Jurnal Heldy

Pantai Plengkung, Surganya Para Pecinta Surfing Di Banyuwangi

Posted: January 7th 2019

Pantai Plengkung, Surganya Para Pecinta Surfing Di Banyuwangi – Tidak banyak yang tahu jika Banyuwangi memiliki spot ombak yang ‘garang’ untuk surfing kelas dunia yaitu di Pantai Plengkung. Letaknya tersembunyi di tengah Taman Nasional Alas Purwo.

Bahkan, pantai yang dikenal dengan nama G Land ini diakui sebagai spot surfing terbaik di Asia Tenggara dan termasuk satu dari tujuh ombak yang terbaik di dunia yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. G Land terkenal sebagai surga pecinta surfing sejak tahun 1970-an.

“Saat ini sedang pasang. Jadi peselancar bisa berenang ke tengah sana atau naik perahu. Tapi jika sedang surut, peselancar bisa jalan kaki ke tengah sana,” kata Rindi, warga Purwoharjo yang mengantarkan kami ke G Land pada akhir tahun kemarin.

Ia mengatakan, posisi ombak agak tersembunyi yang membuat ombak G land menjadi istimewa. Ombak yang cocok untuk surfing biasanya muncul antara bulan April hingga Oktober. “The best-nya ombak ya pada bulan Agustus. Sat ini banyak sekali wisatawan asing yang datang ke sini,” kata Rindi.

Selain surfing, para wisatawan juga bisa melakukan kegiatan lain seperti trekking melalui rerimbunan hutan bambu khas yang tumbuh di sepanjang jalan.

Untuk yang memiliki hobi fotografi, bisa mengesploitasi pemandangan menawan sepanjang Pantai Plengkung. Pasir putih dan batuan karang yang ada sepanjang pantai mampu memanjakan mata.

Jika beruntung, kita akan menemukan serombongan rusa yang mencari makan di sepanjang pantai. Atau bisa juga menyewa perahu untuk melihat aksi para surfer di tengah laut.

Baca juga: Fasilitas Sehari-hari Ini Ternyata Sudah Gunakan Kecerdasan Buatan

Untuk menuju G Land pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadim dan menempuh jarak sejauh 22 kilometer dari pintu masuk Taman Nasional Alas Puwo.

Wisatawan bisa berhenti di Pos Pancur lalu melanjutkan perjalanan dengan menyewa kendaraan yang disediakan untuk menuju ke pantai.

Di sana juga tersedia empat penginapan yang menyediakan fasilitas lengkap termasuk menyewakan papan selancar. Jika tidak menginap, pengunjung bisa bersantai di tepi pantai atau di pondok kecil untuk beristirahat.

“Walaupun jalan dari Pancur ke Plengkung sudah diperbaiki, kami tetap menyarakan agar pengunjung menyewa kendaraan yang telah disediakan. Selain pemberdayaan pada masyarakat, juga untuk memantau jumlah wisatawan yang datang karena G Land memang tempat wisata khusus. Karena jalan yang dilewati juga jalur yang dilewati binatang. Jangan sampai lalu lalang kendaraan mengganggu aktivitas hewan yang ada di hutan,” kata Nuryadi, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo.

Ia mengatakan, tinggi ombak di G Land bisa mencapai 1-2 meter dengan ombak berlapis-lapis yang cukup besar, bahkan tinggi ombak bisa lebih dari lima meter.

‘Rata-rata yang datang untuk surfing ya wisatawan asing. Kalau yang domestik banyak yang memilih ke Pancai Pancur atau di Savana Sadengan,” katanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php