MIW's: Read me now

Monthly Archives: September 2014


Lacak Balak dengan Identifikasi Molekuler

Posted: September 11th 2014

“Seratus tahun yang lalu Indonesia masih memiliki hutan yang melimpah, pohon-pohonnya menutupi 80 sampai 95 persen dari luas lahan total dengan tutupan hutan total pada waktu itu diperkirakan sekitar 170 juta ha. Saat ini, tutupan hutan sekitar 98 juta hektar, dan paling sedikit setengahnya diyakini sudah mengalami degradasi akibat kegiatan manusia. Sejak tahun 1996, deforestasi tampaknya malah meningkat lagi sampai sekitar 2 juta ha per tahun. Pada tingkat ini, tampaknya seluruh hutan dataran rendah Indonesia – yang paling kaya akan keanekaragaman hayati dan berbagai sumber kayu – akan lenyap dalam dekade mendatang” -(Holmes, 2000). Gambar 1. Garis Wallace sebagai Dasar Keanekaragaman Hayati Indonesia Indonesia adalah Negara penghasil berbagai kayu bulat tropis dan kayu gergajian, kayu lapis dan hasil kayu lainnya, serta pulp untuk pembuatan kertas. Lebih dari setengah hutan di Negara kita sekitar 54 juta hektar, dialokasikan untuk produksi kayu dan 2 juta ha lagi hutan tanaman industry yang telah … Read more


Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) : Apakah Aku masih bisa berkicau di tanah Bali?

Posted: September 5th 2014

“Makhluk hidup pada kenyataannya tidak selalu mempunyai kerapatan (density) yang sama dalam ruang dan waktu. Ada makhluk hidup yang pada suatu saat tersebar luas dengan kerapatan yang tinggi, tetapi pada saat lain menciut dan sulit dijumpai. Adanya kenyataan itu membuat makhluk hidup itu mempunyai sifat endemik, tersebar jarang, dan menjadi relik (tersisa)” – TN. Bali Barat Gambar 1. Tiga Jalak Bali di pohon (Sumber: http://www.arkive.org/bali-starling/leucopsar-rothschildi/image-G111296.html) Indonesia mempunyai species burung yang sangat beranekaragam. Menurut Birdlife tahun 1995, jumlah species burung di Indonesia sekitar 1539 jenis. Banyak dari species tersebut memiliki kicauan yang unik dan menarik, beberapa diantaranya yaitu Beo (Gracula e.religiosa), Jalak Awu (Sturnus m.melanopterus), Jalak Uren (Sturnus contra jala), Jalak Hitam (Acridoptheres fuscus javanicus), dan Jalak Bali (Leucopsar rothschildi). Sayangnya, burung Jalak Bali merupakan satwa yang dikategorikan dalam IUCN (International Union for Conservation of Nature) sebagai satwa yang kritis dan berdasarkan konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITIES ( Convention on International … Read more



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php