Technobio in here….

TAHUKAH ANDA?? DURIAN KINI SEMAKIN UPGRADE….!

Posted: September 5th 2014

Siapa yang tak kenal buah 1 ini, buah yang bulat seukuran bola kaki & berduri ini dengan aroma khas yang menyengat ini sudah dari dulu meraup banyak penggemarnya. Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan salah 1 jenis buah-buahan tropis yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Hingga saat ini produksi buah durian nasional masih belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri. Hal ini dapat dilihat dari terus meningkatnya volume durian impor dari Thailand dari tahun ke tahun. Kondisi industri durian yang tidak stabil tersebut dikarenakan beberapa hal. Diantaranya adalah mutu genetik pohon yang tidak baik dan intesitas yang sangat kurang akibat pengetahuan budidaya petani durian yang masih belum memuaskan. Kecamatan Kasembon merupakan sentra buah durian yang penting di Kabupaten Malang. Kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan durian unggul lokal adalah pada faktor pengadaan bibit serta perawatan tanaman. Karenanya, pengembangan durian lokal harus dimulai dari pebaikan 2 komponen penting tersebut. Sementara itu untuk tujuan jangka panjang adalah perbaikan varietas yang dilakukan dengan persilangan antara durian unggul baik jenis impor maupun jenis lokal.

Durian (Durio zibethinus Murray) merupakan tanaman asli Asia Tenggara yang beriklim tropis basah seperti Indonesia, Thailand dan Malaysia (Ashari, 2004). Durian Bido ialah satu dari durian varietas unggul lokal yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2006. Durian ini berasal dari desa Jarak, kecamatan Wonosalam kabupaten Jombang. Durian Bido memiliki keunggulan seperti daging buah cukup tebal dan berwarna kuning dengan rasa manis pulen dan agak pahit jika matang dengan bentuk buah bulat kerucut agak lonjong, memiliki waktu panen tiga kali dalam satu tahun (SK Menteri Pertanian Nomor: 340/kpts/SR.120/5/2006). Namun pohon induk tunggal durian Bido yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2006 sebagai varietas unggul telah ditebang serta belum dikembangkan. Oleh karena hal tersebut maka BPP Wonosalam melakukan seleksi dan menemukan 27 pohon durian yang memiliki rasa dan bentuk buah yang mirip dengan pohon induk tunggal durian Bido di Wonosalam. Penyeleksian berdasarkan rasa dan bentuk buah dianggap kurang valid oleh karena itu perlu dilakukan pengidentifikasian secara genetik melalui analisis isozim dan secara morfologi. Analisis isozim dipilih karena isoenzim atau isozim ialah enzim yang merupakan produk langsung dari gen yang memiliki molekul aktif polipeptida dan struktur kimia yang berbeda tetapi mengkatalis reaksi yang sama, bebas dari pengaruh langsung lingkungan (Fachiyah et al., 2011; Sulistyowati et al., 2009; Suryo, 2005; Toha, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemiripan 27 jenis durian mirip varietas Bido dengan pohon induk tunggal durian Bido.

Metode isozim dilakukan dengan menggunakan dua gel poliakrilamida yaitu stacking gel 5% dan separating gel 7%. Buffer elektrolit / running buffer yang digunakan adalah Tris-glisine pH 8.3. sampel tanaman yang digunakan dalam analisis isozim ialah daun yang masih muda (Lisdiyanti dan Hartati, 1997) sebanyak 0.15 g digerus pada kondisi dingin, kemudian ditambahkan 1 ml buffer ekstraksi ( EDTA 0.01 M, KCL 0.1 M, MgCl2 0.1M, Polyvinyl pyrollidone 40.000, Bovine serum albumin, Tris-Cl 0.1 M pH 7.5, 2-Mercaptoetanol, Aquades). Ekstrak sampel disentrifugasi dengan kecepatan putaran 12000 rpm selama 3 menit, kemudian pelet dibuang dan supernatan siap digunakan untuk elektroforesis. Elektroforesis dilakukan pada suhu 4-10o C, voltase 200 V selama 1- 2.5 jam. Selasai elektroforesis, gel dipindahkan ke dalam nampan tempat pewarnaan dan diberi larutan pewarna sesuai dengan enzim yang akan dianalisis. Pewarnaan dilakukan di dalam waterbath pada suhu 40o C selama 1-2.5 jam. Enzim yang dianalisis adalah peroksidase (Cahyarini et al., 2004) dan esterase (Tanskley dan Rick,1980, dalam Acquuah,1992), komposisi larutan pewarna dibuat menurut prosedur Wendel dan Weeden (1989).

