huldaaudry2

Upaya Perlindungan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)

Posted: December 9th 2019

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan monyet asli Asia Tenggara, dan sering disebut kera ekor panjang atau monyet pemakan kepiting. Habitatnya biasa di hutan-hutan pesisir, hutan-hutan sepanjang sungai besar, dekat perkampungan tempat tinggal manusia. Hidupnya berkelompok hingga 20-30 ekor dengan jantan sekitar 2-4 ekor.

Ciri-ciri dari monyet ekor panjang adalah bertubuh kecil dengan panjang kepala dan tubuh 400-470 mm, ekor 500-600 mm, dan kaki belakang 140 mm. Berat hewan betina 3-4 kg, dan jantan 5-7 kg. warna rambut dari monyet ekor panjang adalah tubuhnya cokelat abu-abu dengan sisi bawah lebih pucat, dan jambang pipi sering mencolok.

Monyet ini memakan aneka buah-buah dan memangsa berbagai hewan kecil, dan kadang kelompok monyet ini memakan tanaman di kebun, sehingga sering diburu oleh masyarakat sekitar. Status monyet ini adalah Least Concern dalam kategori IUCN Redlist.

Penyebab utama monyet ekor panjang terancam punah:

  • Perusakaan habitat monyet oleh manusia yang berada dikawasan sekitar.
  • Perburuan liar yang dilakukan masyarakat sekitar, dimana biasa dijadikan objek untuk dipertontonkan.
  • Perdagangan ilegal, dimana monyet juga diperdagangkan secara ilegal.

Upaya yang dilakukan untuk perlindungan monyet ekor panjang adalah menetapkan peraturan atau undang-undang untuk mencegah dilakukannya perburuan liar sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 26/Kpts-II/94 tanggal 20 Januari 1994 tentang Pemanfaatan Jenis Kera Ekor Panjang (Macaca Fascicularis), memberi sanksi bagi yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Memperhatikan kondisi atau habitat dari monyet ekor panjang, memperhatikan pola makan agar terpenuhi, serta mendata kelahiran monyet ekor panjang.

Action plan yang dilakukan dengan mendata spesies Monyet ekor panjang diseluruhh dunia, serta mendata tiap kelahiran. Selain itu, pola makan diperhatikan sehingga tidak mengalami stress serta mencukupi setiap kebutuhan. Penyakit yang menyerang juga diperhatikan agar mengetahui pencegahan atau langkah yang akan diambil selanjutnya.

Daftar Pustaka

IUCN 2019. The IUCN Red List of Threatened Species.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php