Ancilla Alfionita Intan C

PTI-5; Selasa, 2/10/2012

Posted: October 5th 2012

Managing Organizational Data and Information

Sebuah data pasti mempunyai hirarki. Hirarki data adalah sebagai berikut :

Karakter –> Field (atribut) –> Record –>File –> Database (basis data)

Penjelasan

1. Field terdiri dari karakter (huruf, angka, dsb) — biasanya 1 kolom disebut sebagai Field.

2. Record adalah merupakan kumpulan field, biasanya ada dalam 1 baris.

3. File adalah kumpulan dari record.

4. Database atau basis data merupakan kumpulan dari beberapa file.

Tipe-tipe data :

– Text : terdiri dari huruf, angka, dan simbol tertentu

– Numeric : terdiri dari angka saja

– Autonumber : berupa angka-angka unik

– Currency : Angka dari mata uang yang terdiri dari decimal values.

– Yes/No : jawaban hanya ada benar atau salah dan ya atau tidak.

– Date : hari, bulan, tahun, waktu

– hyperlink : terdiri dari alamat-alamat web

– memo : catatan

– object : bisa berupa foto, audio, video, dsb.

Istilah-istilah :

1. Entitas : merupakan 1 record (dapat berupa nim, nama, alamat, dsb)

Contoh : Data mahasiswa, dosen, mata kuliah, dan lain sebagainya.

2. Atribut = Field

Contoh : no, nama mahasiswa, alamat, dsb.

3. Primary key merupakan field yang sangat unik. Jadi data yang ada tidak ada kembarannya, alias hanya ada satu data yang seperti itu.

Contoh : NPM Mahasiswa

4. Secondary key merupakan kebalikan dari primary key yaitu sifatnya tidak unik. Biasanya digunakan untuk mengelompokkan record-record.

Storing & Accessing Records

Media sequential misal tape, pencarian datanya tidak bisa random, jadi harus secara urut.

— Teknik mencari file secara random :

1. Indexed Sequential Access Method (ISAM)

Pencarian file dengan menggunakan daftar indeks. Lebih mempermudah untuk mencari data yang mereka butuhkan. seperti halnya buku yang juga terdapat indeks untuk mencari kata-kata tertentu yang ada dalam buku.

2. Direct File Access Method

Rekaman file di satu tempat, dan satu lokasi tersebut diwakili oleh satu kunci untuk bisa membukanya.

— Pengorganisasian File :

a. Traditional File Enviroment

–>> masing-masing departemen mempunyai file sendiri-sendiri dan setiap file berdiri sendiri-sendiri.

–>> Problem :

1) 1 data bisa ditemukan di banyak file, karena masing-masing departemen mempunyai file sendiri-sendiri, otomatis akan terjadi redundansi data (data redundancy), jumlah data yang sama lebih dari satu dan bisa ditemukan di banyak tempat.

2) Data tidak bisa konsisten. artinya, jika kita mengganti data dengan judul A di departemen A, seharusnya data A di departemen B juga berubah, tetapi dalam tipe ini data A hanya berubah di departemen A, karena tidak saling terhubung satu sama lain.

3) Integritas data (harus akurat & benar), tetapi yang terjadi di tradisional biasanya data menjadi tidak akurat dan tidak benar.

4) Keamanan data menjadi tidak terjamin. Jika 1 departemen terhapus, maka tidak ada data cadangan di tempat lain karena data tersebut hanya ada di departemen itu.

5) Data sulit untuk diakses

6) Aplikasi menyesuaikan diri dengan datanya. jadi jika ada data A, aplikasinya harus menyesuaikan jenis data A tersebut.

b. Modern Approach

Pengorganisasian file tipe ini lebih mengacu pada pendekatan database atau basis data.

Bisa memuat banyak program, dan user dapat men-share data dalam 1 base data (basis data)

Keamanan menjadi lebih terjamin daripada yang tradisional.

Tidak ada data redundancy karena file yang ada dalam tiap departemen saling terhubung satu sama lain. Jadi tidak akan terjadi file kembar.

Pengorganisasian file seperti inilah yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk mempermudah pengorganisasian file-file yang ada, karena tidak akan terjadi redundancy. Jika kita mengedit file A di departemen A, maka file dengan tipe A di lain departemen juga akan berubah secara otomatis.