Pola pita yang terbentuk digambar zimogramnya. kemudian data biner dibuat berdasarkan ada atau tidaknya pita dengan cara memberi nilai 0 untuk genotip (pita) yang tidak hadir/muncul dan memberi nilai 1 untuk genotip (pita) yang hadir/muncul. Berdasarkan data biner, analisis kekerabatan dilakukan menggunakan Cluster Simple Matching Coefisient Analysis dengan metode Unweighted Pair Group Methode with Arithmatic Average (UPGMA) pada program komputer Multi Variate Statistical Package (MVSP) yang ditampilkan dalam bentuk dendogram. Metode morfologi dilakukan dengan melakukan pengamatan pada daun durian yang dianalisis yang meliputi warna daun, panjang daun, lebar daun, rasio panjang-lebar daun.

Nah~ dari penelitian Kak Lutfi Bansir mengenai pengembangan Potensi Durian (Durio zibethinus Murr.) Lokal : Eksplorasi, Identifikasi, Persilangan, & Perbanyakan Vegetatatif  ini maka terangkum beberapa poin penting sebagai tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengembangkan potensi durian lokal yang bernilai ekonomis tinggi, (2) Persilangan interspesies untuk menghasilkan durian hibrida & menganalisa dominasi / karakter yang membedakan dengan tetuanya berdasarkan analisa biologi molekuler. (3) Menghasilkan bibit durian unggul serta meningkatkan produksi bibit dengan beberapa metode sambung (grafting).

Setelah mengetahui tujuannya maka diperoleh hipotesisnya, yang meliputi: 1) Terdapat berbagai jenis durian lokal yang mempunyai potensi hasil dan kualitas yang tinggi, 2) Terdapat karagaman genetik durian lokal yang cukup tinggi, 3) Persilangan antar spesies Durio zibethinus dengan Durio kutejensis menghasilkan keturunan yang beragam, 4) perbanyakan secara klonal (grafting) dapat ditingkatkan keberhasilanya melalui defoliasi daun batang bawah, 5) Umur batang bawah berpengaruh pada keberhasilan grafting, 6) Bentuk sayatan akan memberikan respon yang berbeda pada grafting.

Durian yang diteliti disini dibuat dalam 2 penelitian dan masing-masing terdiri dari 3 tahap. Penelitian pertama adalah eksplorasi, identifikasi, & persilangan. Tahap I adalah identifikasi morfologis durian lokal yang berpotensi unggul di kecamatan Kasembon. Tahap II adalah identifikasi dengan analisa isoenzim durian lokal yang berpotensi unggul di kecamatan Kasembon untuk mengetahui hubungan kekerabatan diantara durian unggul lokal. Tahap III adalah persilangan antar spesies Durio zibethinus dengan Durio kutejensis menggunakan analisa isoenzim untuk mengetahui koefisien keragaman genetik dari hasil persilangan antar spesies.

Nah~ yang ke-2 adalah penelitian mengenai perbanyakan klonal jenis-jenis unggul lokal. Tahap I adalah perbedaan waktu defoliasi terhadap tingkat keberhasilan grafting. Tahap II adalah perbedaan umur batang bawah terhadap tingkat keberhasilan grafting tanaman durian. Tahap III adalah perbedaan bentuk sayatan terhadap tingkat keberhasilan grafting tanman durian.

