Grace Nathania

DNA Barcoding : Tiny yet Powerful

Posted: August 31st 2015

dna barkoding

Ketika mendengar istilah barcode, sebagian besar orang-orang pikirannya akan tertuju pada garis-garis hitam panjang yang melekat pada berbagai produk di supermarket ternama. Istilah barcode memang tak asing didengar, kode batang tersebut melekat pada hampir semua produk yang dipasarkan di dunia. Kode batang berfungsi untuk menandai dan berperan sebagai pembeda antara produk satu dengan produk yang lainnya, selain itu teknologi ini tentunya diciptakan untuk mempermudah kegiatan manusia.ย Namun, pernahkah kalian membayangkan garis-garis tersebut melekat pada DNA makhluk hidup? Bagaimana ya kira-kira wujudnya? Keren nggakย ya? Yuk simak tulisan dibawah ini. ๐Ÿ™‚


Barcode DNA adalah suatu metoda taksonomi yang menggunakan marker genetik dari DNA organisme untuk membedakan spesies. Daerah tertentu pada gen memperlihatkan sekuen DNA yang berbeda untuk spesies berbeda, dan variasi kecil pada spesies yang sama. ย Barcode DNA berbeda dari filogeni molekuler dimana ia bukan untuk menentukan klasifikasi, melainkan untuk mencirikan sampel tak dikenal dari klasifikasi yang sudah diketahui. Koleksi barcode DNA diperlukan terutama pada konservasi keanekaragaman hayati dan untuk identifikasi spesies asal dari suatu spesimen biologi.

Barcode DNA yang berisi informasi penanda species tidak dapat disimpan dalam bentuk praktis seperti barcode optik, karena terdapat beberapa kekurangan pada sistem ini seperti kapasitas penyimpanan yang terbatas, hanya dapat satu kali menyimpan data, serta mudah rusak. Tak lama kemudian diperkenalkalah sebuah microchip sebagai penyimpan barcode DNA, yang dapat diganti berulang-kali isinya, memiliki kapasitas simpan yang lebih besar, serta dapat ditanamkan pada spesimen.

barcode 1

Barcode DNA sebagai penanda suatu spesies, didasarkan pada asumsi bahwa daerah-daerah gen pendek memperlihatkan sekuen DNA yang berbeda untuk spesies berbeda, dan variasi kecil pada spesies yang sama. Hingga sekarang, belum disepakati standar barcode yang berlaku untuk semua kelompok biologi. Gen sitokrom C oksidase subunit 1 pada mitokondria (“COl”) dipilih menjadi daerah yang cocok sebagai barcode untuk kebanyakan hewan. Sedangkan taksonom lain masih mencari daerah barcode yang cocok untuk kelompok tumbuhan, karena belum ditemukan gen universal yang berlaku untuk semua anggotanya.

barcode 2

Hasil yang telah ada sampai saat ini, teknologiย barcodingย menggunakan penanda pada gen mitokondria dapat mengidentifikasi hampir semua spesies hewan. Mitokondria, yang merupakan organel sel baik pada sel hewan maupun tumbuhan yang memproduksi energi berupa ATP dan memiliki organisasi genomnya sendiri. Hampir selama 20 tahun lamanya berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kegunaan sekuens DNA mitokondria dalam menentukan perbedaan dari spesies hewan yang memiliki kekerabatan yang sangat dekat, bahkan bentuk morfologi yang sangat mirip. Segmen sekuens DNA mitokondria yang pendek dapat membedakan antarspesies. Dengan adanya perbedaan sekuens intraspesifik yang sangat kecil dan perbedaan sekuens interspesifik yang sangat besar, dapat digunakan untuk mengidentifikasi spesies dengan penanda DNA mitokondria dengan sangat tepat.


Sumber :

Stoeckle, M. 2003. Taxonomy, DNA, and the Barcode of life. BioScience 53(9):2-3.

Tasliah. 2013. Barcode DNA : Sistem Identifikasi Mutakhir. Warta Biogen 9(2):1-4.

Nauli, T. 2010. Barcode DNA dengan RFID. Laporan Akhir Program Insentif Peneliti dan Perekayasa Lipi. Bandung.


23 responses to “DNA Barcoding : Tiny yet Powerful”

  1. Devina says:

    Menarik sekali, ternyata kita juga memiliki barcode di dalam DNA kita! Dengan DNA barcoding, keanekaragaman kehidupan di dunia akan lebih mudah dianalisis. Selain itu, cara ini juga dapat dikembangkan lagi, sehingga dapat membantu dalam pengembangan ilmu lain, seperti taksonomi dan evolusi. Tulisan yang informatif dan menambah wawasan ๐Ÿ˜€

  2. martha24 says:

    WOWWW….Informasi yang sangat menarik ๐Ÿ˜€ semoga dengan adanya perkembangan teknologi molekuler yang semakin maju dapat mempertahankan spesies langka ๐Ÿ˜‰ Semangatt!!!

  3. kharinawaty says:

    Menarik sekali, dengan aplikasi DNA Barcoding memudahkan kita semua apabila ingin mengetahui keragaman flora dan fauna pada berbagai spesies.artikel ini sangat informatif dan menambah wawasan kita tentang DNA.

  4. Renita Nurhayati says:

    Tulisan yang sangat bagus sekali, memberikan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Dengan tulisanmu orang lain atau orang awam dapat mengetahui hubungan antara biologi molekuler dengan mahkluk hidup. Bahwa ternyata, barcode DNA dapat di gunakan dalam menganalisis spesies2 yang ada d alam ini.
    Semoga DNA barcoding ini terus berkembang di Indonesia, sehingga dapat mengenali spesies2 yang ada d Indonesia..
    Tulisan yang baguuuuuuus ๐Ÿ˜€

  5. garvin says:

    Wah keren ya ternyata bukan barang aja yg ada barcode trnyta DNA kita juga memilikinya. Interesting!

