Satya Kumara's Blog

Blogger Pemula

Action Plan Biologi Konservasi

Ayo Berpartisipasi dalam Konservasi Trenggiling (Manis javanica)

Trenggiling (Manis javanica) adalah salah satu hewan yang hidup di Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan. Trenggiling memiliki tubuh yang ditutupi oleh sisik keras dan rambut-rambut kasar, selain itu trenggiling juga dilengkapi dengan 4 kaki pendek dengan cakar panjang dan melengkung. Trenggiling merupakan hewan yang aktivitasnya berlangsung sangat tinggi di malam hari (nokturnal), pada siang hari umumnya trenggiling lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur di dalam lubang pohon atau di celah-celah pohon. Trenggiling memperoleh makanannya dengan menggunakan lidahnya yang panjang dan lengket, makanan utama dari trenggiling adalah semut dan rayap.

Trenggiling (Manis javanica)
(Sumber Gambar: IUCN Redlist)
Status Konservasi Trenggiling (Manis javanica) (Sumber Gambar: IUCN Redlist).

Menurut situs IUCN Redlist, Trenggiling termasuk ke dalam kategori Critically Endangered (CR) atau terancam punah. Status konservasi trenggiling yang terancam punah disebabkan karena tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan perburuan liar, perdagangan ilegal dan pembukaan lahan perkebunan. Maraknya perburuan liar terhadap trenggiling disebabkan karena trenggiling dianggap memiliki nilai ekonomis. Walaupun trenggiling menurut Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) masuk ke dalam kategori Appendix 1 atau tidak boleh diperdagangkan, namun perdagandan ilegal merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Perdagangan ilegal trenggiling dilakukan karena kebutuhannya yang tinggi, trenggiling banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau bahan obat tradisional.

Trenggiling dianggap memiliki khasiat, bagian daging, lidah, kulit dan sisiknya banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam obat tradisional di Tiongkok. Indonesia sebagai salah satu negara yang banyak memperdagangkan trenggiiling untuk di ekspor ke luar negeri, salah satunya diperdagangkan secara illegal ke pasar tiongkok. Diperkirakan pada tahun 1999 hingga 2017 telah terdapat 192.567 individu trenggiling yang diperdagangkan secara illegal.

Selain karena perdagangan ilegal, pembukaan lahan untuk lahan perkebunan menyebabkan trenggiling kehilangan habitat aslinya, terutama pohon sebagai tempat tinggalnya. Masa hidup dari seekor trenggiling hanya berlangsung selama 7 tahun dan reproduksinya hanya berlangsung pada musim kawinnya saja. Musim kawin dari trenggiling di alam berlangsung selama bulan April-Juni, hal ini juga mempengaruhi sedikitnya jumlah individu trenggiling yang ada di alam.

Kondisi trenggiling yang terancam punah harus segera dicari solusinya, karena trenggiling memiliki fungsi ekologi yang penting di alam. Kebiasaan trenggiling mencari semut atau rayap dengan menggali tanah dapat menggemburkan tanah dan melancarkan siklus biogeokimia dari hutan. Jika tanahnya subur, maka proses regenerasi pepohonan dapat terjaga yang secara tidak langsung dapat meningkatkan oksigen bagi manusia. Pentingnya peranan trenggiling di alam ini menjadi tantangan bagi kita sebagai mahasiswa biologi dan agen konservasi dalam melindungi trenggiling di Indonesia.


Selain karena perdagangan ilegal, pembukaan lahan untuk lahan perkebunan menyebabkan trenggiling kehilangan habitat aslinya, terutama pohon sebagai tempat tinggalnya. Masa hidup dari seekor trenggiling hanya berlangsung selama 7 tahun dan reproduksinya hanya berlangsung pada musim kawinnya saja. Musim kawin dari trenggiling di alam berlangsung selama bulan April-Juni, hal ini juga mempengaruhi sedikitnya jumlah individu trenggiling yang ada di alam.

Kondisi trenggiling yang terancam punah harus segera dicari solusinya, karena trenggiling memiliki fungsi ekologi yang penting di alam. Kebiasaan trenggiling mencari semut atau rayap dengan menggali tanah dapat menggemburkan tanah dan melancarkan siklus biogeokimia dari hutan. Jika tanahnya subur, maka proses regenerasi pepohonan dapat terjaga yang secara tidak langsung dapat meningkatkan oksigen bagi manusia. Pentingnya peranan trenggiling di alam ini menjadi tantangan bagi kita sebagai mahasiswa biologi dan agen konservasi dalam melindungi trenggiling di Indonesia.

Langkah konservasi trenggiling yang dapat dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa biologi dan kaum muda milenial adalah dengan membuat sebuah akun sosial media yang dapat berfungsi sebagai wadah yang akan memberikan informasi mengenai trenggiling berkaitan dengan anatomi, ciri khas, kebiasaan unik, populasi serta keberadaannya di dalam dan lain sebagainya. Harapannya dengan memberikan seluruh informasi tentang konservasi trenggiling dapat menambah wawasan serta menarik kesadaran anak muda milenial dan masyarakat pengguna internet (netizen) untuk ikut berkontribusi dalam menyebarkan informasi konservasi trenggiling. Selanjutnya, aksi nyata yang dapat dilakukan sebagai agen konservasi trenggiling adalah dengan melakukan penyuluhanan tentang trenggiling kepada anak-anak di Taman Kanak-Kanak dan/atau Sekolah Dasar sehingga tertanam nilai-nilai untuk mencintai satwa sejak dini. Terakhir untuk melindungi trenggiling dan seluruh satwa yang terancam punah, dapat kita lakukan dengan aktif bersuara dan mendorong pemerintah untuk segera merevisi UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang dianggap sudah usang dan perlu pembaruan, hal ini perlu dilakukan agar ada penindakan yang tegas terhadap para pelaku perburuan dan pergadangan ilegal terhadap flora dan fauna terancam punah.

Langkah-langkah konservasi diatas hanyalah sebagian kecil saja dari banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendukung konservasi Trenggiling. Kesadaran terhadap konservasi harus dimulai dari diri kita sendiri, karena jika kita tidak memulai mau menunggu kapan? Oleh sebab itu saya mengajak teman-teman semuanya untuk berpartisipasi aktif dalam mengikuti seluruh isu-isu konservasi yang ada di Indonesia salah satunya isu keterancaman Trenggiling (Manis javanica). Terimakasih.

6 comments on “Action Plan Biologi Konservasi

    Theresia Ulina

    December 5th, 2020

    inspiratif!

    arlitanomi17

    December 6th, 2020

    Thanks buat informasinya, good luck!!

    laksitandaru

    December 7th, 2020

    sangat bermanfaat informasinya. Semoga terwujud rancangannya!

    levinedrickwibawa

    December 7th, 2020

    sangat inspiratif, semoga terlaksana

    michelleaudrey

    December 8th, 2020

    Sangat informatif sekali. Benar, kita harus melakukan konservasi mulai dari diri sendiri. Semoga action plannya terwujud!

Submit Your Comment

Name:
Email:
Website:
Comments:
css.php