Teknobiologi

ikan malas yang mendunia

Posted: March 31st 2016

Ikan betutu diduga ikan asli Indonesia yang berasal dari pulau Kalimantan. Namun, sementara orang ada juga yang berpendapat bahwa ikan betutu berasal dari Sumatra karena sejak dulu sudah ada di sana, bahkan menjadi maskot Kabupaten Talang Betutu. Mengingat nama betutu menjadi nama tunggal di pulau tersebut, maka ikan betutu diduga berasal dari Sumatra. Sedangkan di Kalimantan ikan ini dinamai ikan bakut atau ikan bakukut yang berarti diam. Di kota Pontianak, ikan ini bemama ikan bodoh atau ikan goblog karena sifatnya yang selalu diam. Ikan ini hanya bergerak bila lapar dan bila ada mangsa yang kebetulan lewat di depannya. Bila sudah kenyang, ikan ini akan diam saja meskipun melihat mangsa yang sudah dikuasai direbut oleh ikan lain.

Ikan betutu saat ini sudah banyak dijumpai di pulau Jawa, antara lain di di sungai Ciliwung, Citarum, waduk Cirata, waduk Gajah Mungkur, dan di tempat-tempat lainnya. Penyebaran ikan betutu di pulau Jawa diduga karena adanya usaha budi daya di daerah tersebut yang kemudian terlepas ke suatu perairan dan masuk ke sungai-sungai kemudian berkembang biak secara alami dan ada juga yang membudidaya. Menurut Axelrod, daerah penyebaran ikan betutu meliputi daerah Malaysia, Thailand, Vietnam, Campuchea, Burma, Australia Utara, Filipina, dan Cina Selatan.

Ikan betutu mempunyai kemiripan dengan ikan gabus (Jw : kutuk), baik bentuk maupun sifatnya. Oleh karena itu, sementara ahli menduga bahwa ikan betutu masuk dalam golongan Goboidae (satu famili dengan ikan gabus). Namun, Axelrod memasukkan ikan betutu ke dalam golongan Percormorphoidei. Adapun sistematika selengkapnya menurut Axelrod (1951) adalah sebagai berikut :

Phylum                          : Chordata

Sub-Phylum                    : Craniata

Super-Classis                  : Gnatostomata

Classis                           : Osteichthyes

Super-Ordo                    : Telestei

Ordo                             : Percomorphodei

Sub-Ordo                       : Gobiformes

Familia                          : eleotridae

Genus                           : Oxyeleotris

Species                         : Oxyeleotris marmorata. Blkr.

Tanda-tanda atau ciri-ciri morfologi spesifik yang dimiliki oleh ikan betutu (Oxyeleotris marmorata. Bikr) adalah sebagai berikut :

 

  1. bentuk badan bulat panjang seperti torpedo
  2. badan bagian depan bundar dan di bagian belakang agak pipih
  3. kepala rendah, mata besar yang dapat bergerak, dan mulut lebar
  4. perut luas dan sirip punggung terdiri atas dua bagian
  5. sisik sangat kecil-kecil, halus, dan lembut sehingga tampak hampir tidak bersisik
  6. warna badan kekuning-kuningan dengan bercak-bercak hitam keabu-abuan seperti di batik;
  7. bagian ventral berwarna putih
  8. panjang maksimum 50 cm dan dapat mencapai berat 7 kg/ekor.

Ikan betutu di alam aslinya hidup di air tawar, seperti di sungai-sungai, di rawa-rawa, di telaga-telaga, di danau-danau, dan di waduk-waduk. Ikan-ikan betutu yang masih kecil sampai ukuran ± 100 g lebih senang tinggal di perairan yang dangkal, sedangkan yang sudah besar lebih suka tinggal di daerah yang arusnya tidak terlalu deras. Ikan betutu senang tinggal di perairan yang banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan air seperti enceng gondok (Eichornia crassipes), kayu apu (Pistia.Sp), ganggeng (Hydrilla Sp.), kangkung (Ipomoea. Sp.), dan lain-lain.

Di alam bebas, ikan betutu juga banyak dijumpai di perairan yang memiliki derajat kesamaan (pH) air yang agak rendah (5,5 – 6,5). meskipun ia tidak menolak tinggal di air netral dengan pH 7 – 7,5 Ikan betutu dapat hidup dengan baik pada temperatur air berkisarantara 19°C – 29°C, bahkan ia bisa beradaptasi dengan baik sampai pada suhu air 30°C. Berbeda dengan ikan-ikan lain, ikan betutu ini sangat tahan terhadap kadar. Amoniak dan kadar CO2 yang cukup tinggi. Hal ini sangat menguntungkan dalam usaha budidayanya, terutama dalam usaha pembesaran.

Ikan betutu termasuk ikan labirin sehingga ia dapat menyerap O2 langsung dari udara. Dengan demikian, ikan betutu sangat tahan terhadap kondisi air yang kurang baik (kurang oksigen) sehingga sangat menguntungkan dalam hal transportasi/pengiriman ke tempat yangjauh. Ditinjau dari aktivitasnya, ikan betutu golongan ikan nocturnal. Oleh karena itu, ikan betutu aktif mencari makan pada malam hari. Di waktu malam, ikan betutu sangat aktif dan sangat agresifdan banyak dijumpai di dasar-dasar perairan dan sangat jarang dijumpai berenang di permukaan air, kecuali pada saat menderita sakit. Ikan betutu sangat menyukai tempat-tempat yang ada lubang-lubangnya entah berupa timbunan batu atau lubang kayu atau lubang lain seperti potongan plpa pralon, tempayan, atau kaleng yang tenggelam.