Terakhir, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, terdapat 12 jenis durian lokal & 1 jenis spesies Kutejensis dan memiliki potensi sebagai durian unggul di Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang, berdasarkan hasil analisa isoenzim dapat diketahui bahwa terdapat keragaman jenis durian yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Kasembon, berdasarkan seleksi diperoleh durian hibrida hasil persilangan antar spesies Zibethinus dengan Kutejensis sebanyak 40 keturunan dengan nomer seri FPUB 1-20, tetua jantan durian monthong daun panjang, FPUB 21-40, tetua jantan durian monthong daun pendek, dengan koefisien keragaman genetik sebesar 69,52% – 95,23%. Perbanyakan klonalnya adalah sebagai berikut:

· Tanpa defoliasi daun batang bawah memberikan hasil yang lebih baik daripada defoliasi daun 0,3,6 hari setelah grafting.

· Umur batang bawah 2 bulan memberikan hasil yang lebih baik daripada batang bawah umur 3,4,5 bulan setelah grafting.

*Bentuk sayatan tidak memberikan respon yang berbeda pada keberhasilan sistem grafting.

So?? tunggu apalagi, ayo mulai menjadi pioneer bagi para penggemar durian dengan menginovasikan durian dengan sisi molekuler, khususnya ekologi molekuler.

DAFTAR PUSTAKA

Arum, Kenanga N. S., Ashari S., & Herlina N. 2013. IDENTIFICATION OF PLANT DURIAN (Durio zibethinus Murray) LIKE BIDO VARIETY IN WONOSALAM JOMBANG DISTRIC USING ISOZYME AND MORPHOLOGICAL METHOD. Junral Produksi Tanaman vol. 1 no. 5. Halaman 427-433.

rekayasa genetika

rekayasa genetika

Pohon Durian

Pohon Durian

metode sambung sisip durian musangking

metode sambung sisip durian musangking

metode sambung sisip bibit durian musangking

metode sambung sisip bibit durian musangking

durian montong

durian montong

durian merah Malaysia

durian merah Malaysia

durian merah Kalimantan

durian merah Kalimantan

 

Hasil analisis isozim menggunakan pewarna enzim esterase

Hasil analisis isozim menggunakan pewarna enzim esterase

Hasil analisis isozim menggunakan pewarna enzim peroksidase

Hasil analisis isozim menggunakan pewarna enzim peroksidase


5 responses to “TAHUKAH ANDA?? DURIAN KINI SEMAKIN UPGRADE….!”

  1. jejejacqueline says:

    wow, info yang sangat menarik,semoga dengan semakin beragamnya spesies durian, pada akhirnya tidaak menyebabkan hilangnya spesies indukan yang mungkin akan dianggap kurang unggul dibanding hasil persilangannya

  2. Henry Wijaya says:

    wow topik yang menarik. hanya apakah metode ini hanya digunakan untuk tumbuhan durian saja atau dapat digunakan untuk buah lainnya

  3. Izemi is me says:

    kemungkinan bisa diaplikasikan ke tumbuhan buah lainnya karena metode yang digunakan tidak khusus untuk buah durian saja, topik ini hanya saya spesifik ke durian karena secara subjektif menggemarinya. Terima kasih kak, pertanyaannya menarik untuk diteliti lebih lanjut.

  4. yulent says:

    wahh,, saya sering makan durian dengan berbagai varian,, ada yang durian pada umumnya, ad yang dagingnya warna orange, merah, dsb. memiliki kekhasan masing2 setiap jenis… semoga dengan adanya teknik ini, varietas durian yang ada di Indonesia semakin bertambah dengan mengetahui genetik masing2 spesies yang menjadi ciri masing2.. thanks infi nyaaa… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php