Analisa yang harus Dilakukan Sebelum Membangun Sebuah Server

Analisa yang harus Dilakukan Sebelum Membangun Sebuah Server

1. Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak Server

Sebelum membangun sebuah server yang akan terhubung ke jaringan dengan target user yang sangat besar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar nantinya server akan mampu melayani semua komputer client yang akan terhubung ke jaringan.

Kebutuhan dalam kaitannya dengan pengembangan komputer server merupakan sebuah kondisi atau kemampuan yang diharapkan ada pada komputer server dan diinginkan oleh user. Komputer server merupakan sebuah komputer dengan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan komputer biasa yang didalamnya terinstal sistem operasi jaringan, yang sengaja dibangun untuk melayani berbagai komunikasi data dari komputer client. Komputer klien umumnya adalah komputer dengan sistem operasi klien baik desktop ataupun mobile.

Analisa kebutuhan server diperlukan untuk mengetahui server seperti apa yang akan dibangun nantinya. Penentuan kebutuhan akan sistem operasi jaringan dapat diketahui dengan memahami user yang akan menggunakan sistem tersebut. Sistem yang dipilih diharapkan merupakan sistem yang mampu menjalankan semua kebutuhan aplikasi yang diinginkan oleh user, termasuk didalamnya perangkat keras yang mendukung untuk menjalankan hal tersebut. Kecocokan perangkat keras dan perangkat lunak yang ada dalam sistem komputer ini biasa dikenal dengan istilah kompatibilitas.

Identifikasi Kebutuhan Aplikasi

Sistem operasi yang akan digunakan untuk server harus sistem operasi yang kompatibel atau support dengan berbagai aplikasi yang ada didalamnya. Ini dapat dilakukan melalui identifikasi berbagai kebutuhan aplikasi dari user. Jika akan digunakan dalam jaringan, identifikasi juga kompatibilitasnya dengan sistem operasi lainnya. Kompatibilitas ini dapat diketahui melalui tipe jaringan yang digunakan. Jaringan Linux mampu menghubungkan berbagai distro linux termasuk juga dari berbagai versi dari sistem operasi Windows dan Mac Os.

Berikut merupakan panduan yang dapat digunakan untuk menentukan sistem operasi terbaik untuk perangkat server sesuai kebutuhan user.

  1. Apakah ada kebutuhan pengolahan data dengan aplikasi khusus? Bila ada maka penentuan sistem operasi dapat dilihat berdasarkan aplikasi khusus tersebut.
  2. Apakah aplikasi-aplikasi tersebut mendukung lingkungan multi-user atau user tunggal? Ini dapat menentukan apakah akan diinstall di komputer server atau client. Selain itu ini dapat digunakan untuk menentukan bagian mana dari pengolahan data nanti yang bisa disimpan di server.
  3. Apakah ada data (file) yang dibagi dalam jaringan? Jika ada, maka sebaiknya menggunakan sistem operasi jaringan yang mampu menjaga kompatibilitas format data-nya. Sebagai contoh, apabila dalam jaringan ada kegiatan berbagi dokumen teks seperti file berekstensi .doc, maka server dapat menyediakan aplikasi seperti LibreOffice atau WPS Office untuk dapat digunakan oleh user untuk membuka file tersebut termasuk juga menyediakan layanannya seperti server FTP.

Dokumentasi Spesifikasi Kebutuhan
Hasil dari semua analisa kebutuhan server baik kebutuhan dari pengguna (user) dan kebutuhan untuk aplikasi lainnya selanjutnya dibuatkan dokumentasi yaitu dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak server.

Review (Uji) Kebutuhan
Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan sinkronisasi akhir sebelum spesifikasi kebutuhan perangkat lunak benar-benar diterapkan pada server. Hal ini juga dimaksudkan untuk pengecekan terhadap kebutuhan sehingga hasilnya bisa membangun server sesuai dengan kebutuhan dari user.

2. Analisa Kebutuhan Perangkat Keras Server

Analisa Kebutuhan Perangkat Keras Server ini merupakan tindak lanjut dari analisa kebutuhan perangkat lunak dari server. Dari aplikasi-aplikasi dan perangkat lunak yang berhasil diindentifikasi pada tahap analisa kebutuhan perangkat lunak, kita akan dapat mengetahui seberapa besar spesifikasi komputer server yang akan digunakan. Ini mulai dari jumlah memori (RAM), media penyimpan (harddisk), kecepatan prosesor dan spesifikasi lainnya sesuai aplikasi server yang akan dijalankan.

Tahapan dalam menentukan kebutuhan perangkat keras ini tidak jauh berbeda dengan pada saat menentukan aplikasi server, yakni mulai dari identifikasi kebutuhan perangkat keras dari setiap aplikasi yang akan digunakan, dilanjutkan dengan membuat dokumentasi dan melakukan review (pengujian).

