Escherichia coli

Escherichia coli

Diambil dari berbagai sumber…..

      Bakteri dapat hidup soliter maupun berkoloni dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Habitatnya juga bervariasi, mulai dari air, tanah, udara, hingga dalam tubuh hewan, misalnya dalam usus manusia. Ada bakteri yang dapat hidup secara anaerob murni (akan mati dengan adanya oksigen), ada yang bersifat aerob (memerlukan oksigen untuk metabolismenya) dan ada yang bersifar aerob fakultatif (hidup pada kondisi anaerob, tetapi bila ada oksigen metabolismenya bersifat aerob) (Betsy dan Keogh, 2005). Contoh dari baketri adalah E. coli dan B. subtilis.

     Bakteri dapat secara global dibagi kedalam dua kelompok besar setelah diwarnai menurut metode sarjana Denmark dr. Gram, yakni bakteri Gram-positif dan bakteri Gram-negatif. Bakteri Gram negatif memiliki membran luar yang untuk sebagian besar terdiri dari suatu kompleks lipopolisakarida-endotoksin. Sedangkan bakteri gram positif mengandung peptidoglikan pada membran luarnya (lihat gambar 5) (Tjay dan Rahardja, 2007; Helmiyati dan Nurrahman, 2010).

    Bakteri gram positif adalah jenis bakteri dengan dinding peptidoglikan yang tebal, sementara bakteri gram negatif adalah jenis bakteri dengan dinding peptidoglikan yang tipis (seperlima dari bakteri gram positif). Perbedaan ketebalan dinding ini mengakibatkan perbedaan kemampuan afinitas dengan pewarna gram. Dinding peptidoglikan memiliki afinitas yang kuat dengan cat gram, sehingga bakteri dengan dinding peptidoglikan tebal akan mengikat cat gram dengan kuat, sehingga disebut bakteri gram positif. Sebaliknya, dinding peptidoglikan tipis pada bakteri gram negatif tidak memiliki afinitas yang tinggi dengan cat gram, sehingga disebut bakteri gram negatif. Hasil pewarnaan gram adalah bakteri gram positif akan berwarna ungu gelap, sementara bakteri gram negatif akan berwarna dadu atau merah (Purves dan Sadava,  2003).

     Pengecatam Gram merupakan pengecatan diferensial yang menggunakan 4 larutan yaitu Gram A, B, C dan D. Larutan Gram A merupakan larutan Hucker Violet (cat utama dan berwarna ungu), Gram B merupakan Lugol Iodine (sebagai cat penguat dari warna cat utama), Gram C merupakan larutan Aceton Alkohol (sebagai larutan peluntur) dan Gram D merupakan larutan safranin (berfungsi sebagai larutan pembanding). Tujuan dari pengecatan tersebut adalah untuk mengetahui suatu bakteri termasuk dalam gram positif atau negatif. Pada Gram positif mampu menata kompleks warna primer yaitu warna ungu kristal iodine sehingga sel-sel akan berwarna biru tua atau ungu. Pada Gram negatif akan kehilangan kompleks warna ungu kristal iodine pada waktu pembilasan dengan alkohol, tetapi dengan pewarnaan safranin sel-selnya tampak berwarna merah muda (Oetomo, 1993).

    Eschericia coli termasuk jenis Gram negatif, pada medium nutrient broth tingkat kekeruhannya tinggi, endapan berwarna keabu-abuan dan tanpa pellicle. Pada medium agar miring biasanya berwarna putih, kadang-kadang putih kekuningan, moist, glistening, dan pertumbuhan menyebar. Pada medium agar petri biasanya berwarna putih kadang putih kekuningan, bentuk tepi undulate, moist, dan homogeneous. Pada medium agar tegak terbentuk warna putih, menyebar dan pertumbuhannya undulate, dan tanpa liquefaction. Bakteri ini menghasilkan bau busuk dan dapat bersifat aerobik maupun anaerobik fakultatif (Breed dkk., 1957).


© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php