Teknobiologi

UMBI TALAS YANG MEMILIKI BERBAGAI MANFAAT

Posted: February 29th 2016

Umbi dari tanaman talas (Colocasia esculenta) seperti halnya umbi-umbian lainnya, merupakan sumber pangan pokok. Talas sudah lama dibudidayakan dan digunakan sebagai sumber pangan di Indonesia. Di daerah Bogor, talas bahkan menjadi komoditas andalan yang menjadi ciri khas kota hujan ini. Klasifikasi sumber daya alam talas terbagi menjadi 4 yaitu:

  1. Klasifikasi SDA berdasarkan sumbernya, Talas adalah sumber daya alam biotik yang diperoleh dari biosfer (material hidup dan organik).
  2. Klasifikasi SDA berdasarkan tahapan perkembangannya. Talas merupakan SDA aktual (actual resources) SDA yang sudah diketahui dengan pasti kuantitas dan kualitasnya serta sudah dimanfaatkan saat ini.
  3. Klasifikasi SDA berdasarkan keterbaruannya. Talas merupakan SDA terbarukan (renewable resources), SDA yang secara alami bisa memperbaharui dirinya sendiri.
  4. Klasifikasi sumberdaya alam berdasarkan sifat atau kondisinya. Talas merupakan SDA yang tergantikan dan bisa dipelihara (replaceable and maintainable natural resources).

Starr_060329-6825_Colocasia_esculenta

Taksonomi Talas (Colocasia esculenta L)

Kingdom            : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi      : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                    : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas           : Arecidae
Ordo                    : Arales
Famili                   : Araceae (suku talas-talasan)
Genus                  : Colocasia

Spesies                : Colocasia esculenta (L.) Schott

Umbi talas dapat dijumpai dengan ukuran berat yang bervariasi mulai dari 95 gram sampai dengan 932 gram, dengan berat rata-rata sekitar 446 gram. Berat umbi biasanya semakin besar jika ukuran umbi semakin besar. Ukuran bobot menjadi penting diperhatikan jika umbi akan diolah menjadi tepung karena akan mempengaruhi jumlah rendemen yang diperoleh.

images

Sebagian besar umbi talas memiliki kulit tipis dengan permukaan kulit yang berserabut. Bentuk umbi talas sangat beragam. Sebagian besar memiliki bentuk kerucut, silindris dan elips. Bentuk umbi akan mempengaruhi kemudahan dalam pengemasan/pengepakan umbi untuk kepentingan transportasi, maupun kemudahan dalam proses pengolahannya. Sebagai contoh, talas dengan bentuk yang tidak berlekuk lebih mudah dikupas dan menghasilkan jumlah rendemen hasil kupasan yang lebih tinggi dibandingkan umbi talas yang bentuknya tidak beraturan.

talas1

Umbi talas yang banyak dipasarkan adalah yang berwarna putih dan kuning. Walaupun demikian, beberapa varietas memiliki daging umbi berwarna oranye, merah muda dan merah. Sementara itu, serat daging umbi umumnya didominasi oleh warna kuning muda, kuning oranye dan coklat.

Beberapa jenis talas yang terdapat di daerah Bogor adalah talas sutera, talas bentul dan talas ketan. Talas sutera memiliki daun yang berwarna hijau muda dan dan berbulu halus seperti sutera. Umbinya kecoklatan dengan ukuran sedang sampai besar. Talas bentul memiliki umbi yang lebih besar berwarna lebih muda kekuning-kuningan dan warna batang yang lebih ungu dibanding talas sutera. Talas ketan warna pelepahnya hijau tua kemerahan. Di Bogor dikenal pula jenis talas mentega (talas gambir/talas hideung), karena batang dan daunnya berwarna unggu gelap.
Kandungan gizi talas
Kandungan gizi Talas mentah
Energi (kal) 120 kal
Protein (g) 1,5 g
Lemak (g) 0,3 g
Hidrat arang total (g) 28,2 g
Serat (g) 0,7 g
Abu (g) 0,8 g
Kalsium (mg) 31 mg
Fosfor (mg) 67 mg
Besi (mg) 0,7 mg
Karoten total 0
Vitamin B1 (mg) 0,05 mg
Vitamin C (mg) 2 mg
Air (g) 69,2 g
Bagian yang dimakan (%) 85%

Talas mengandung banyak senyawa kimia yang dihasilkan dari metabolisme sekunder seperti alkaloid, glikosida, saponin, essensial oil, resin, gula dan asam-asam organik. Umbi talas mengandung pati yang mudah dicerna kira-kira sebanyak 18,2% dan sukrosa serta gula pereduksinya 1,42%.

