BioBloger

Hewan Endemik Indonesia, Elang Flores yang Memprihatinkan

Posted: December 6th 2019

Elang Flores dengan nama latin Nisaetus floris merupakan jenis elang yang hanya terdapat di Indonesia, memiliki ciri fisik berbulu putih di kepala sampai leher dan warna cokelat dengan garis putih di ujung sayapnya, serta berukuran 71-82 cm. Persebaran burung Elang Flores tidak hanya berada di Flores yang sesuai dengan namanya, namun juga meliputi pulau Lombok, Sumbawa, Satonda yang berdekatan dengan Sumbawa, dan Rinca yang berdekatan dengan Flores. Burung Elang Flores dapat ditemukan pada hutan hingga ketinggian 1600 mdpl, juga telah ditemukan pada area yang sudah diolah oleh manusia, namun tetap berdekatan dengan hutan. Bagi masyarakat Flores suku Manggarai yang kebanyakan dapat mengenali banyak jenis elang, mereka menamai Elang Flores sebagai Ntangis. Suku Manggarai di bagian barat Flores menganggap bahwa Elang Flores sebagai leluhur manusia yang tidak boleh disiksa, dibunuh, atau ditangkap.

Populasi dari burung Elang Flores diperkirakan hanya mencapai 150-360 individu, sehingga IUCN menetapkan burung Elang Flores kedalam kategori Critically Endangered atau sangat kritis. Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Daerah Kabupaten Ende yang disampaikan Bupati Marsel Petu pada April 2019, populasi Elang Flores di kawasan Taman Nasional Kelimutu, Flores, NTT tersisa hanya tinggal 10 ekor. Populasi burung Elang Flores makin terancam akibat terdegradasinya dan rusaknya habitat, dilakukannya perburuan oleh penduduk lokal dikarenakan merupakan hama yang telah memangsa hewan ternak warga setempat yaitu ayam, dan penangkapan Elang Flores untuk diperjualbelikan.

Action plan merupakan suatu upaya yang dapat dilakukan dimasa yang akan datang, dalam hal ini yaitu berkaitan dengan upaya penyelamatan hewan yaitu burung Elang Flores dari kepunahan. Action plan dapat berupa upaya sederhana maupun kompleks. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu pelestarian burung Elang Flores yaitu dengan upaya sosialisasi terhadap masyarakat setempat serta kisaran kawasan Taman Nasional bahwa burung Elang Flores merupakan satwa yang sudah sangat sedikit jumlahnya, melakukan upaya penanganan hewan ternak ayam agar tidak menjadi mangsa dengan cara membuat lahan tertutup dengan atap untuk beternak ayam sehingga ayam tidak perlu berkeliaran di lahan terbuka, dan melakukan upaya pemulihan kembali habitat Elang Flores yang sudah rusak.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190410130634-269-384903/populasi-elang-flores-di-tn-kelimutu-makin-kritis

https://www.iucnredlist.org/species/22732096/125448523

https://www.indonesia.go.id/ragam/keanekaragaman-hayati/sosial/elang-flores-si-pemburu-yang-kian-diburu


5 responses to “Hewan Endemik Indonesia, Elang Flores yang Memprihatinkan”

  1. Andre Haryanto says:

    This is a nice action plan, but it should be reconsidered about building a closed land for chicken farming

  2. dkrisna says:

    Artikelnya menarik bagi saya, karena saya cukup prihatin dengan kondisi Elang Flores pada saat ini. Semoga akan lebih banyak masyarakat yang lebih memahami action plan ini, dan semoga berhasil ya!

  3. sarasdhani says:

    artikel yang menarik membuat saya jadi tertarik mempelajari tentang satwa ini, semoga action plannya dapat terlaksanankan dan mungkin action plannya dapat lebih dikembangkan untuk pemulihan kembali habitat elangnya

  4. descarelda14 says:

    Semoga action plan dapat membantu melindungi spesies elang flores yang terancam punah, sehingga tidak ada lagi ancaman yang dapat menyebabkan kepunahan spesies ini.

  5. kinan says:

    artikel yang bagus, semoga action plan dapat berhasil dan populasi elang tidak terus menurun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php