Jacqueline's

Mulai Dari Game Sampai Gerakan “1 Keluarga 1 Babirusa”

Posted: December 4th 2014

Babyrousa babyrussa, terdengar sedikit memaksakan nama spesies, tetapi inilah nama spesies endemik Pulau Sulawesi dan Maluku, Babirusa. Babirusa merupakan salah satu hewan liar yang sangat unik. Keunikan ini dapat terlihat dari namanya, morfologi, habitat, maupun daerah penyebarannya. Pastinya kalian ingin tahu, seberapa uniknya hewan ini.

Mungkin kalian mengira Babirusa tampak seperti babi berkulit merah muda dengan tanduk bercabang-cabang selayaknya rusa jantan. Perkiraan kalian ini, tidak sepenuhnya benar, namun juga tidak sepenuhnya salah. Babirusa memiliki tubuh yang mirip dengan babi hutan, namun rambutnya lebih tipis dan jarang. Pada Babirusa jantan ditandai adanya taring yang tersulut keluar dari kedua sisi mulutnya.

Masih belum bisa membayangkannya?

Merasa belum pernah melihat satwa ini sebelumnya?

Baiklah… sebagai gambaran, mungkin kalian dapat membayangkan tokoh Pumba dalam film Lion King

tp_screengrab_268

 

Gambar 1. Tokoh Pumba dalam film Lion King

Sudahh dapat membayangkan. Tapi masih merasa asing dengan satwa ini?

Wajar saja, sampai dengan Desember 2011, Babirusa yang berada di lembaga konservasi di seluruh Indonesia tercatat hanya 80 ekor. Lembaga konservasi yang beruntung berkesempatan merawat satwa endemik Sulawesi dan Maluku ini adalah Kebun Binatang Surabaya, Kebun Binatang Tamansari Bandung, Taman Hewan Pematangsiantar, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Safari Indonesia Unit I Cisarua, Taman Safari Indonesia Unit II Prigen, Bali Zoo, dan Bali Safari and Marine Park. Jadi bagi kalian yang belum pernah berkunjung ke salah satu dari 8 (delapan) lembaga konservasi ini, wajar jika sulit membayangkan bentuk dari Babirusa.

Sebelumnya terdapat empat subspesies Babirusa yaitu Babyrousa babyrussa babyrussa terdapat di Pulau Buru, Babyrousa babyrussa celebensis terdapat di daratan utama Sulawesi (Sulawesi mainland), Babyrousa babyrussa togeanesis terdapat di Kepulauan Togean, dan Babyrousa babyrussa bolabatuensis, yang habitatnya di Sulawesi Selatan namun dinyatakan sudah punah (Groves, 1980).

babirusa-babyrousa-babyrussa

Gambar 2. Babirusa

Sampai saat ini belum ada gambaran lengkap mengenai populasi Babirusa di habitat aslinya. Sampai saat ini pakan Babirusa masih belum dapat diidentifikasi secara jelas. Tercatat hanya sedikit data hasil observasi terkait perilaku makan dan pakan yang dipilih Babirusa di alam (Leus, 1994; Clayton, 1996; MacDonald, 1993). Makanan utama Babirusa adalah berbagai jenis buah (frugivorous), Babirusa menyukai jenis umbi-umbian dan rebung bambu, juga jamur dan buah-buahan seperti dongi (Dillenia ochreata), rao (Dracontomelon rao) dan D. mangiferum. Salah satu makanan kesukaan Babirusa adalah buah pangi (Pangium edule). Taring dan giginya yang kuat dapat memecah jenis kacang yang sangat keras dengan mudah (Leus and Macdonald, unpublished observations). Biji-bijian seperti kenari (Canarium (Burs.), oaks (Lithocarpus (Burs.)) dan chestnuts (Castanopsis (Burs.) tersedia juga di hutan alami di Sulawesi (Leus, 1996).

BabirusaGray

Gambar 3. Babirusa jantan

Belum ada gambaran menyeluruh mengenai populasi Babirusa di habitat alaminya. Clayton et al. (1997) menyatakan bahwa populasi Babirusa in-situ di seluruh Sulawesi tidak lebih dari 5.000 ekor. Di SM Nantu, Gorontalo dengan luas 32.000 ha, diperkirakan terdapat 500 ekor Babirusa, namun jumlah ini terus menurun disebabkan tingginya tingkat kerusakan hutan dan perburuan liar (Clayton, 1996). Kelestarian jenis ini mengalami ancaman serius akibat berkurang dan/atau kerusakan habitatnya maupun karena perburuan liar. Dimana secara tradisional Babirusa masih sering diburu oleh masyarakat sekitar hutan sebagai protein hewani, meskipun secara resmi Indonesia telah melindungi Babirusa sejak tahun 1931.
650x433xjpg_Hanno_abitudini_crepuscolari_e_dormono_nelle_ore_piu_calde_della_giornata_c_Giuseppe_Mazza.jpg.pagespeed.ic.nD68A9DxaV

