Ancilla Alfionita Intan C

PTI-11;Selasa, 27/11/2012

Posted: December 9th 2012

Data, Knowledge, and Decision Support

Dalam suatu perusahaan, orang yang bertugas untuk mengambil keputusan adalah seorang manajer.

Peran Manajer :

  1. Interpersonal : dalam aspek ini manajer berperan sebagai seorang figuran atau panutan bagi para pegawainya. Manajer juga bertugas untuk memimpin anak buahnya.  Interpersonal artinya kita melihat seorang manajer dari sisi personality (kepribadian).
  2. Informational : Manajer berperan sebagai pemantau dan penyebar informasi yang bertugas untuk berbicara mengenai kebijakan-kebijakan yang ada di dalam perusahaan.
  3. Pengambil Keputusan : Manajer bertugas mengambil keputusan, membagi tugas, dan bernegosiasi.

Peran IT :

Peran teknologi informasi dalam membantu seorang manajer adalah sebagai penyebar informasi dan decision support system. Dalam segi informational peran IT sangat dibutuhkan manajer untuk menyebarkan informasi kepada staf-staf yang membantu manajer. Sebagai sistem pendukung keputusan, manajer sangat membutuhkan bantuan dalam mengambil keputusan, oleh sebab itu didesainlah program tersebut agar seorang manajer bisa mengambil keputusan tepat bagi perusahaannya.

 

Data :

1. Sumber Data :

–  Internal : Data bisa berasal dari dalam perusahaan itu sendiri.

–  Personal : Data berasal dari perseorangan.

–  Eksternal : Data berasal dari luar perusahaan.

 

2. Ciri data yang berkualitas :

–   Akurat : datanya tepat dan tidak dibuat-buat

–   Aman

–   Relevan : data yang diambil sesuai dengan kebutuhan

–   Pada saat dibutuhkan data selalu ada

–   Data harus lengkap dan konsisten (informasi  yang terkandung tidak berubah-ubah)

 

Penyimpanan Data dan Manajemennya :

–   Data disimpan dalam warehouse

–   Manajemen data harus sesuai dengan jenis data yang akan diatur dengan mempertimbangkan keamanan, terjaganya kualitas, dan keakuratan data.

 

Intelegensi bisnis :

Semua aktivitas yang digunakan untuk membantu bisnis

Proses Pengambilan Keputusan :

  1. Fase intelligence : Menganalisis suatu masalah
  2. Fase desain : Mendesain solusi masalah
  3. Fase memutuskan : Mengambil keputusan
  4. Fase implementasi : Melaksanakan keputusan

 

Model : merupakan representasi dari kenyataan

Jenis-jenis model:

– Iconis (scale) models : merupakan replika fisik dari sebuah sistem.

– Analog models : model seperti sistem yang sungguhan.

– Mathematical (quantitative) model : model dari hubungan yang kompleks dan menghubungkan eksperimen yang ada.

– Mental models : bagaimana cara seseorang berfikir tentang situasi yang sedang dihadapi.

 

3 Macam jenis keputusan :

1. Terstruktur : Keputusan yang diambil secara periodik atau rutin. Sudah ada prosedur yang jelas dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

Contoh : Suplai barang alat tulis. Suplai barang ini dapat terjadi secara periodic dan bersifat sehari-hari.

2. Tidak terstruktur : Keputusan ini diambil oleh eksekutif manajer yang melibatkan pemikiran-pemikiran atau penilaian dari manajer itu sendiri.

3. Semi terstruktur : Keputusan diambil menurut prosedur yang ada, tetapi juga dibantu dengan penilaian (pemikiran) dari manajer itu sendiri.

Contoh : Manajer personalia, dalam merekrut pegawai ada prosedur yang berlaku dalam perusahaan itu sendiri, tetapi dalam pengambilan keputusan final apakah orang tersebut diterima sebagai pegawai atau tidak, keputusan tetap ada di tangan manajaer. Karena manajer yang memberi penilaian akhir sebelum mengambil keputusan.

 

DSS (Decision Support  System) :

DSS merupakan decision yang sifatnya tidak terstruktur dan semi terstruktur. DSS ada untuk membantu manajer mengambil keputusan, terutama tidak terstruktur. Tidak terstruktur merupakan pemikiran atau penilaian dari manajer itu sendiri, oleh sebab itu, manajer membutuhkan bantuan agar keputusan yang diambil tepat atau tidak salah.

1. Teknik Sensifiti Analisis

Dari bantuan sistem ini, seorang manajer dapat mengetahui efek dari mengubah sesuatu.

Contoh : kredit rumah : nilai cicilan 12 bulan berbeda dari 24 bulan.

2. What-if analysis

Seorang manajer melalui sistem ini dapat mengetahui dampak yang terjadi jika keputusan itu diambil.

Contoh : dampak kredit : jika uang muka besar cicilan lebih ringan, jika uang muka kecil cicilan lebih berat.

