Welcome :D

Apakah nyamuknya adalah nyamuk itu?

Posted: August 22nd 2017

Selama ini, kita mewaspadai nyamuk dari penampakannya saja. Kita bisa menyebut nyamuk malaria, nyamuk dengue, ataupun nyamuk kebun biasa  karena kita terbiasa melihatnya. Tetapi ada baiknya mewaspadai nyamuk secara lebih giat karena penelitian tentang nyamuk yang diteliti oleh Laurent dkk. (2016) menemukan hasil yang sedikit mengejutkan, yakni, penampakan nyamuk dengan spesies yang berbeda bisa saja sama! Nyamuk, terutama di Provinsi Papua yang masih memiliki cacatan kejadian malaria yang cukup tinggi merupakan hal yang perlu di selidiki terkait dengan vektor malaria, karaterisasi ekologi serta tingkah lakunya di Provinsi ini masih kurang. Nyamuk Anopheles farauti dan Anopheles punctulatus merupakan 2 spesies nyamuk yang merupakan vektor malaria. Anopheles farauti terutama memiliki kekeluargaan yang kompleks sehingga sulit dikenali dengan morfologinya saja tetapi perlu bantuan molekuler. Vektor malaria Plasmodium falciparum dan P. fifax memiliki vektor tingkah laku yang suka menggigit manusia di dalam ruang atau diluar ruangan dekat manusia beraktifitas. Anopheles farauti 4 dikenal sebagai … Read more


Yes, Everyone Can Save It Everytime and Everywhere with Every Action We Do

Posted: December 3rd 2016

Masih ingatkah nasib kodok tak berparu-paru sedunia yang pernah saya bahas di blog sebelumnya di link berikut ini : https://blogs.uajy.ac.id/henrydharmai/2016/08/30/first-lungless-frog-in-the-world/ Hmmm… kok letaknya jauh banget di Kalimantann :’( dan keadaannya memang rentan mengingat adanya pernyataan “Di Indonesia, belum ada amfibi yang terdaftar untuk dilindungi hukum. Hal ini dikarenakan masih belum ada bukti nyata peran amfibi sebagai komponen ekosistem dan pengawasannya. Bila ingin dilindungipun, perlu ada minimal 2 kriteria lingkungan yang sesuai, yakni yang pertama adalah tempatnya spesifik dan yang kedua adalah kemampuan adaptasi yang rendah untuk bisa hidup ditempat lain. Sehingga aksi perlindungan yang terbaik yang dapat dilakukan adalah melindungi habitat aslinya dan mencegah terjadinya cemaran raksa/endapan lumpur dengan cara menjaga dan memperbaiki hulu sungai serta daerah aliran sungai yang diduga merupakan ekosistem bagi spesies ini.” Tapiii, setidaknya ada 2 poin yang dapat ditarik dari pernyataan tadi, yakni tempat spesifik dan menjaga ekosistem. Dari 2 poin penting itu, bukan untuk … Read more


First Lungless Frog in the World

Posted: August 30th 2016

Dulu saat kita mendapat pelajaran IPA kalau kodok-katak memiliki 2 alat pernafasan, kulit dan paru-paru, mulai sekarang diralat yukkk… karenaaa ada kodok yang gak punya paru-paru !! Jadi itu kodok apaaa ikan yaaa ??? (Taken from http://www.frogsofborneo.org/images/Frogofborneo/Barbourula%20kalimantanensis03ss.jpg) Ternyataaa…. Bornean Flat-headed Frog (Barbourula kalimantanensis) merupakan satu-satunya kodok (frog) di dunia ini yang pertama kali ditemukan tidak memiliki paru-paru (Bickford et al., 2008).Spesies ini berasal dari Kalimantan Barat saja, dan diperkirakan hanya ada di sungai Kapuas (0° 44’S; 111° 40’E) dan Sungai Kelawit (0° 37’S; 111° 47’E).     (Taken from http://www.iucnredlist.org/details/54444/0) Genus Barbourula sendiri mengelompokkan kodok yang hidup di hutan hujan (jungle). Anggota dari genus ini hanya 2 spesies saja, yakni Bornean Flat-headed Frog dan Philipine Flat-headed Frog(B. busuangensis). Ayo kita lihat klasifikasi taksonominya secara lebih dekat : Kingdom: Animalia Philum : Chordata Class: Amphibia Order : Anura Family : Bombinatoridae Genus : Barbourula Species : B. kalimantanensis Hmmm.. kalo gak punya … Read more


Hello world!

Posted: August 24th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php