KSDL batubara

Roh para leluhur cegah eksploitasi hutan

Posted: June 16th 2013

Roh para leluhur cegah eksploitasi hutan

Kearifan lokal masyarakat disekitar kawasan taman nasional Lore Lindu, Palu, Sulawesi tengah sangat beragam diantaranya bagaimana masyarakat mengelola dan memanfaatan sumber daya air, pengelolaan lahan hutan bergilir, dan pemanfaatan kulit kayu.

Lore Lindu merupakan masyarakat lokal yang telah memiliki kearifan tradisional warisan nenek moyang mereka dalam mengelola lanskap hutan dan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar tempat tinggal mereka.
Menurut Johnson (1992) dalam Sunaryo dan Joshi (2003), pengetahuan indigenous adalah sekumpulan pengetahuan yang diciptakan oleh sekelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang hidup menyatu dan selaras dengan alam.
Pengetahuan indigenous tidak hanya sebatas pada apa yang dicerminkan dalam metode dan teknik bertaninya saja, tetapi juga mencakup tentang pemahaman (insight), persepsi dan suara hati atau perasaan (intuition) yang berkaitan dengan lingkungan yang seringkali melibatkan perhitungan pergerakan bulan atau matahari, astrologi, kondisi geologis dan meteorologis. Pengetahuan lokal yang sudah demikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma dan budaya, dan diekspresikan di dalam tradisi dan mitos, yang dianut dalam jangka waktu cukup lama inilah yang disebut ’kearifan budaya lokal’.
Dalam artikel ini penulis akan lebih membahas tentang pengelolaan ladang berpindah atau sistem pengolahan tanah bergilir, masyarakat lore lindu mengolah ladang mereka dengan cara membakar lahan yang baru dibuka sebelum dijadikan ladang.

Masyarakat Lore Lindu menyebut lahan hutan yang telah di buka disebut popangalea, lahan terbuka yang produktif disebut bonde, dan untuk mengembalikan kesuburan tanah disebut Oma. Menurut mereka dengan mengelola lahan berpindah akan memperoleh hasil yang baik karena lahan subur.

Lahan yang telah ditanami akan ditinggalkan selama (1-25 tahun) menurut penulis ini akan menjadi masalah karena dapat menurunkan kualitas tanah sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem sekitar lahan terbuka, selain itu lahan yang baru dibuka degan cara membakar lahan berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan jika tidak diawasi dengan baik dan khususnya bagi pemuda adat yang belum mempunyai pengalaman, menurut penulis usulan bagi masyarakat yang mengelola lahan berpindah ini yaitu dengan memanfaatkan pupuk organik untuk mengembalikan kualitas tanah misalnya dengan membuat pupuk organik dari tumbuhan yang membusuk yang ada disekitar hutan.

Pemuliaan lahan dengan cara ini dinilai lebih efektif dibanding ladang berpindah, selain itu masalah yang mungkin muncul yaitu pemulihan lahan yang telah ditinggalkan akan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali ke keadaan semula, menggangu ekosistem sekitar lahan berpindah juga merupakan suatu masalah karena akan mengubah keadaan yang ada sebelumnya, ladang berpindah hanya menguntungkan masyarakat adat namun bagi keseimbangan ekosistem dinilai akan cukup mengganggu, selain itu konflik antar masyarakat adat akan bermunculan akibat perebutan lahan, biasanya masyarakat adat menganggap hutan yang telah mereka olah adalah milik mereka sepenuhnya tanpa ada surat kepemilikan lahan itu sendiri, siapa yang lebih dulu mebuka lahan maka dianggap orang tersebut memiliki hak sepenuhnya sebagai pemilik dan penguasa lahan. Namun disisi lain dengan adanya masyarakat adat sangat membantu dalam menjaga kelestarian alam karena semua yang disediakan alam dianggap sebagai suatu hal yang sakral sehingga mereka tidak seenaknya mengeksploitasi alam dan tidak menggunakan pupuk kimia sebagai penyubur tanah karena mereka anggap akan melanggar aturan adat dan tak menghormati roh para leluhur mereka terdahulu. Sehingga dapat disimpulkan pengelolaan kawasan yang dilakukan oleh masyarakat adat pasti baik adanya meskipun disisi lain juga mamiliki sisi negatif yaitu masalah yang tak terduga seperti kebakaran hutan yang sudah dibahas diatas.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php