KSDL batubara

bahan bakar fosil batubara

Posted: May 21st 2013

Bahan Bakar Fosil Batu-bara

Sumber daya  alam  di  Indonesia  terbukti  masih berlimpah  ruah, namun sumber daya ini tidak akan dapat dimanfaatkan tanpa campur tangan manusia. Sumber daya alam tediri dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui (hayati) dan tidak dapat diperbaharui (nonhayati). Salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (nonhayati) adalah sumber daya alam mineral khususnya bahan bakar fosil yang mempunyai beberapa jenis diantaranya minyak bumi, gas bumi dan batubara. Saat ini kita akan lebih dalam membahas bahan bakar fosil khususnya batu bara. Batubara adalah bahan bakar fosil yang mudah terbakar, terbentuk dari endapan, batuan organik yang terutama terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Ini menurut bapak Ekawan (2009). Batubara terbentuk dari tumbuhan yang telah terkonsolidasi antara strata batuan lainnya dan diubah oleh kombinasi pengaruh tekanan dan panas selama jutaan tahun sehingga membentuk lapisan batubara. Di Indonesia tambang batubara terbesar terletak didaerah Kalimantan timur. Batubara sendiri mempunyai banyak manfaat selain untuk pembuatan semen, briket, metalurgi, industry tekstil dan kertas penggunaan batubara terutama diarahkan untuk pembangkit listrik tenaga PLTU. Pemilik perusahan terbesar di Kalimantan timur yaitu bapak Abu Rizal Bakrie yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Cadangan batubara di Indonesia sekitar 38,8 milyar ton, tersebar dibeberapa pulau Kalimantan (21,2 milyar ton), Sumatra (17,5 milyar ton), Sulawesi (0,1 milyar ton), Irian Jaya (0.03 milyar ton) dan Jawa (0,003 milyar ton) ini menurut bapak Suyartono dan Indria (2000). Namun candangan batubara belum siap untuk ditambang karena masih membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembentukannya. Batubara yang telah siap ditambang sudah semakin berkurang karena batubara juga kebanyakan diekspor sehingga  ini akan menjadi masalah dengan membuat batubara semakin berkurang dan dapat dipastikan akan habis jika penggunaannya tidak terkontrol. Keberadaan batubara dikalimantan timur tidak menjamin kesejahteraan rakyat terbukti dengan adanya pemadaman listrik secara bergilir dirumah-rumah warga. Penyebab pemadaman tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Jawaban untuk masalah ini hanya dapat dijawab oleh warga, perusahaan dan orang-orang yang terlibat didalamnya. Selain masalah-masalah yang telah disebutkan diatas masalah yang berdampak pada lingkungan sudah mulai dirasakan khususnya masalah pencemaranudara akibat pembakaran batubara. CO₂ yang lebih banyak diudara dibanding O₂. keberadaan CO₂ disebabkan kandungan batu bara yang terdiri dari karbon. Dengan masalah-masalah yang telah diuraikan diatas maka kita sebagai mahasiswa diharapkan untuk dapat menghemat energy. Selain itu, mahasiswa dari berbagai jurusan saling mendukung program ini dengan menciptakan atau memanfaatkan sumber daya alam yang ada semaksimal mungkin. Misalnya jurusan teknik arsitektur mendesain suatu produk dengan menekankan bahan yang digunakan ramah lingkungan. Jurusan biologi lebih mengenal dan mencari bahan-bahan alternative pengganti sumber daya alam yang tak terbaharukan. Misalnya kotoran hewan yang sudah berhasil dikembangkan untuk dimanfaatkan sebagai alterantif pengganti gas yang berasal dari alam yang ramah lingkungan.

 

Daftar Pustaka

  1. Ekawan, R. 2009. Mengapa Pertambangan?. www.sinarharapan.co.id [13 Mei 2013].
  2. Suyartono and Indria, B., 2000. The Future of Coal and its Industry in Indonesia. Indonesian mining Journal. vol. 6. oktober-2000.pp.78-85.

 

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php