Identifikasi Kebutuhan Perangkat Keras
Pada tahapan ini setiap aplikasi server akan dianalisa untuk menentukan seberapa besar kebutuhan minimal untuk dapat diinstal pada komputer server. Informasi ini biasanya diberikan oleh situs pengembang dari aplikasi yang bersangkutan, misalnya Xampp, Ftp dan lain-lain. Semuanya didata kemudian diolah sedemikian rupa sehingga spesifikasi yang ditentukan mampu mencakup semua kebutuhan minimal yang ada.

beranda

Syarat Untuk Melakukan Installasi Server

Posted in Tutorial Komputer | Leave a comment

Syarat Untuk Melakukan Installasi Server

Syarat Untuk Melakukan Installasi Server

Installasi Sistem Operasi merupakan tahap awal dalam membangun sebuah server. Sistem operasi ini akan menjadi wadah bagi aplikasi dan data yang akan disimpan di dalam server tersebut, selain itu sistem operasi juga akan menjadi tatap muka antara user (baik admnistrator maupun user biasa) dan perangkat keras pada server. Server akan melayani semua kebutuhan dari user (user dalam hal ini adalah komputer client), mulai dari kebutuhan penyimpanan data dan kebutuhan akan aplikasi yang akan digunakan. Untuk itu server harus memiliki kemampuan yang lebih baik itu perangkat keras yang digunakan, perangkat lunak yang digunakan, sistem operasi yang digunakan dan sistem keamanan jaringan yang digunakan.

Pemilihan sistem operasi yang digunakan juga akan menentukan kinerja dari server yang akan dibangun, untuk itu sebelum melakukan installasi terhadap server kita harus memilih dengan tepat sistem operasi yang digunakan, apakan menggunakan sistem operasi berbasis windows atau sistem operasi berbasis linux.

Sebelum melakukan installasi sistem operasi terhadap server, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar nantinya server dapat berjalan maksimal dan kebutuhan dari user terpenuhi. Dibawah ini adalah syarat dalam instalasi server, seperti:

1. Pemilihan Sistem Operasi yang tepatPemilihan sistem operasi yang digunakan juga akan menentukan kinerja dari server yang akan dibangun, untuk itu sebelum melakukan installasi terhadap server kita harus memilih dengan tepat sistem operasi yang digunakan, apakah menggunakan sistem operasi berbasis windows atau sistem operasi berbasis linux. Akan tetapi sebelum itu kita juga harus membuat analisis terlebih dahulu tentang kelebihan dan kelemahan sistem operasi yang akan digunakan.

2. Jumlah RAM yang diperlukan
RAM merupakan komponen yang sangat penting karena RAM berfungsi untuk menyimpan data yang sifatnya sementara. Semakin besar kapasitas RAM yang digunakan pada komputer maka semakin cepat pula kemampuan proses dari komputer.

3. Besar ruang harddisk yang akan digunakan
Harddisk  berfungsi untuk menyimpan data. baik itu data program, aplikasi atau data dari user. Jika kita ingin membangun server dengan skala besar maka kita juga harus menggunakan hardisk yang berkapasitas besar pula. Karena semua data baik itu sistem dan berkas akan disimpan pada perangkat  ini.

4. Tipe dan kecepatan prosesor
Kita tahu bahwa processor merupakan otak dari komputer, komponen ini akan menentukan proses dan eksekusi program yang dilakukan oleh server. Semakin bagus kecepatan dari processor maka semakin cepat dan kuat kemampuan dari server.

5. Resolusi video / layar (diperlukan untuk sistem operasi GUI)
Resolusi video akan diperlukan untuk menampilkan tayangan atau tampilan dengan tingakt resolusi yang tinggi. misalnya video dengan kapasita HD.

Informasi ini biasanya telah disediakan oleh perusahaan penyedia sistem operasi yang bersangkutan. Misal, untuk Sistem Operasi Debian Wheezy dengan Desktop memerlukan syarat perangkat komputer seperti berikut ini.

  • Prosesor minimal Pentium IV 1 GHz
  • RAM minimal 128 MB (Disarankan 512 MB)
  • Harddisk minimal 5 GB

beranda

Metode-Metode Instalasi Sistem Operasi Jaringan Komputer

Posted in Tutorial Komputer | Leave a comment

Metode-Metode Instalasi Sistem Operasi Jaringan Komputer

Metode-Metode Instalasi Sistem Operasi Jaringan Komputer

Sistem operasi akan diinstall pada media penyimpanan yaitu hardisk. Pada saat melakukan installasi biasanya dikenal dengan istilah partisi. Partisi itu sendiri adalah pembagian ruang pada hardisk pada saat kita melakukan instalasi sistem operasi. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk melakukan instalasi sistem operasi jaringan. Metode yang digunakan menyesuaikan dengan kondisi perangkat keras dan kondisi perangkat lunak pada komputer server tersebut. Selain itu kebutuhan user juga akan berpengarus pada metode instalasi yang akan digunakan.

