Info Pendidikan Untuk Mahasiswa UAJY

Inilah Prinsip Membangun Karakter Anak untuk Peduli Protokol Kesehatan

Posted: March 1st 2021
Bhabinkamtibmas Polsek Sukahaji Briptu Inten Ajari 3M Prokes Pada Anak Usia  Dini – Barak News – Media Informasi dan Promosi

Sebuah proses pembelajaran yang sangat efektif ialah jika seorang pelajar bertemu secara langsung tatap muka bersama pendidiknya. Namun dikarenakan pandemi covid-19 melanda dunia dan juga termasuk Indonesia, maka seluruh proses pembelajaran menjadi terhambat dan menjadikan pemerintah memutuskan untuk menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh. Namun, dengan sistem ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat adanya risiko dampak sosial negatif yang berkepanjangan akibat PJJ seperti putus sekolah, penurunan capaian belajar, kekerasan pada anak, dan risiko eksternal lainnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada pengumuman Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri menjelaskan bahwa prinsip yang menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan pendidikan selama pandemi Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan serta tumbuh kembang dan hak siswa.

Namun, setahun kita mengalami pandemi covid-19 ini yang belum selesai dan belum tau kapan selesainya. Vaksin sudah disebarluaskan oleh Kementerian Kesehatan kepada jajaran masyarakat di Indonesia. Bagi tenaga pendidikan, vaksin juga telah memasuki babak pemberian vaksin kepada para tenaga pendidik, meliputi guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang lainnya. Vaksin kepada tenaga pendidik diupayakan dan sangat dikejar penyelesaiannya secepat mungkin oleh Kemendikbud dan Kemenkes dengan harapan supaya pada bulan Juni atau Juli 2021, sekolah tatap muka dapat langsung digelar.

Virus covid-19 sampai detik ini belum hilang sepenuhnya. Seluruh aktivitas menjadi sangat terbatas bagi kita semua. Tak terkecuali pada sektor pendidikan. Seluruh aktivitas pembelajaran menjadi sangat dibatasi termasuk sistem pembelajarannya. Sistem pembelajaran yang sampai detik ini diterapkan ialah menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) maupun dalam jaringan (daring). Semua orang harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketika berada di luar rumah. Tak terkecuali anak-anak. Hal ini penting dilakukan agar bisa terhindar dari Covid-19. Hanya saja, masih ada anak yang abai dengan protokol kesehatan. Terlebih bagi siswa yang akan persiapan untuk sekolah tatap muka nanti. Maka mulai saat ini harus ditanamkan dengan baik oleh orangtua mengenai kepedulian pada protokol kesehatan. Melansir laman Sahabat Keluarga Kemendikbud dijelaskan mengenai pentingnya orangtua untuk memberi edukasi pada anak tentang protokol kesehatan.

Tugas orangtua adalah membangun karakter anak sehingga mempunyai kepedulian untuk menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak, dan menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar. Kepedulian akan hal ini penting dibangun agar menjadi bagian dari karakter anak. Sebagaimana diketahui, karakter punya peran besar dalam membimbing anak sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan beragam situasi dan kondisi lingkungan sosial. Atau karakter ini akan menjadi “pemandu” bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang baik dan benar atau sebaliknya di tengah-tengah masyarakat. Karakter inilah yang juga menjadi penentu apakah seorang anak dianggap mampu atau tidak menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi masyarakat di sekitarnya. Begitupula di masa pandemi Covid-19 ini.

Adapun pendidikan karakter yang dianggap penting di sini adalah pendidikan budi pekerti yang meliputi:

  1. pengetahuan (cognitive)
  2. perasaan (feeling)
  3. tindakan (action)

Disamping itu, ada lima unsur yang perlu dipertimbangkan dalam pendidikan karakter dan relevan jika dihubungkan dengan membangun kepedulian anak-anak dalam konteks menjaga protokol kesehatan, yaitu:

  1. mengajarkan
  2. keteladanan
  3. menentukan prioritas
  4. praktis prioritas
  5. refleksi

Kemudian dalam membangun karakter anak, maka diperlukan prinsip-prinsip. Berikut ini 3 prinsip membangun karakter anak agar peduli protokol kesehatan dan jadi bekal pada saat sekolah tatap muka nanti.

1. Kebertahapan

Artinya proses perubahan, perbaikan, dan pengembangan harus dilakukan secara bertahap. Seorang anak tidak bisa dituntut untuk berubah sesuai yang diinginkan secara tiba-tiba dan instan, namun ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dengan sabar dan tidak terburu-buru. Jelas untuk membangun karakter, hasilnya tidak ada yang serta-merta bisa dirasakan. Pendidikan karakter membutuhkan waktu yang lama sehingga hasilnya bisa dilihat.

2. Kesinambungan

Artinya perlu ada latihan yang dilakukan secara terus menerus. Seberapapun kecil porsi latihan, yang penting latihan itu berkesinambungan. Sebab proses yang berkesinambungan inilah nantinya akan membentuk rasa dan warna berpikir seseorang.

3. Motivasi diri

Artinya, karakter pada anak terbentuk secara kuat dan sempurna jika didorong oleh keinginan sendiri, bukan karena paksaan dari orang lain.

Jadi proses merasakan sendiri dan melakukan sendiri adalah penting. Ini bisa dicontohkan jika mencoba sesuatu maka hasilnya akan berbeda daripada hanya melihat saja.


Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

Simak Peminat dan Daya Tampung 30 Program Studi di UNILA Jalur SBMPTN 2021

Go to post

Memahami Arti Pendidikan Serta Tujuannya

Go to post
© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php