Teknobiologi

SELAMI untuk SELAMATKAN

Posted: December 4th 2015

Indonesia merupakan salah satu negara kelautan terbesar dengan segala macam keanekaragaman hayati yang tersimpan di dalamnya. Berbagai macam jenis flora dan fauna yang menjadikan laut sebagai habitat tinggal mereka. Ada yang hidup soliter, dan ada pula yang hidup membentuk kelompok seperti kumpulan karang, atau yang biasa kita kenal dengan terumbu karang.

terumbu-karang

Faktanya, 18% dari seluruh populasi terumbu karang yang tersebar di dunia ternyata berada di Indonesia. Hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar pada ekosistem terumbu karang yang dimiliki. Akan tetapi, kesadaran masyarakat untuk mengenal, mempelajari dan merawat terumbu karang masih sangat kurang. Ini dibuktikan dengan kondisi terumbu karang Indonesia yang mengalami penurunan dari 10% menjadi 50% selama 50 tahun terakhir. Sedihnya lagi, saat ini hanya sekitar 5,23% terumbu karang kita yang berada dalam kondisi sangat baik.

Karang adalah suatu biota kecil yang hidup pada suatu wadah kalsium karbonat yang dinamakan polyp. Hewan ini hidup bersimbiosa dengan mikroalga yang disebut zooxanthellae. Zooxanthellae merupakan alga bersel satu yang berasal dari jenis Dinoflagellata. Karang akan menyediakan habitat untuk , sedangkan zooxanthellae akan memberikan nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan bagi karang.

Berbicara mengenai fungsi terumbu karang, terdapat banyak sekali kegunaan yang didapat, yaitu bagi biota laut dan bagi manusia, diantaranya sebagai berikut.

Manfaat Terumbu Karang Bagi Biota Laut

  1. Secara alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan mencari makan (feeding & foraging), terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai ekonomis penting.
  2. Banyaknya spesies makhluk hidup laut yang dapat ditemukan di terumbu karang menjadikan ekosistem ini sebagai gudang keanekaragaman hayati laut.
  3. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperlukan di bidang medis dan farmasi.

Manfaat Terumbu Karang Bagi Manusia

  1. Sumber ikan dan makanan laut lainnya yang mengandung protein tinggi.
  2. Melindungi pantai dan penduduk dari hantaman ombak dan arus.
  3. Sumber penghasilan bagi nelayan (tangkapan ikan).
  4. Kekayaan pariwisata bahari yang berdaya jual tinggi (memancing, menyelam, snorkeling).
  5. Sumber kekayaan laut yang bisa digunakan sebagai obat-obatan alami.
  6. Sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian.

Kerusakan yang terjadi pada terumbu karang tidak serta-merta terjadi begitu saja. Tentu ada beragam faktor yang menyebabkan karang tersebut bisa rusak dan bahkan mati. Secara umum, faktor-faktor tersebut dibagi menjadi dua yaitu faktor alam dan faktor manusia.

Faktor Alam

  1. Naiknya Permukaan Laut

Naiknya permukaan laut dapat menyebabkan karang tidak dapat tumbuh dan membangun kerangka tulang mereka secara normal apabil mereka tidak mampu beradaptasi. Karena dengan naiknya permukaan laut, maka akan bertambah pula kedalaman habitat terumbu karang tersebut yang akan berpengaruh terhadap faktor-faktor lainnya seperti suhu dan konsentrasi nutrien.

  1. Kenaikan Suhu

Spesies karang memiliki batas toleransi terhadap suhu yang berbeda-beda, tergantung pada lingkungan hidupnya. Perubahan suhu yang terjadi dapat menyebabkan tidak kondusifnya habitat asli mereka. Selain itu, naiknya suhu permukaan laut berpengaruh pula terhadap kepekaan zooxanthellae serta menyebabkan rapuhnya struktur terumbu karang itu sendiri.

  1. Berkurangnya Tingkat Pengapuran

Emisi global dari efek rumah kaca dapat meningkatkan konsentrasi CO2 di atmosfir serta di laut yang dapat mengurangi kemampuan terumbu karang untuk tumbuh dengan proses pengapuran normal. Hal tersebut berakibat kepada melemahnya kapabilitas karang untuk pulih dari peristiwa seperti coral bleaching.

  1. Perubahan Pola Sirkulasi Lautan

Larva karang selalu bergerak mengikuti arus air laut. Jika pola sirkulasi lautan mengalami perubahan, dampaknya terdapat pada pola distribusi dan perkembangan karang di seluruh dunia.

