Teknobiologi

WARUNG BUAH GEDONG KUNING, Yogyakarta

Posted: May 8th 2016

Semakin banyaknya isu yang bilang kalo buah asli Indonesia saat ini mulai hilang dari pasaran. Kata orang sih penyebabnya karena kalah saing sama buah import. Untuk membuktikan isu itu kami memutuskan untuk pergi survei nih ke warung buah yang ada di samping kantor PLN Gedong Kuning. Kami pergi pada tanggal 2 Mei 2016 sekitar pukul setengah 1.

Setibanya disana hanya ada 3 warung buah yang buka. Kami memilih salah satu diantara 3 warung buah tersebut. Pertama-tama kami meminta izin pada pemilik buah untuk melakukan wawancara untuk tugas. Tapi pemilik warung buah seperti ketakutan, dan kami pun mencoba menjelaskan kembali maksud kami pada akhirnya pemilik warung buah bersedia.

hgf

Nah, bisa diliat kan dari gambar ini kondisi warung buahnya. Namanya dipinggir jalan ya begini lah hanya dengan terpal, tapi penataannya sih kece banget bikin orang tertarik mampir. Sekarang kita list ya apa aja sih yang dijual dan asalnya dari mana.

No Nama Buah Asal Buah Keterangan
1 Jeruk Sunkist Cina Import
2 Jeruk Hijau Jember Lokal
3 Apel Fuji Cina Import
4 Melon Hijau Bogor Lokal
5 Melon Orange Bogor Lokal
6 Semangka Jawa Timur Lokal
7 Pepaya Thailand Import
8 Pisang Mas Lumajang Lokal
9 Pisang Sunpride Cina Import
10 Duku Purbalingga Lokal
11 Jambu Batu Pasar Minggu Lokal
12 Anggur Amerika Import
13 Apel hijau Malang Lokal
14 Apel Merah Amerika Import
15 Pear Australia Import
16 Sirsak Bogor Lokal
17 Belimbing Purwodadi Lokal

 

Dari tabel diatas bisa dilihat perbandingann antara lokal : import sebesar 10 : 7. Kalo dilihat dari macamnya masih juara buah lokal kok. Tapi kalo dari banyaknya buah, buah import jumlahnya lebih banyak dari jumlah buah lokal. Apa sih alasannya? Setelah kita tanya sama penjualnya ternyata buah import itu memang disediakan lebih banyak jumlahnya karena banyak yang mencari buah – buah import ini.

Alasan utama kenapa jumlah dari buah import lebih banyak karena lebih banyak pembeli yang memilih buah ini untuk bingkisan. “Kalo buah import itu lebih menarik keliatannya”, ujar sang pemilik warung buah. Ya kalo dilihat dari gambar diatas sih memang iya penampilannya lebih menarik, lihat saja kulitnya mulus banget. Selain kulitnya yang mulus ukuran buahnya juga sama semua, seragam gitu kayanya.

Nah, kalo ada yang bilang rasa buah lokal itu lebih seger atau beda rasanya menurut kami sih nggak juga. Katanya kalo buah lokal itu manisnya beda kaya mateng dipohon. Kenapa kami bilang nggak juga karena jika dilihat dari asal buahnya nggak ada yang asli Jogja semua dari luar kota. Kan nggak mungkin dong mereka ngirim buahnya dalam kondisi mateng dipohon ntar malah busuk dijalan. Jadi kalo masalah rasa sih sama aja karena semua juga dikirim dalam kondisi setengah mateng, nggak mateng dipohon maksudnya.

Ada tambahan cerita lucu waktu kami berkunjung kemarin, pada saat kami bertanya soal asal buah yang dijual di warung tersebut beberapa kali penjual tidak mengetahui asal buah tersebut. Akhirnya kami harus mencari sendiri asal buah tersebut dari dus yang ada dibawah display buah.

bdfb3rwtrrt

 

Keadaan ini membuat kami berpikir penjual buah saja tidak tau asalnya dari mana buah yang dia jual apalagi masyarakat awam. Mungkin saja penjual dan konsumen hanya melihat buah dari tampilan atau dari trend saat ini saja. Tanpa terpikirkan bahwa buah yang selama ini digemari merupakan buah import. Kondisi yang seperti ini yang membuat semakin hilangnya buah lokal yang dahulu sempat tenar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php