Gambar 4. Hasil perburuan Babirusa

Karena jumlah populasinya yang menurun terus menerus, IUCN memasukkan spesies Babirusa dalam kategori vulnerable B1ab(iii). Sedangkan menurut IUCN tahun 2008 yang dalam Peraturan Menteri Kehutanan RI nomor P.55/Menhut-II/2013 Babirusa Pulau Buru (Babyrousa babyrussa babyrussa) vulnerable dengan katagori B1ab(iii); Babirusa Togian (Babyrousa babyrussa togeanensis) endangered dengan katagori B1ab(iii,v); C2a(i); dan Babirusa Sulawesi (Babyrousa babyrussa celebensis) vulnerable dengan katagori A2cd; C1 (IUCN 2010). Babirusa merupakan jenis yang termasuk dalam Appendix I CITES sejak tahun 1982

Habitat Babirusa adalah hutan hujan tropis dataran rendah. Satwa ini menyukai kawasan hutan yang terdapat aliran sungai, sumber air, rawa, dan aliran air yang memungkinkannya mendapatkan air minum dan berkubang. Satwa ini sering mengunjungi sumber air dan tempat mengasin (salt-lick) secara teratur untuk mendapatkan garam-garam mineral yang dibutuhkan untuk membantu pencernaannya (Clayton, 1996). Sebelumnya Babirusa dapat dijumpai di kawasan hutan dekat pantai, namun saat ini habitat satwa tersebut semakin jauh masuk kedalam hutan, atau habitatnya semakin naik ke kawasan pegunungan yang sulit diakses oleh manusia. Babirusa sering terlihat mandi di kubangan yang airnya agak bersih dan tidak becek, dan pada musim panas, sering terlihat berendam di sungai.

perburuan babirusa

Gambar 5. Babirusa dan Anoa hasil perburuan liar

Perburuan liar merupakan ancaman terbesar bagi kelestarian populasi Babirusa. Walaupun telah dilindungi undang-undang, kematian Babirusa akibat perburuan liar masih sangat tinggi disebabkan oleh masih lemahnya penegakan hukum, tingginya perburuan dan perdagangan liar (Clayton et al. , 1997, Clayton and Milner-Gulland, 2000), deforestasi dan degradasi habitat, serta jumlah anak yang dilahirkan per kelahiran yang sedikit (Ito et al., 2005, Ito et al., 2008).

Untuk menjaga kelestarian Babirusa, kita sebagai generasi muda sangat diharapkan partisipasinya dalam gerakan konservasi Babirusa.

KONSERVASI?? Jadi kita harus bantuin di taman nasional? Kita harus ngrusin Babirusa tiap hari? Terus gimana sama kuliah? Mungkin itu sebagian dari berbagai pertanyaan yang akan muncul saat kalian mendengar ajakan untuk ikut terlibat dalam konservasi Babirusa.

Tidak sesulit itu untuk terlibat dalam konservasi Babirusa. Konservasi tidak hanya memikirkan bagaimana merawat hewan-hewannya saja, tetapi juga penyadaran masyarakat bahwa ada hewan endemic Indonesia yang terancam keberadaannya sehingga sejak dini masyarakat mulai menghindari perilaku yang mengancam kehidupan Babirusa. Salah satu aksi konservasi dapat dilakukan dari hal-hal kecil sesuai bidang keeahlian kita masing-masing.

Misalnya untuk mendukung pengenalan dan penyadaran akan Babirusa, status konservasi dan serba-serbi lain mengenai babi rusa dapat dilakukan beberapa hal berikut:

  1. Membuat game babi rusa, dalam game ini terdapat beberapa permainan seperti memelihara Babirusa hingga dewasa, menata wilayah habitat yang sesuai untuk Babirusa, melawan penebang liar dan pemburu liar, dll. Tujuan dari game ini adalah  masyarakat terutama anak-anak dan remaja secara dini dapat mengenal konservasi Babirusa dari permainan yang sehari-hari dimainkan
  2. Tokoh Babirusa asli Indonesia, jika dalam film Lion King terdapat tokoh pumba yang menyerupai Babirusa, dapat juga dimunculkan tokoh Babirusa versi Indonesia yang dapat di jadikan gambar komik dalam majalah anak-anak, selain sebagai pengenalan Babirusa secara dini juga dapat dimasukkan nilai-nilai moral untuk menjaga kelestarian habitat Babirusa