  1. Pertambahan Frekuensi Cuaca yang Merusak

Cuaca yang terjadi di sekitar lautan ternyata juga mampu mempengaruhi kehidupan terumbu karang. Curah hujan dapat berpengaruh kepada kadar salinitas lingkungan habitat mereka. Badai dan angin topan yang terjadi di laut memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk merusak karang. Umumnya, kondisi cuaca selalu berjalan mengikuti pola yang sama setiap tahunnya. Namun, pola ini bisa berubah seiring dengan iklim dunia yang berubah pula. Mengakibatkan pada frekuensi serta intensitas cuaca yang tidak menentu.

  1. Predatorisme

Karang, sebagaimana organisme laut lainnya, memiliki predator yang mampu merusak koloni dan memodifikasi struktur terumbu itu sendiri. Terdapat dua taksa yang secara umum merupakan predator karang yang paling dominan. Pertama adalah bintang laut, utamanya spesies Acanthaster planci atau biasa disebut Crown-of-thorn. Bintang laut dapat meregenerasi diri mereka secara cepat hingga dapat menjadi wabah bagi karang.

Pemangsa karang yang kedua adalah ikan-ikan yang memangsa koloni-koloni karang. Ikan paruh kakaktua (Bolbometopon muricatum) adalah salah satu contoh ikan pemangsa karang. Mereka memiliki gigi yang teradaptasi sehingga dapat menghancurkan bagian-bagian karang seperti polip dengan mudah. Kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas predasi ini umumnya dapat dipulihkan dengan cepat oleh karang. Namun pemulihan tersebut juga tergantung kepada seberapa parah tingkat kerusakannya serta ukuran koloni karang itu sendiri.

Faktor Manusia

  1. Coastal Construction

Pembangunan daerah pesisir yang dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan dapat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup terumbu karang di sekitarnya. Beberapa diantara dampak dari pembangunan pesisir secara sembarangan adalah terjadinya sedimentasi, serta pencemaran air laut. Sedimentasi yang terjadi dapat menyebabkan kurangnya nutrisi yang dibutuhkan karang untuk hidup. Bahkan dalam beberapa kasus malah dapat menutupi karang atau mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke perairan. Selain itu, zat-zat tercemar yang berasal dari pembuangan limbah industru dan rumah tangga dapat menyebabkan munculnya materi-materi yang beracun bagi kerang. Bahkan, pencemaran juga berhujung kepada peristiwa blooming algae yang mana populasi alga di perairan sekitar terumbu karang justru akan melenyapkan koloni-koloni karangnya.

10coastal_construction

  1. Pencemaran Laut

Istilah ‘pencemaran laut’ disini bisa berarti kepada pencemaran dari pelabuhan, tumpahan minyak, pembuangan bangkai kapal, pembuangan sampah dari atas kapal, serta kontak fisik secara langsung yang dilakukan oleh jangkar kapal. Selama ini, banyak yang menyangka bahwa kegiatan-kegiatan tersebut tidak akan memberikan konsekuensi langsung pada karang, namun pada kenyataannya dampak yang dibawa bersifat lokal dan berarti.

deepwater-horizon-oil-leak

      3. Overfishing

Overfishing atau kegiatan penangkapan ikan yang berlebihan memberikan dampak perubahan pada ukuran tingkat kelimpahan dan komposisi jenis ikan. Ikan merupakan salah satu komponen yang ikut menyeimbangan ekosistem terumbu karang. Misalkan, terjadi overfishing pada spesies ikan pemakan alga. Hal ini berakibat kepada meledaknya populasi alga yang secara perlahan akan mampu menutupi populasi karang yang ada.

Selain itu, kegiatan perikanan yang bersifat merusak, seperti pemakaian bahan peledak dan jaring insang, dapat membawa kerusakan yang sangat ekstensif pada terumbu karang. Selain itu, penangkapan dengan cara sejenis ini juga menyebabkan bertambah tingginya persentase kematian ikan-ikan yang belum dewasa.

Overfishing

  1. Coral Bleaching

Pemutihan karang sangat dipengaruhi oleh berubahnya suhu lautan secara global. Perubahan tersebut terjadi karena semakin maraknya fenomena global warming yang ditimbulkan oleh efek rumah kaca. Manusia secara langsung maupun tidak turut berpengaruh terhadap pemanasan global tersebut. Aktivitas-aktivitas seperti pembuangan limbah dalam bentuk gas yang sembarangan dan berlebihan merupakan salah satu contohnya. Tidak hanya manusia yang merasakan dampak dari global warming. Terumbu karang pun merasakannya dalam bentuk fenomena coral bleaching.

coralbleaching-large

Dengan banyaknya manfaat dari terumbu karang baik bagi biota laut dan bagi manusia perlu adanya upaya untuk melestarikan terumbu karang mengingat banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh manusia yang bersifat merusak terumbu karang. Oleh karena itu merupakan kebutuhan mendesak untuk menerapkan konservasi dan rencana-rencana pengelolaan yang baik untuk melindungi terumbu karang dari kerusakan yang semakin parah. Langkah dan kebijakan yang perlu dilakukan untuk mengurangi ancaman terhadap terumbu karang di Indonesia adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlunya menjaga kelestarian terumbu karang dan mengadakan perencanaan pengelolaan wilayah pesisir yang baik dengan cara mengidentifikasi tingkat kerawanan dari terumbu karang dan meningkatkan pengelolaan yang berkesinambungan.

