Grace Nathania

Hello from the other side

Posted: December 6th 2015

Hello from the other side 🙁

Hai, lama tak jumpaa.. Bertemu lagi dengan saya, jika kemarin saya membahas tentang Badak Jawa, sekarang saya mau ajak kalian kenalan dengan makhluk lain. penasaran? Yuk scroll ke bawah 😀

Reptil seringkali dijadikan sebagai sosok binatang pemangsa manusia yang mengerikan di film genre thriller dan fiksi ilmiah. Namun seringnya keberingasan mereka dilebih-lebihkan karena pada kenyataannya, beberapa spesies justru terancam punah akibat kebuasan manusia. Nahh.. Ada yang tau apa itu Chelonia mydas?

Penyu Hijau

Kalo udah pernah nonton film Finding Nemo pasti tau, itu tuh yang nylametin bapaknya Nemo dan anaknya banyak buangets. Kalian tau nggak umur penyu hijau bisa sampai berapa tahun? Coba lihat filmnya, nanti akan ada adegan dimana si penyu hijau toss sama anaknya sambil ngomong, “kita akan hidup seribu tahun laaagiii, naaak”.  😀

2462_1210885994882_446_240

Tapi saya akan meluruskan itu semua, sebenarnya penyu bisa hidup sampai 80 tahun dengan berat mencapai 1 kuintal kok gaes, nggak nyampe seribu tahun. Dahulu penyu dapat hidup sampai selama itu, namun sekarang kesempatan hidup mereka terus menurun loh bro, sis.. Kenapa? Ya karena kita ini hidupnya sembarangan, tidak memikirkan makhluk hidup lainnya. Yuk simak lebih jauh kehidupan si penyu hijau di lautan lepas, supaya kedepannya kita bisa peduli. Anda pernah dengar pepatah berikut?

tak kenal maka tak sayang

Hehehe.. makanya ayo kenalan sama si penyu, biar kita bisa sayang . 🙂

Green Sea Turtle (Chelonia mydas) feeding on sea weed in a meadow, Hurghada, Red Sea, Egypt, Africa

C. mydas disebut penyu hijau karena mempunyai warna lemak dan daging agak kehijauan. Ciri morfologinya antara lain terdapat sepasang sisik prefrontal pada kepala, tempurung berbentuk hati dengan tepi rata dan berwarna hijau coklat dengan bercak coklat tua sampai hitam. Keping perisai punggung tukik penyu hijau berwarna hitam. Penyu hijau akan mengapung-apung di lautan lalu dengan sendirinya akan bertumbuh dewasa dengan memakan rumput laut atau alga-alga.

pelepasan tukik

Penyu Hijau memiliki kecenderungan untuk bermigrasi ke kawasan yang beriklim tropis hingga subtropis. Para peneliti memperkirakan bahwa penyu hijau memiliki tingkat migrasi yang tinggi, pemilihan tempat untuk nesting (sarang) tersebar di 80 negara (Amerika, Angola, Malaysia, dll) dan terdapat 140 negara yang iklimnya sesuai dengan kriteria hidup si penyu hijau ini. Indonesia merupakan salah satu dari sekian daerah yang tepat untuk ditinggali penyu khususnya spesies penyu hijau.

Namun, apakah kalian tau bagaimana keadaan sahabat kita yang satu ini? Menurut IUCNRedList, penyu hijau memiliki status terancam punah (Endangered) dengan trend populasi yang terus menurun. IUCNRedList juga menyatakan bahwa prevalensi penyu betina yang tidak kembali ke daratan untuk bertelur yakni 48% dan terus bertambah menjadi 67% selama 3 generasi terakhir.

Keberadaan penyu akhir-akhir ini makin terdesak oleh maraknya perdagangan penyu ilegal, pengambilan telur habis-habisan dan masalah-masalah lain dari kegiatan manusia. Dalam pemanfaatan sumber daya penyu terjadi banyak penyimpangan yang dilakukan dengan tidak memperhatikan asas pelestarian lingkungan hidup dan keberlanjutan sumber daya tersebut. Eksploitasi yang berlebihan tanpa menghiraukan pelestariannya, akan menyebabkan status populasi di alam yang sudah langka itu semakin terancam punah.

