta cabang yang banyak,  kulit batang kasar berwarna kelabu sampai coklat merah.

Pohon cendana mempunyai daun tunggal berbentuk elips sampai lanset  dengan ujung yang runcing. Panjang daun 4-8 cm, lebar 2-4 cm dan panjang  tangkai daun 1-1,5 cm. Kedudukan daun berhadapan kadang-kadang berseling dan  tidak mempunyai daun penumpu (Rahayu et al. 2002; Hermawan (1993) dan Hamzah  (1976). Bunga majemuk tersusun dalam bentuk malai terdapat di ujung tangkai  atau ketiak daun (Rahayu et al. 2002). Lebih lanjut Hermawan (1993) dan Hamzah (1976) menyebutkan bahwa kebanyakan  bunga cendana berukuran kecil, warna putih kehijau-hijauan sampai coklat kotor  dan baunya sedap serta berkelamin dua.

Cendana3

Buah merupakan tipe buah batu, bentuknya bulat berbiji satu dan berukuran  sebesar kacang polong, garis tengah sekitar 3-8 mm, saat muda berwarna hijau  dan apabila masak berwarna hitam keunguan. Kulit buah tipis dan keras dengan  tiga jalur dari atas sampai tengah. Biji berbentuk sederhana, tidak mempunyai 9  rasa, mengandung endosperma yang berdaging, dan tanpa kulit biji (Rahayu et al.  2002). Sistem perakaran cendana adalah akar  tunjang yang jelas dengan banyaknya akar-akar cabang yang kuat. Akar yang  muda mempunyai sedikit rambut akar. Akar cabang bentuknya panjang dan  ramping, mempunyai kemampuan menjelajah tanah sejauh 30-40 m dan mencapai  inangnya (Hamzah, 1976).

Cendana (Santalum Album Linn.) merupakan jenis tanaman yang tergolong sangat penting di Propinsi Nusa Tenggara Timur karena mempunyai nilai ekonomi tinggi dan merupakan spesies endemik yang terbaik di dunia. Sejak puluhan tahun lalu komoditi tersebut telah menjadi andalan dalam perdagangan di Propinsi N
usa Tenggara Timur serta telah memberikan kontribusi penting kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

minyak

Saat ini dikenal dalam perdagangan dunia , India sandalwood oil, Singapore sandalwood oil and Indonesian sandalwood oil (dari NTT { Dan yang mempunya nilai ekonomi dari tanaman cendana adalah minyak atsirinya. Minyak cendana mengandung zat perekat yang bisa mengikat wangi wangian lebih lama (Liquid Gold) { Harga perkilo cendana saat ini Rp. 350.000 { Saat ini kebutuhan minyak cendana dunia belum bisa dipenuhi (+ 15 ton per tahun) { Produksi minyak cendana india hanya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri { Pasar ekspor cendana dari NTT adalah terutama Perancis. Selain dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembutan minyak wangi kualitas dunia, kayu cendana juga sering dimanfaatkan untuk pembuatan kerajinan berupa rosario, tasbih, kipas, hiasan dan lain lain.

kerajinan cendana

Namun demikian telah terjadi eksploitasi cendana yang memanfatkan potensi pohon/tegakan alami yang kurang diikuti oleh upaya penanaman dan pemulihan potensi dan mengesampingkan upaya pelestarian. Selain itu kebijakan pengelolaan cendana yang belum sempurna dan tepat guna sehingga belum dapat memberikan manfaat optimal terhadap daerah dan masyarakatnya. Aturan dan kebijakan cendana di masa lalu banyak diidentifikasi menjadi penyebab utama menurunnya populasi tanaman cendana terutama di Pulau Timor. Aturan dan kebijakan yang menafikan masyarakat telah menciptakan kelangkaan sumber daya alam tersebut.

Sebaran Alami Cendana di Indonesia terdapat di Pulau Alor & Pantar (Kabupaten Alor), Pulau Lomblen (Kabupaten Lembata) , Pulau Solor & Adonara (Kabupaten Flores Timur), Pulau Timor (Kabupaten/Kota Kupang, TTS, TTU, Belu) dan Pulau Sumba (Kab Smb. Timur, Smb. Barat, Smb. Tengah). Status cendana (Santalum album) menurut IUCN pada tahun 2009 adalh vulnerable atau jumlahnya akan terus berkurang.

Potensi Populasi Cendana Inventarisasi tahun 1987 menunjukkan jumlah populasi cendana sebanyak 544.952 pohon, dan tahun 1997 diinventarisasi kembali dengan jumlah 250.940 pohon. Data tersebut menunjukkan bahwa selama 10 tahun itu telah terjadi penurunan populasi Cendana sebesar 46,05 % (sangat signifikan) Sebagai upaya menekan tingkat pengurangan populasi cendana sebagaimana tersebut, telah dilakukan konservasi dan rehabilitasi cendana. Hingga kini telah dilakukan pengembangan cendana seluas 937,80 hektar dengan dukungan dana dari APBD NTT dan APBN.

Untuk mengatasi kelangkaan cendana perlu dilakukan tindakan nyata dalam kegiatan konservasi baik secara in situ maupun ex situ. Bagi cendana yang memiliki potensi ekonomi tinggi menerapkan cara konservasi in situ dinilai “kurang efektif” karena pemahaman masyarakat tentang fungsi konservasi belum memadai dan kurangnya tenaga fungsional (aparatur) yang ada di lapangan untuk mengawasi kawasan konservasi serta keterbatasan dana dan fasilitas pendukung untuk kegiatan konservasi. Pada jenis langka dengan jumlah individu terbatas konservasi in situ bukanlah pilihan yang tepat, karena perlu kegiatan-kegiatan yang terkendali dibawah pengawasan manusia yang dikenal dengan konservasi ex situ. Oleh karena itu kegiatan konservasi cendana sebaiknya dilakukan secara ex situ.  Cara konservasi ex situ melalui pola konservasi lekat-lahan (Conservation on farm) adalah pola konservasi dengan melibatkan masyarakat lokal untuk melestarikan flora melalui pembudidayaan di lahan miliknya. Salah satunya yang dilakukan oleh masyarakat NTT.

pohon

Rencana saya sebagai upaya untuk ikut mempertahankan keharuman cendana di Indonesia, saya akan melakukan penanaman bibit pohon cendana dalam waktu dekat ini dipekarangan rumah saya. Rencananya dalam waktu dekat ini saya akan mencari bibit pohon cendana disekitar daerah yogyakarta. Berawal dari satu bibit semoga dapat membantu mempertahankan keharuman cendana di Indonesia. Untuk rencana jangka panjang saya ingin menanam bibit pohon cendana dikebun milik kakek saya yang berlokasi di daerah dusun Ngampon, Bantul, Yogyakarta. Mengingat kebun tersebut tidak dikelola dengan baik sehingga banyak tanaman liar yang tumbuh dan kondisi sekitarnya juga memungkinkan untuk pertumbuhan bibit cendana. Ini aksiku mana aksimu? 🙂 Mari ikut lestarikan keharuman cendana di Indonesia!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php