Upaya yang sudah saya lakukan dalam rangka untuk mempertahankan dan melestarikan terumbu karang di Indonesia adalah melakukan kegiatan Coral Transplant ( transplantasi terumbu karang ). Coral transplant mempunyai pengertian sebagai salah satu teknik pelestarian (rehabilitasi) terumbu karang yang semakin terdegradasi dengan teknik pencangkokan. Tujuan Transplantasi pada dasarnya adalah untuk pelestarian ekosistem terumbu karang.

 

IMG_3220

foto diatas adalah lokasi tempat coral trasplant

Kegiatan Coral transplant ini telah saya lakukan di pantai pasir putih, yang terletak di desa pasir putih, situbondo, Jawa Timur. Kegiatan coral transplant adalah kegiatan yang harus dilakukan secara terus menerus untuk memantau pertumbuhan karang yang sudah ditanam. Pertama kali saya melakukan kegiatan Coral Transplant pada tanggal 4 sampai 7 april 2015. Pada saat itu kegiatan yang dilakukan adalah melakukan penanaman terumbu karang yang berasal dari patahan karang yang terdapat di tepi laut pada kedalaman 3 meter. Patahan karang ini disebabkan oleh aktifitas masyarakat di pesisir pantai baik indifidu maupun kegiatan nelayan secara berkelompok.

IMG_3118

foto dan video diatas adalah proses pemasangan rumpon didasar laut bersama teman teman di ukm selam atmajaya yogyakarta.

Pada tanggal 23 sampai 26 oktober 2015 saya beserta ukm selam atmajaya melakukan monitoring dilokasi yang sama. Setelah dilakukan pengamatan coral yang ditanam beberapa bulan yang lalu 80% karang yang ditanam hidup dan bertumbuh. Pertumbuhan koral dapat dilihat dari koral yang mengalami pertambahan panjang. Monitoring ini harus dilakukan secara berkala, minimal selama 3 bulan sekali, untuk megantisipasi adanya kerusakan karang olah warga pesisir pantai dan kerusakan yang disababkan oleh faktor alam. Diharapkan kedepannya koral koral ini dapat terus tumbuh dan menjadi rumah bagi ikan ikan dilaut serta bermanfaat bagi biota laut dan warga sekitar pesisir pantai.

IMG_6830

foto diatas adalah proses pengukuran pertumbuhan karang yang hidup dan membersihkan karang dari alga.

 


4 responses to “SELAMI untuk SELAMATKAN”

  1. Hallo Johan!
    Terimakasih atas tulisan yang menarik disertai video dan foto yang membuat tulisan ini menjadi begitu informatif!
    Sepertinya ini berhubungan dengan hobi menyelammu yaaa…
    Semoga hobby mu bisa bermanfaat untuk konservasi dan lebih banyak lagi yang menggunakan hobby untuk kebaikan 🙂
    Selami untuk selamatkan!
    Keep writing! Proficiat 😉

  2. Cindy Natalia says:

    Terima kasih johan atas informasi yang diberikan. Saya sangat mengapresiasi aksi yang telah kamu lakukan. Saya rasa akan baik apabila informasi ini disebarluaskan terutama melalui media sosial karena sebagian besar kaum muda aktif di media sosial. Semoga semakin banyak kaum muda yang terlibat dalam aksi seperti ini. Yang tidak kalah penting adalah peran pemerintah dalam memberikan tindakan tegas terhadap oknum perusakan tersebut. Sayang sekali apabila generasi mendatang tidak dapat menikmati keindahan bawah laut seperti ini.

  3. yulianrozi says:

    Luar biasa..aksi nyata penyelamatan terumbu karang sudah anda lakukan. TIngkatkan penyelamatan terumbu karang, ajak kelompok-kelompok lain, sehingga dapat menyelamatkan lebih banyak lagi..

  4. Grace Nathania says:

    wow tulisan yang sangat menarik, Johan. saya sering menonton hal yang serupa di TV. saya tertarik untuk ikt merealisasikan action planmu tapi saya tidak bisa berenang. semoga cepat terlaksana ya! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php