Pengalokasian Data

a. Sentralisasi

pengalokasian data yang disimpan dalam satu lokasi pusat. Tetapi jika kita menggunakan pengalokasian file dengan cara seperti ini, akan sangat rentan eksistensi data di dalam file tersebut. Karena apabila terkena virus, dan lain sebagainya yang bersifat merugikan dan merusak, akan merusak file yang ada di pusat, dan hal tersebut sangat sulit untuk disembuhkan. Jika kita menggunakan penyentralan, otomatis kita harus berbagi dengan keopok lain untuk mengerjakan kuis sama-sama. Hanya mempunyai satu server pusat.

b. Terdistribusi

Terdiri dari replikasi dan Partisi

Replikasi adalah mengcopy seluruh database ke tempat tertentu.

Partisi adalah membagi file dalam beberapa server. Jadi server ada banyak di berbagai daerah. Hal pembagian tersebut tentu saja mempermudah user untuk menempatkan data.

DBMS (Database Management System)

Contoh : Ms.Access, SQL Server, dsb.

Langkah untuk mengembangkan DBMS :

1. Kembangkan desain konseptual – model abstrak database dari pengguna atau perspektif bisnis

2. Mengatur dengan Entity-Relationship (ER) pemodelan
Proses perencanaan desain database :

(entitas) course, course number, course name, place, time –>> (entity relationship) can have –>> professor, ID number, name (entitas).

3. Mengaplikasikan struktur data memakai proses normalisasi.

4. Menerapkan struktur data dalam sistem perangkat lunak dari manajemen database (basis data)

Langkah untuk membuan DBMS:

a. Buat table

b. Definisikan dahulu field-field yang akan dimasukkan

c. Buatlah kunci primer (kode unik)

d. Mendefinisikan hubungan tabel

e. Tambahkan data aktual ke dalam tabel.

DBMS merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk menjadi perantara akses ke database. Data disimpan dalam satu lokasi. Tetapi data tersebut dapat diperbaharui atau direvisi ulang. Berfungsi untuk menjaga integritas informasi yang ada. Memulihkan informasi ketika sistim gagal, dan dapat mengakses beberapa fungsi database dari dalam aplikasi.

DBMS dibagi menjadi dua, yaitu :

– Logical view = merupakan data dalam format yang berarti untuk user sendiri (tabel dengan datanya)
– Physical View = berkaitan dengan pengaturan lokasi data dalam perangkat penyimpanan akses langsung (DASD)
DBMS lebih memberatkan pada physical view, tetapi user hanya cukup melihat logical view.

DBMS compnents

a. Data model (model data secara konseptual)

b. DDL (Data Definition Language)

berfungsi untuk mendefinisikan konten, seperti gambar, video, dsb.

c. Data Manipulation Language (DML)

misal : SQL (Structured Query Language)

Contoh :

SELECT*FROM EMPLOYEE –> artinya data diri dari tabel employee terbuka semua.

SELECT*FROM EMPLOYEE WHERE_ID_EMP = ‘1001’

d. Data Dictionary

merupakan kamusa data, yang berisi mengenai istilah-istilah dan semua hal yang menyangkut data.

Keuntungan DBMS :

– Meningkatkan strategi pemakaian dari data yang digunakan

– Mengurangi kompleksitas lingkungan Information Technology (IS)

– Mengurangi redundansi data dan inkonsistensi

– Peningkatan integritas data

– Aplikasi / data independence

– Meningkatnya keamanan

– Mengurangi pengembangan dan biaya pemeliharaan karena sudah menggunakan DBMS.

– Meningkatnya akses data dan fleksibilitas data.

Memakai Tempat Penyimpanan Data :

– data warehouse : merupakan gudang data dari perusahaan, jadi tipe tempat penyimpanan data yang paling besar.

– data mart : kapasitasnya lebih kecil daripada yang warehouse

– data mining : Menggunakan algoritma untuk mendapatkan atau menemukan pola-pola terntentu.

Kesimpulan :

Ternyata data mempunyai hirarki sendiri, dari mulai yang tingkatannya teratas (database) dan terendah (karakter). Ada dua macam pengorganisasian file, tradisional dan modern. Dan yang lebih efektif, efisien, mudah, dan banyak keuntungannya adalah yang tipe modern. DBMS adalah salah satu pilihan yang tepat untuk menyelesaikan masalah pengalokasian data, dsb. User juga diharap lebih konsentrasi pada logical view dibanf=ding dengan physic view. Ketik suatu organisasi membuat database (basis data) yang baik, maka pengorganisasian dan pengalokasian data juga akan tertata rapi dan baik, hal tersebut dapat didukung dengan kapasitas penyimpanan data yang besar untuk memperlancar pengorganisasian data.

 

Ancilla Alionita Intan C

120707051


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php