10_4d22f64bef106bedb8ac6a25389c3cfa

Gambar 6. Keluarga Babirusa

Selain pengenalan dan penyadaran, untuk mendukung konservasi Babirusa dapat dilakukan gerakan “1 Keluarga 1 Babirusa”. Gerakan ini mengharapkan partisipasi 1 keluarga dalam pendanaan untuk perawatan 1 Babirusa. Sedangkan perawatannya sediri di serahkan ke ahlinya. Dana donasi dikelola oleh  suatu lembaga tertentu yang tidak hanya akan digunakan untuk perawatan saja, namun juga pendanaan penelitian mengenai Babirusa seperti pemetaan Babirusa secara mendetail dan pemasangan microchip pada Babirusa di alam liar.

Jadi, kapan kita mau mulai turut serta dalam konservasi Babirusa??

LEBIH CEPAT LEBIH BAIK!!

 

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.55/Menhut-II/2013 Tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Babirusa (Babyrousa babyrussa) Tahun 2013-2022

IUCN. 2008. Babyrousa babyrussa. http://www.iucnredlist.org/details/2461/0. Diakses pada 2 Desember 2014


9 responses to “Mulai Dari Game Sampai Gerakan “1 Keluarga 1 Babirusa””

  1. Elviena says:

    good action planning (y) semoga aksi ini dapat sungguh-sungguh terealisasi dalam beberapa tahun ke depan 🙂

  2. Asoweni Samantha says:

    Wahhh, babi rusa unik yaa bntuknyaa,
    ohh iyaa dalam upaya pndanaan 1 kluarga 1 babi rusa itu kan nntinya dana akan dialokasikan untuk kgiatan pnelitian yang salah satunya untuk pmasangan microchip babi rusa. Pmasangan microchipnya ini bgaimana yaa detail pmasangannya trhadap babi rusa?? Thanks b4

  3. adeirma says:

    Game babi rusa??
    Aku bakalan download deh kalo ada, mungkin itu bisa jadi game wajibnya anak biologi 🙂
    Nice artikel Jacq~

  4. yudharyanjanshen says:

    Nice info nihh!! baru tau babi rusa ternyata juga diancam kepunahan
    Yang saya ingin tanyakan dengan ide konservasi kamu dengan pembuatan game apakah hanya game saja?? karena menurut saya sendiri jika hanya di buat game tanpa ada apresiasi kepada masyrakat yang mengikutin game tersebut keminatan mereka untuk mengikuti pasti sangat kecil..
    untuk saran saya mungkin dapat dipikirkan untuk apresiasi terhadap mereka agar mereka juga tertarik untuk mengikuti game tersebut… but overall ide yang bagus untuk melakukan aksi konservasi!! semangat dan mari selamatkan hewan endemik INDONESIA!!

  5. Inge says:

    sippp… planning yg wow… salam dua jempol… 😀
    untuk kegiatan adopsi seperti yang kamu kemukakan, sejauh ini beberapa ada yang sudah dilakukan untuk berbagai fauna dan flora langka, tapi banyak yang diselewengkan (lagi2 karena duit itu enak & yummy)… menurutmu pihak mana yang seharusnya dapat dipercaya untuk mengelola dana semacam ini? di tengah prinsip egoisme masyarakat yang mikir “daripada buat bayarin babi rusa mending pendapatan keluarga dibuat wisata , jalan2, ato apa”, pertanyaan semacam apa yang seharusnya cocok untuk menyadarkan masyarakat awam bahwa konservasi itu penting?
    Tengqyuuu…

  6. fentywaty says:

    Plan yang sangat menarik.. Bila benar dilakukan maka akan membuat anak-anak mengenal apa babi rusa itu sendiri. Tapi, saya ingin menanyakan mengenai konsep 1 keluarga 1 babirusa. Langkah apa yang akan kamu ambil dalam menyebarluaskan bentuk plan ini?
    thankyouu 😀

  7. Florencia Grace Ferdiana says:

    kreatif sekali jek 🙂 penting tuh untuk menanamkan nilai-nilai moral untuk menjaga kelestarian habitat Babirusa sejak dini untuk anak – anak ! good posting 😀

  8. pelangiasmara says:

    hm jadi terpikir mungkin gamenya nanti tidak hanya babi rusa, tapi terdapat banyak jagoan yang bisa di pilih namun semuanya adalah hewan-hewan yang terancam punah.
    atau mungkin bisa dibuat tokoh super hero asli Indonesia 😀

  9. selviaemanuella says:

    waw, unique ^^
    nah untuk dana donasi dikelola oleh suatu lembaga tertentu, sudah kepikiran lembaga yang pas untuk mengelola donasi yang di dapat ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php