Metode Instalasi sistem operasi adalah sebuah cara yang dilakukan untuk memasukan (menginstall) sistem operasi pada komputer. Berikut adalah metode-metode instalasi sistem operasi:

1. Instalasi Sistem Operasi Baru
Instalasi Sistem Operasi Baru adalah melakukan instalasi sistem operasi dengan menghapus data lama yang sudah ada atau pada saat pertama kali melakukan instalasi sistem operasi. Opsi ini dapat digunakan apabila jaringan yang akan dibangun adalah jaringan baru, ataupun adanya penambahan perangkat server baru yang tidak mendukung sistem operasi jaringan yang ada saat ini. Selain itu rusaknya sistem operasi juga bisa menjadi dasar mengapa harus melakukan instalasi baru. Jika memilih opsi ini maka semua data pada partisi terpilih akan dihapus secara permanen.

2. Upgrade Sistem OperasiUpgrade adalah sebuah metode instalasi yang bertujuan untuk menambah file database atau pembaruan tertentu tanpa harus menghapus sistem operasi yang lama. Opsi ini banyak digunakan pada sistem-sistem jaringan yang sudah berjalan. Opsi ini dilakukan biasanya karena adanya perbaikan fitur yang ada pada sistem operasi yang digunakan, termasuk juga karena fitur baru yang memang diperlukan. Dengan memilih opsi ini aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya kemungkinan akan tetap dapat digunakan setelah upgrade. Opsi upgrade ini hanya akan mengganti file-file sistem operasi sebelumnya dengan yang baru.

3. Multi-boot Sistem Operasi
Multi-boot adalah sebuah metode instalasi sistem operasi dimana nantinya akan ada 2 sistem operasi yang bisa berjalan dalam satu komputer. Apabila user menginginkan ada 2 sistem operasi dalam satu komputer, maka opsi ini dapat dipilih untuk memungkinkan penggunaan lebih dari satu sistem operasi. contoh: windows dan linux debian didalam satu komputer sehingga kita bisa menggunakan windows ataupun menggunakan linux sesuai dengan keinginan kita. Akan tetapi setiap sistem operasi akan ditempatkan pada partisinya masing-masing. Oleh karena itu, perlu ada persiapan partisi sebelum melakukan instalasi multi-boot ini.

4. Virtualisasi
Virtualisasi ini merupakan teknik yang memungkinkan instalasi sistem operasi dilakukan diatas sistem operasi yang ada saat ini. Metode ini biasanya menggunakan aplikasi tertentu yang sudah terinstall kemudian kita melakukan instalasi sistem operasi didalam aplikasi tersebut. Oleh karena itu, instalasi lebih dari satu sistem operasi juga dimungkinkan dengan teknik ini. Beberapa aplikasi yang memungkinkan untuk membuat sistem virtual ini adalah VirtualBox, VMWare, dan Virtual PC. Biasanya virtualisasi digunakan untuk kita belajar cara melakukan instalasi sistem operasi atau ujian Nsional berbasis komputer.

beranda

Hal-Hal yang harus diperhatikan Sebelum Melakukan Instalasi Sistem Operasi

Posted in Tutorial Komputer | Leave a comment

Hal-Hal yang harus diperhatikan Sebelum Melakukan Instalasi Sistem Operasi

Hal-Hal yang harus diperhatikan Sebelum Melakukan Instalasi Sistem Operasi

Instalasi sistem operasi adalah sebuah cara untuk memasukan data dan program dari sistem operasi ke dalam komputer. Ini dilakukan agar komputer bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan, karena tanpa adanya sistem operasi maka komputer tidak bisa digunakan untuk apa – apa. Setelah kita install sistem operasi ke komputer maka sistem operasi tersebut akan menjadi antar muka dan penghubung antara user dan perangkat keras. Untuk itu sebelum melakukan instalasi sistem operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Struktur partisi yang akan digunakan
Pembagian pastisi adalah sebuah cara untuk membagi ruang media penyimpanan sehingga data yang disimpan didalam komputer bisa berada pada berkas yang berbeda-beda. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengamankan data yang ada di komputer adalah dengan membuat partisi yang berbeda untuk sistem dan data. Dengan adanya pemisahan ini akan memungkinkan nantinya sistem tersebut di-upgrade tanpa mempengaruhi datanya. Pembagian ini juga dapat membantu dalam proses backup dan restore. Menentukan kapasitas partisi hardisk juga sangat penting karena partisi-partisi tersebut nantinya akan digunakan untuk menyimpan data dan program.