3. Goal-seeking analysis

Merupakan nilai dari input yang digunakan untuk mendapatkan output.

Komponen DSS :

–  Manajemen Data : menjaga data agar tetap relevan.

–  Interface : antar muka, pengguna berkomunikasi dan mengkomandokan DSS.

–   Ada beberapa pilhan model yang bisa dipakai sesuai dengan kebutuhan.

–   Manajemen pengetahuan : menyediakan pengetahuan untuk menemukan solusi tentang suatu masalah yang diinput dalam DSS.

 

(EDS) Enterprise Decision Support :

Sistem ini ditujukan untuk eksekutif. Karena untuk eksekutif, maka akses data juga harus cepat. Bisaanya output EDS adalah berbentuk grafis, karena grafis lebih bisa dimengerti, dan lebih mudah untuk dianalisis. Mengingat seorang eksekutif pasti sibuk, output data untuk pengambilan keputusan tidak mungkin berbentuk grafis. Karena keputusan harus diambil cepat, maka output yang diberikan adalah grafis.

Kemampuan :

– User bisa melihat informasi yang detail

– Drill down : mendetailkan informasi umum

– Menganalisis suatu trend

– Menyediakan laporan (reporting), dan sebagainya.

 

Group Decision System :

DSS yang digunakan dalam llingkup kelompok dalam rangka untuk mengambil keputusan.

Implementasi GDS :

– Rapat Face to face : Anggota organisasi bertemu langsung untuk mengadakan rapat dalam suatu ruang keputusan (decision room). Anggota tersebut duduk di depan computer yang saling terhubung dan memakai perangkat lunak GDS untuk mengambil keputusan.

– Corporate (war room) : informasi ditampilkan secara grafis dan kemudian dianalisis oleh suatu kelompok.

– Mendukung virtual teams : Membantu mengambil keputusan bersama berdasarkan hasil polling yang diambil, mendukung diskusi yang berlangsung, dan sebagainya.

 

Yang dapat dilakukan dengan tempat penyimpanan data :

– Proses analisis : aktivitas dari menganalisis suatu data yang telah terkumpul.

– OLAP (Online analytical processing) : proses analisis online yang dilakukan secara real-time atau langsung. Menganalisis hubungan antara beberapa tipe dari elemen bisnis. Mempunyai respon yang cepat dari permintaan users.

– Data mining : Merupakan teknik pencarian untuk mendapatkan informasi atau pola-pola tersembunyi.

Contoh : melihat pola belanja dalam suatu supermarket.

Analisis data dapat dilakukan dengan visualisasi data agar informasi yang terkandung di dalamnya lebih informatif.

Ditampilkan dalam bentuk visual

Contoh : grafik, tabel, gambar, dan lain-lain.

 

Teknik Visualisasi Data :

  1. Visual Interactive Modeling : Grafik ditampilkan berdasarkan keputusan yang akan diambil. Dengan model-model tertentu yang disediakan untuk membantu mengambil keputusan.
  2. Visual Interactive Simulation : Simulasi model yang berbentuk animasi dan bisa dilihat serta dimodifikasi oleh pembuat keputusan.
  3. Geographic Information Systems : Menampilkan data yang terhubung dengan lokasi geografis menggunakan peta digital.

 

Manajemen Pengetahuan :

 

– Asset pengetahuan : terdiri dari pengetahuan tentang pasar, produk, teknologi, dan bisnis yang dimiliki.

– Best practices : koleksi dari solusi terbaik.

– Intellectual capital : koleksi pengetahuan yang dimiliki oleh suatu organisasi.

– Knowledge system : mengumpulkan pengetahuan, menyimpan pengetahuan tersebut dalam database, perawatan database, dan mengaplikasikan pengetahuan kepada users.

– Competitive intelligence : mengkoleksi informasi yang kompetitif.

IT mendukung manajemen pengetahuan karena IT berfungsi untuk mengidentifikasi, menganalisis suatu permasalahan, lalu memperkaya pengetahuan. Setelah itu, menyimpan pengetahuan yang ada dalam suatu organisasi, dan yang terakhir menyediakan tempat bagi yang membutuhkan pengetahuan untuk diakses.

 

Implementasi manajemen pengetahuan :

– Mereorganisasi knowledge yang ada dalam suatu organisasi.

– Membuat posisi baru, sebagai Chief Knowledge Officer yang bertugas membuat infrastruktur manajemen pengetahuan, membangun knowledge culture, dan melakukan output (merealisasikan).

– Memfasilitasi pengajaran organisasi : belajar dari pengalaman untuk bisa bertahan.

Sumber dari knowledge juga dapat berasal dari ide kreatif dari personal atau grup. Software tools dari GDSS membantu indivisal untuk menstimulan produksi yang kreatif dari ide yang kreatif. GDSS juga dapat mempromosikan ide kreatif dari suatu grup.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php