Adanya kegiatan penangkapan penyu di alam sulit dilakukan pengontrolan. Hal ini karena pada umumnya daerah penangkapannya terletak di kawasan perairan yang terpencil sehingga sulit untuk dijangkau, serta kurangnya sarana dan prasarana pengawasan yang memadai. Tujuan yang ada di balik perdagangan penyu, antara lain dimanfaatkan dagingnya untuk santapan lezat, ataupun diambil karapasnya untuk dijadikan berbagai jenis suvenir dan lemaknya untuk bahan kosmetik. Masih banyak lagi penyebab kelangkaan si penyu hijau ini.

Kalau bisa nyanyi kayaknya si penyu bakal mempersembahkan lagu ini buat kita loh gaes.. Kenapa?? Ya karena kita nggak peduli sama dia, padahal dia sedang berjuang hidup supaya anak cucu kita bisa lihat mereka dan mereka itu juga punya hak asasi untuk hidup. Manusia udah ngerusak, ngganggu kelangsungan hidup kita. Kenapa sih manusia itu nggak ada yang care, peka, peduli???? Bayangin aja si penyu nangis-nangis sambil nyanyi lagunya Adele judulnya Hello yang liriknya menyayat hati..

Hello from the other side

I must have called a thousand times

 to tell you I’m Endangered cuz’ everything that you’ve done.

Hello from the outside

At least I can say that I’ve tried

Nah setelah tahu keadaan penyu diatas, apakah kalian akan meneruskan pengeksploitasian penyu dan merusak habitat atau kalian ingin melindungi mereka dari itu semua??

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan mulai dari diri sendiri. Melalui blog ini, saya ingin mengajak kalian semua untuk melindungi hewan lucu ini. Jika kalian berminat, mari lakukan konservasi bersama-sama. Aksi-aksi yang ingin saya realisasikan jika kondisi menungkinkan yakni,

  1. Tidak membuang sampah ke laut dan membersihkan daerah pantai agar sampah tidak terseret ke laut. Penyu dapat mengira bahwa sampah manusia adalah makanan. Sudah banyak kasus penyu tewas karena sampah manusia.
  2. Menyadarkan masyarakat terutama yang terindikasi sering melakukan eksploitasi dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia dengan tujuan mereka akan berpikir 2x jika melakukan eksploitasi tersebut.
  3. Mengajak masyarakat disekitar pantai untuk memantau dan melindungi telur penyu dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu dengan memasang kawasan larangan untuk berburu hewan laut.
  4. Memelihara telur penyu hingga menetas dan bersama-sama melepaskannya ke pantai.
  5. Bekerjasama dengan masyarakat sekitar pantai (terutama pantai yang sering disinggahi penyu untuk bertelur) untuk menolong penyu yang terluka dan mendata jumlah penyu yang datang untuk mengetahui kisaran tingkat keberhasilan aksi konservasi.

Ayo bergabung, jangan biarkan anak cucu kita kenal penyu hijau dari film saja! 🙂

20615actions_logo_turtle_b_w_round-med

DAFTAR PUSTAKA

Seminoff, J.A. (Southwest Fisheries Science Center, U.S.). 2004. Chelonia mydas. The IUCN Red List of Threatened Species 2004. Downloaded on 05 December 2015.

Wicaksono, M. A., Elfidasari, D., dan Kurniawan, A. 2013. Aktivitas Pelestarian Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan Sukabumi Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Matematika, Sains, dan Teknologi. Vol 4, hal : 116- 123

www.menlh.go.id

www.seaturtle.or.id

www.wwf.or.id


16 responses to “Hello from the other side”

  1. Devina says:

    Tulisan yang sangat menarik!
    Ternyata penyu ini sdh masuk di film 😀 namun sayang sekali, meskipun sudah banyak yang melihat dan mengenal penyu ini melalui film, kepeduliannya untuk melindungi dan melestarikan penyu ini justru semakin menurun
    Jangan sampai generasi ke depan hanya mengetahui penyu ini dari film tanpa dapat melihatnya langsung
    Semoga aksi konservasi ini dapat terlaksana dan terealisasikan, sehingga penyu-penyu ini boleh terselamatkan keberadaannya 😀

  2. beathrine says:

    waww. artikel yg menarik dan informatif sekali.
    smoga upaya dan rencana konservasi si penyu unyu ini dpt terealisasi ya. Semangat 😀

  3. Alfonsa Cindy says:

    Semoga rencana aksimu bisa menginspirasi orang banyak akan pentingnya melestarikan penyu . Semoga sukses dengan aksimu!