  6. Ganang Madyasta says:

    Wuuiih, keren juga ya DNA ada barcode nya. Keren, sekaligus mempermudah dalam meneliti hewan-hewan di alam. Sangat membantu, terutama dengan banyaknya keanekaragaman makhluk hidup di Indonesia ๐Ÿ˜€
    Joosss gandos pokok’e… wkwkwwk

  7. tulisan yang sangat menarik mengenai DNA barcoding untuk menganalisis spesies yang ada, semoga dapat terus dikembangkan untuk penelitian yang lebih baik, proficiat ๐Ÿ™‚

  8. Yani Evami says:

    Informasi yang sangat bagus, sudah digambarkan dengan baik. Saya memiliki satu pertanyaan, menurut Anda untuk Indonesia apakah DNA barcode ini dapat berfungsi secara optimal sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi seluruh flora dan fauna yang ada di Indonesia?Terimakasih

  9. Natalia Cinthya Deby says:

    Keren,,,!!

    mau tanya aja, bedanya DNA barcode sama DNA marker apa ya? kan sama-sama menandai gen spesifik pada suatu spesies..

    tengkyu..

  10. Vivi Indriasti Freshily says:

    trimakasih atas informasi yang sangat bermanfaat ini,, saya ada sedikit pertanyaan, apakah barcode DNA ini sama dengan DNA marker? dan apabila berbeda dimana letak perbedaannya?? terima kasih kaka Grace

  11. Alfonsa Cindy Maranatha Wijaya says:

    Tulisan ini membuka wawasan kita mengenai DNA barcoding yang sebelumnya masih terdengar asing di telinga. Semangat menulis!

  12. Grace Nathania says:

    Terimakaaih atas komentarnya ๐Ÿ™‚
    @yani evami : menurut saya, akan optimal jika organisme tersebut telah teridentifikasi karena sudah jelas akan berbeda2 satu dengan yang lain. Namun masih banyak organisme yang belum/masih dalam proses untuk dibuat DNA barcodenya.
    @deby & vivi : menurut saya dna marker hanya berfungsi untuk menandai daerah untuk dibuatnya barcode, sedangkan DNA barcode berfungsi untuk membedakan organisme satu dg yang lainnya.
    Semoga penjelasan saya bermanfaat, mohon maaf apabila terjadi kesalahan atau kekurangan ๐Ÿ™‚

  13. Gusti Ayu Putri Amelia says:

    Wah menarik sekali pembahasan ttg DNA barcoding ini, jd skrng saya tau apa mksd dari garis-garis tsb yg biasanya terdapat di kemasan makanan. Awalnya saya salah mengerti ttg mksd dri garis2 itu.

  14. elvinadea says:

    Postingan yang sangat menarik dan membuka wawasan! Tapi ada rasa sedikit penasaran, apakah biaya yang dibutuhkan untuk mengetahui barcode DNA satu individu itu cukup tinggi?

  15. informasi yang sangat menarik. di atas dikatakan “Koleksi barcode DNA diperlukan terutama pada konservasi keanekaragaman hayati”, nah yang ingin saya tanyakan apakah di Indonesia sendiri sudah menggunakan metode ini? kalau sudah apa contohnya? karena kita tahu di Indonesia sendiri keanekaragaman hayati lumayan tinggi. terimakasih

  16. Menarik sekali informasinya! semoga semakin banyak lagi teknologi yg berkembang dan dapat digunakan untuk kemajuan bidang sains. DNA barcoding membantu sekali dalam identifikasi spesies-spesies. Terimakasih atas informasinya

  17. muryaningsih says:

    artikel yang sangat menarik dan informatif.. saya menjadi bertambah wawasan tentang DNA barcode.. saya ingin brtanya. dalam artikel terdapat tulisan bahwa “taksonom lain masih mencari daerah barcode yang cocok untuk kelompok tumbuhan, karena belum ditemukan gen universal yang berlaku untuk semua anggotanya” apakah mungkin gen yang universal itu susah ditemukan karena terjadinya mutasi? terimakasi.

  18. valleryathalia says:

    ternyata fungsi DNA mitokondria hebat sekali, mampu membedakan spesies di seluruh bumi.. semoga penelitian mengenai DNA barcode ini semakin meluas yaa..

  19. Grace Nathania says:

    terimakasih atas komentarnya.
    elvinadea : menurut saya, biayanya akan terus menurun (semakin murah) apabila teknologinya terus maju. dengan kata lain, pembuatan/penelitian DNA barcoding ini akan semakin mudah maka dari itu biayanya akan semakin murah pula.
    watimena : menurut beberapa sumber yang sudah saya baca, DNA barcoding ini sudah diterapkan di Indonesia. misalnya DNA gajah, DNA anggrek bulan.
    muryaningsih : pendapat saya, hewan memiliki universal gen tersendiri, begitu juga dengan tumbuhan. jadi universal gen yang dimaksud disini diperuntukan pada kingdom2 tertentu.
    mohon maaf apabila jawaban yang diberikan kurang memuaskan ๐Ÿ™‚

  20. alphonsusyospy says:

    sangat informtif… ternyata dengan adanya DNA barcode membuat teknlogi molekuler dunia semakin maju pesat. semoga ini trus berkembang..

  21. elvinadea says:

    Ternyata dengan aplikasi DNA Barcoding bisa memudahkan kita dalam mengetahui mengetahui keragaman flora dan fauna pada berbagai spesies di dunia. Sangat menarik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php