Umbi talas (Colocasia esculenta) bisa dinikmati dengan cara direbus ataupun digoreng. Namun, kegunaan talas tidak hanya sebatas itu. Tumbuhan talas ternyata memiliki berbagai khasiat obat. Menurut Prof Hembing Wijayakusuma, Umbi talas memiliki efek farmakologis anti pembengkakan (antiswelling). Kandungan kimia yang ada dalam tumbuhan ini adalah zat besi, kalsium, garam fosfat, protein, vitamin A dan B. Bagian yang bisa dipakai adalah daun, umbi, dan seluruh tumbuhan. Talas bisa mengatasi penyakit diare, Caranya, ambil 30 gram batang talas dan 30 gram tumbuhan patikan kebo (Euphorbia hirta), direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan kemudian disaring dan diminum airnya selagi hangat.

umbi talas juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat maupun pembungkus. Daun, sisa umbi dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasi.Tanaman ini mempunyai keterkaitan dengan pemanfaatan lingkungan dan penghijauan karena mampu tumbuh di lahan yang agak berair sampai lahan kering.

beberapa contoh olahan umbi talas

photo kVvnfuoHsM

Cara Budidaya Umbi Talas

  1. Penataan lahan ( pembuatan guludan /bedengan ) Ukuran panjang guludan/bedengan     dapat disesuiakan dengan luasan lahan yang ada, sedangkan lebar 120 cm dan tingginya 15 cm. pembuatan lobang tanam dengan jarak 60 cm x 40 cm dengan diameter lobang 25 cm dan kedalaman 15 cm.
  2. Pemberian KOMPOS 400-500 gr, pupuk NPK ( 15-15-15 ) 5 gr, dan 2 gr furadan pada setiap lubang tanam, kemudian DIADUK secara merata dengan tanah yang ada dilobang dan disiram air secukupnya, selanjutnya didiamkan selama 2 s/d 4 hari sebelum mulai tanam.
  3. Umbi yang telah tumbuh berdaun dua dan telah berakar (kondisi sehat), diletakkanpada lobang tanam dengan kedalaman dari permukaan maksimum 10 cm. Selanjutnya ditimbun dengan tanah disekitar lobang dan disiram.
  4. Penyiraman setiap hari pagi dan sore jika diperlukan sesuai dengan kondisi kelembaban tanah disekitar tanaman.
  5. Pemberian pupuk NPK ( 15-15-15 ) 5 gr setiap tanaman pada umur tanaman 1 bulan setelah tanam yang ditaburkan 10 cm – 20 cm dari batang tanaman (melingkar) dan langsung ditimbun tanah sekitarnya,
  6. Pembersihan gulma dan pembumbunan tanah, tingginya bumbunan 5 s/d 10 cm dari pangkal batang tanaman itu sendiri, juga dilakukan kalau terjadi erosi karena hujan.
  7. Panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur antara +/-5 bulan setelah tanam.TalasBogor170108 57olahan-talas-tokomesin Starr_060329-6825_Colocasia_esculenta

semoga setelah membaca artikel ini, para pembaca mengetahui berbagai manfaat, dan berbagai macah olahan yang di dapat dari umbi talas ini.

Sumber: Dewi Sabita Slamet dan Ignatius Tarwotjo (1980), majalah gizi dan makanan jilid 4, hal 26. Bogor Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI.


4 responses to “UMBI TALAS YANG MEMILIKI BERBAGAI MANFAAT”

  1. dwiky130801380 says:

    Wah, talas yang ternyata dapat dipakai sebagai bahan makanan, obat maupun pembungkus. Daun, sisa umbi dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasi.Tanaman ini mempunyai keterkaitan dengan pemanfaatan lingkungan dan penghijauan karena mampu tumbuh di lahan yang agak berair sampai lahan kering.

  2. Catherine Pamela says:

    Bagaimana cara mengatasi hama umbi talas? seperti serangga aphis gossypii dan ulat heppotion calerino yang mempengaruhi hasil panen?

  3. libriestanico says:

    apakah kelebihan umbi talas di banding umbi-umbian yang lain?

  4. Neil Dewantara says:

    apakah di daerah lain selain Bogor ada yang membudidayakan talas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php