Ikan betutu termasuk ikan yang sangat jinak dan jarang bergerak sehingga mudah di tangkap. Walaupun demikian, ikan betutu juga mampu bergerak cepat, terutama pada saat lapar dan melihat mangsa lewat didepannya. Ikan betutu yang lapar akan melesat dengan cepat dengan mulut terbuka dan menyergap mangsanya. Ikan betutujuga sering menjunjukkan kemampuan yang istimewa, yaitu bergerak dengan sangat cepat dan berhenti dengan tiba-tiba sehingga sulit diikuti dengan mata.

Di dunia bisnis, ikan Betutu lebih dikenal dengan sebutan ikan Malas atau Gabus malas. Masyarakat Kalimantan menyebut ikan betutu dengan nama ikan Bakut atau ikan Bakukut yang artinya “diam”. Ada pula yang menyebut ikan Betutu dengan nama ikan bodoh atau ikan goblog. Sementara etnis Cina, termasuk Cina keturunan, menyebut ikan betutu dengan nama ikan Sun Hok. Dunia Internasional menyebut ikan betutu dengan nama ikan marble goby atau sand goby. Ikan Betutu memiliki nama ilmiah Oxyeletris marmorata. Bikr.

Dari uraian di atas jelas bahwa ikan Betutu termasuk salah satu jenis ikan yang sudah mendunia. Menu masakan ikan betutu telah masuk di kota-kota besar seperti Palembang, Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Yogyakarta. Tarip menu ikan betutu di hotel-hotel berbintang berkisar antara Rp 250.000,00 – Rp 300.000,00 untuk satu porsi dengan ukuran 0,8 kg -1 kg. Sedangkan harga ikan betutu hidup di tingkat tengkulak atau brooker bervariasi antara Rp 75.000,00 – Rp 100.000,00 per kilogramnya.

Mahalnya harga ikan betutu diduga ada beberapa versi, mungkin karena cita rasanya lezat, dagingnya putih, empuk, dan nyaris tidak bertulang. Ikan betutu juga dipercaya mengandung khasiat tertentu bagi kaum wanita dan bagi kaum pria. Bagi kaum’wanita, ikan betutu dipercaya dapat membuat awet muda dan dapat menambah kehalusan kulit karena banyak mengandung vitamin B1, B2, B6 vitamin F, dan vitamin E sehingga dapat menghambat proses penuaan. Bagi kaum pria, ikan betutu dipercaya banyak mengandung anzim dan hormon tertentu sehingga dapat menambah keperkasaan sebagai laki-laki. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa ikan betutu hanya sebagai arena adu gengsi untuk meloby relasi.

Secara teknis, ikan betutu memang masih sulit untuk dibudidayakan. Bisnis ikan betutu hingga saat ini sebagian besar masih tergantung pada penangkapan di alam bebas. Oleh karena itu, jenis ikan ini dikhawatirkan akan semakin langka dan akhimya punah jika penangkapan di alam bebas dilakukan secara terus-menerus. Usaha pembenihan dan pembudidayaan ikan betutu diharapkan dapat melestarikan, menambah populasi, dan mencukupi kebutuhan konsumen.
Usaha budi daya ikan betutu di Thailand dapat berhasil dengan baik sehingga saat ini menjadi pesaing utama bagi Indonesia sebagai asal muasal dari ikan betutu itu sendiri. Di Jawa Barat dan di Jawa Tengah sudah ada orang yang mulai membudidayakannya secara intensif walaupun hasilnya belum menggembirakan.

Kendala utama pembudidayaan ikan betutu adalah lamanya pertumbuhan ikan tersebut. Pertumbuhan ikan betutu dari menetas hingga mencapai ukuran konsumsi (400 g ke atas) membutuhkan waktu sekitar 2 tahun. Di samping itu, angka kematian ikan ini cukup tinggi sehingga membuat orang enggan untuk membudidayakannya. Walaupun tingkat kematian ikan betutu cukup tinggi, namun masih dapat diatasi melalui serangkaian uji coba dan teknih budi daya yang intensif.


7 responses to “ikan malas yang mendunia”

  1. Wah sayang sekali ya ikan ini masih jarang dibudidaya. Tapi jumlahnya blm menghawatirkan bukan di alam? Lalu uji coba yang seperti apa yang telah dilakukan?

    Penilaian 80

    • johan1415 says:

      iya belum cukup mengkhawatirkan namun jika seperti ini terus lama kelamaan akan memperihatinkan sep, uji coba yang sudah dilakukan itu kebanyakan pemberian pakan yang dapat memacu pertumbuhan ikan betutu sep

  2. linceriasitohang says:

    Wawasan baru. Mahalnya harga ikan betutu dan lamanya pertumbuhan betutu. Baru tau ikan yang pertumbuhan selama itu. Thanks for sharing jo. skor kamu 85 yaa..

  3. Vivi Indriasti Freshily says:

    informasi yang menarik,, masalah yang sama juga dialami oleh ikan sidat, budidaya ikan sidat yang tergolong sulit dan biaya tinggi juga menjdai kendala proses budidaya ikan di Indonesia
    makasih infonya.. nilainya (80)

    • johan1415 says:

      iya sayang sekali pertumbuhannya sangat lama, padahal ikan sidat dan ikan betutu memiliki potens9i yang cukup tinggi

  4. wah terimakasih atas informasi dari artikel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php