  4. elvinadea says:

    Tulisan yang keren Grace! 😀 Semoga aksimu dalam upaya konservasi penyu dilancarkan ya, Good Luck!

  5. yulianrozi says:

    Menarik..penyu perlu diselamatkan dan dilestarikan. Pelepasan tukik (anak penyu) sendiri dapat dihadiri saudara/i pada bulan juli sampai awal september, setidaknya dengan ikut melepas tukik kita dapat mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih baik, untuk kita dan mereka.

  6. Grace Nathania says:

    @devina, beathrine, cindy, dan dea : terimakasih atas komentar dan dukungannya.. Senang sekali tulisan saya bermanfaat untuk kalian.
    @rozi : terimakasih informasinya dan dukungannya ya, semoga dilancarkan..

  7. Gusti Ayu Putri Amelia says:

    Aksi-aksi yang sangat sederhana tetapi dapat meberikan efek yg besar. Mari kita mulau dari hal yg kecil yaitu dari diri kita sendiri utk membantu melestarikan penyu ini ^^

  8. Hallo Grace!
    Terimakasih atas tulisanmu yang menarik yaaa…
    Aku mendapat informasi lebih tentang penyu yang selama ini sering dilihat di film-film…
    Semoga kamu dapat terus berbagi informasi dan memaksimalkan juga penggunaan sosial mediamu untuk sharing sehingga jangkauan targetmu lebih luas lagi dari upaya konservasi yang sederhana, yaa tentunya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar 🙂
    Keep writing, keep sharing! Proficiat 😀

  9. garvin says:

    keren keren,,semoga info ini bisa menumbuhkan semangat konservasi

  10. Penyu hijau merupakan hewan yang saat ini memang terancam karena memiliki banyak nilai ekonomis, mulai sebagai hiasan, obat bahkan makanan. Tidak heran memang perlu adanya konservasi, saya tertarik dengan action plan anda pada butir no 5, perlu adanya kesadaran dan tindakan dari masyarakat sekitae lokasi yg sering disinggahi penyu, selain itu keterlibatan masyarakat juga membantu dalam konservasi dan hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama bukan lembaga atau instansi terkait. Semoga konservasi penyu dapat berjalan dengan baik

  11. Natalia Cinthya Deby says:

    Aksinya sederhana tapi terlihat sangat menjanjikan,, semoga benar-benar bisa diwujudkan gak cuma untuk sekali waktu tapi berkelanjutan…

    Semoga suksessss…

  12. hervierarosita says:

    menarik untuk dibaca karena satwa ini sudah terkenal oleh masyarakat luas. semoga dengan kepopuleran penyu hijau ini malah akan mendatangkan simpati dari berbagai pihak untuk melakukan konservasi penyu hijau bersama anda.

  13. Johan Widya Tirta says:

    So beautiful :3
    Mungkin itu kata yang dapat diungkapkan untuk tulisan iniini. Yuup, pengetahuan dan pengenalan sangat diperlukan untuk melindungi satwa… Keep conserving 🙂

  14. agustinuscandra says:

    Penyu merupakan spesies yang dapat bertelur dengan banyak, namun sedikit yang dapat bertahan hidup karena ada gangguan eksternal. Saya setuju dengan melakukan kerjasama dengan masyarakat luas, maka kita dapat saling membantu dalam menjaga dan melestarikan penyu ini sehingga populasi nya tetap banyak dan seimbang.

  15. sylvie monica says:

    Tulisan yang bagus sis 😀
    semoga kita semakin sadar dan tidak membuang sampah sembarangan kelaut dan semoga action plan anda berhasil sehingga membuahkan hasil yang baik. Thx 😉

  16. Grace Nathania says:

    terimakasih atas komentar dan dukunganya, mari bersama-sama melestarikan si penyu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php