2. Penentuan jenis sistem fileSistem file merupakan sistem manajemen file yang diterapkan sistem operasi untuk mengelola file-file yang tersimpan di harddisk. Ada banyak sistem file yang telah dikembangkan saat ini. Beberapa yang sering digunakan adalah FAT16/32, NTFS, HPFS, ext2, ext3, ext4. Setiap sistem operasi dapat memiliki lebih dari satu sistem file. Seperti Linux Ubuntu yang dapat mengelola hampir semua sistem file yang ada saat ini. Setiap sistem file yang dipilih memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Saat ini telah banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah partisi dan sistem file pada harddisk. Perubahan partisi yang dilakukan setelah instalasi dapat memungkinkan terjadinya kehilangan data. Oleh karena itu, diperlukan adanya perencanaan yang baik terkait penentuan struktur dan sistem file yang akan digunakan.

beranda

Pengertian dan Macam-macam Partisi pada Sistem Operasi Linux

Posted in Tutorial Komputer | Leave a comment

Pengertian dan Macam-macam Partisi pada Sistem Operasi Linux

Pengertian dan Macam-macam Partisi pada Sistem Operasi Linux

Pengertian Partisi Hardisk pada Komputer

Partisi adalah pembagian ruang kosong pada media penyimpanan yaitu hardisk. partisi ini biasanya ditujukan untuk memilah-milah data antara data sistem dan data berkas. Partisi umumnya dilakukan pada saat kita melakukan instalasi sistem operasi komputer.

Jenis-jenis Partisi pada Sistem Operasi Linux

Ada banyak partisi yang bisa dibuat tergantung sistem operasi yang digunakan, apakah sistem operasi linux atau sistem operasi windows. Khusus untuk pembahasan kali ini, kami akan berbagi jenis-jenis partisi pada sistem operasi linux. Berikut merupakan partisi-partisi yang umum digunakan pada sistem operasi linux:

1. Root atau biasa diberi tanda (/) 
Partisi Root adalah partisi utama pada sistem operasi Linux. Peranannya mirip seperti drive C: pada sistem operasi Windows. partisi ini sangat penting sekali karena semua akses pada sistem operasi linux akan masuk melalui Root, jadi jangan sampai lupa password dari root. Partisi ini wajib dibuat pada sistem opeasi linux. Sistem file yang biasa digunakan untuk memformat partisi ini adalah ext4. Minimal besarnya partisi ini adalah 5 GB. Disarankan minimal 8 GB agar lebih leluasa menginstall program lainnya.

2. /home
Partisi /home adalah partisi untuk user. Partisi ini dapat berisi data user. Data ini yang nantinya akan dapat digunakan user untuk menyimpan berkas yang berupa berupa dokumen, gambar, audio, video dan konfigurasi aplikasi user. Ini serupa dengan folder Documents and settings atau Users pada Windows. Partisi ini dapat dijadikan satu dengan partisi root (/) atau pada partisi sendiri. Sistem file pada partisi juga biasanya menggunakan ext4. Besarnya partisini ini dapat ditentukan berdasarkan banyaknya data yang kemungkinan akan dihasilkan.

3. /boot
Partisi Boot merupakan partisi yang berisikan aplikasi booting (menjalankan) sistem operasi. Partisi ini tidak wajib untuk dibuat. partisi ini hanya akan digunakan jika nanti user akan melakukan instalasi dengan menggunakan metode multi boot. Sistem filenya juga secara umum dapat menggunakan ext4.

4. Swap, atau Ruang SWAP
Partisi SWAP adalah partisi RAM pada sistem Linux. Partisi ini dapat digunakan sebagai RAM tambahan (memori virtual). Ini berguna pada saat sistem kehabisan RAM (fisik). Semakin banyak jumlah aplikasi yang dijalankan semakin besar jumlah RAM yang digunakan. Pada saat sistem kehabisan RAM, Linux dapat menggunakan partisi swap ini sebagai RAM tambahan. Dalam Linux ada istilah swapping yang digunakan untuk menunjukkan proses pemindahan page dari memori RAM ke swap. Page adalah blok-blok pada memori. Ukuran dari partisi ini minimal sama dengan besarnya RAM yang ada. Namun disarankan agar besarnya swap dua kali RAM.

beranda

Hal-Hal yang harus diperhatikan Sebelum Melakukan Instalasi Sistem Operasi

Posted in Tutorial Komputer | Leave a comment