Rumah Ide Inno

Pendidikan yang Ditempuh untuk Belajar Psikologi

Posted: April 21st 2020

Informasi mengenai syarat penerimaan menjadi mahasiswa psikologi

Sebelum menentukan ke mana universitas yang akan dituju, akan lebih baik kamu melihat latar belakang penjurusan di SMA-mu. Beberapa universitas meletakkan jurusan psikologi di Fakultas Kedokteran yang merupakan klaster sains dan teknologi (saintek), sedangkan beberapa universitas memiliki Fakultas Psikologi sendiri yang menempatkan di klaster sosial dan humaniora (soshum). 

Dari informasi ini tersebut, kamu dapat menebak apakah ujian yang akan diberikan dari klaster saintek yang memiliki latar belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau dari klaster soshum yang memiliki latar belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). 

Setelah memahami klaster-klaster tersebut, kamu dapat menentukan tema tes apa yang ingin kamu pilih. Jika kamu di SMA berasal dari IPA tidak ada salahnya jika ingin belajar mengenai IPS saat saringan masuk perguruan tinggi. Begitu pula sebaliknya jika kamu berasal dari IPS yang ingin masuk ke universitas dengan penjurusan psikologi di klaster saintek. 

Mempertimbangkan Universitas dengan Jurusan Psikologi 

Ketika kamu memantapkan diri untuk belajar psikologi, ada baiknya jika kamu telah menghimpun informasi mengenai universitas apa saja yang memiliki jurusan psikologi di Indonesia.

Beruntungnya, hampir seluruh universitas di Indonesia memiliki Fakultas Psikologi. Sebelum menentukan ke mana akan melangkah, pastikan dahulu kemampuan belajar dan anggaran belajar yang kamu miliki. Dengan mempertimbangan kemampuan belajar dan dana untuk belajar, kamu dapat memilih universitas mana yang akan dituju.

Setiap universitas juga memiliki kebijakan penjurusan psikologi masing-masing. Oleh karena itu, ada baiknya kamu sudah mempelajari dan mencari informasi mengenai universitas tersebut dan bagaimana penjurusan psikologi yang ada di setiap universitas

Beberapa universitas memiliki Fakultas Psikologi tersendiri, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, dan Universitas Indonesia. Namun, ada pula universitas yang menempatkan S1 Psikologi di fakultas yang lain, yaitu di Fakultas Kedokteran seperti di Universitas Hasanuddin dan Universitas Sebelas Maret.

Dengan mempertimbangkan dari aspek kemampuan diri dan calon universitas yang akan dituju, kamu dapat menentukan langkah belajar selanjutnya. 

Menentukan Pilihan Tujuan Belajar Psikologi

Setelah menentukan universitas apa yang akan kamu tuju, tidak ada ada salahnya sejak dini sudah mempertimbangkan akan ke mana langkah kamu selanjutnya setelah lulus dari S1. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, penjurusan psikologi ke depan akan ada dua arah yaitu menjadi psikolog dan menjadi ilmuwan psikologi.

Setelah lulus S1, kamu tidak serta merta boleh membuka layanan konseling. Gelar sebagai psikolog atau psikologi sebagai profesi dapat diperoleh seseorang setelah mendapat izin untuk melakukan praktik konseling. 

Jika kamu ingin berprofesi sebagai psikolog yang mengantongi izin praktikum, kamu dapat memilih Magister Psikologi Profesi pada jenjang pendidikan setelah S1. Syarat masuk pada Program Magister Psikologi Profesi harus memiliki latar belakang S1 Psikologi.

Lain halnya apabila kamu ingin menjadi peneliti, dosen, atau ilmuwan psikologi tanpa ingin mengantongi izin praktik konseling. Menjadi ilmuwan psikologi juga dapat ditempuh melalui jenjang S2 dengan program penjurusan yang lebih umum. Program Magister Psikologi dapat diikuti oleh jurusan lintas disiplin. 

Dengan menentukan langkah ke depan, kamu akan lebih ringan ketika kelak dihadapkan pada dunia kerja.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php