Escherichia coli

Atma Jaya dan SPAMA: Siapkah Atma Jaya dan Unitnya Menghadapi SPAMA?

Posted: November 26th 2013

SPAMA atau Sistem Partisipasi Aktivitas Mahasiswa Atma Jaya merupakan suatu sistem yang baru-baru diterapkan kepada khayalakn 2011. Sebenarnya apakah sistem ini?

Menurut Admin sendiri, SPAMA sebenarnya memiliki beberapa keunggulan, seperti meningkatkan tingkat keaktivitasan mahasiswa sendiri. Selain itu, SPAMA juga bisa menjadi poin plus saat kita melamar pekerjaan. Tetapi, pertanyaan besarnya, APAKAH UNIT DARI ATMA JAYA SIAP MENGELOLA SPAMA????

Pertama, banyak sekali sertifikat yang “terbuang” karena tidak adanya “kotak-kotak” pada SPAMA yang terperinci. Misalnya, sertifikat Susur Pantai, harus masuk manakah sertifikat tersebut? Minat dan Bakat? atau Aksi Sosial? Ada yang bisa menjawab? atau contoh lainnya sertifikat malam keakraban? Sertifikat apakah itu? Masuk bidang mana? Belum lagi sertifikat setaraf fakultas, seperti lomba2 pada fakultas, apakah sertifikat tersebut bisa digunakan? Bila tidak bisa, apakah ATMA JAYA yang UNGGUL DAN HUMANIS tidak melihat usaha peserta dan panitia?

Kedua, apakah unit baik dari Wadek III dan Kantor “Kemahasiswaan” siap menghadapi 3000 mahasiswa? Terlebih lagi muncul issue bahwa sertifikat yang diuplod setelah UAS tidak akan terpakai lagi. Pertanyaan saya, apakah ini gertakan atau sebuah keseriusan? Bila sebuah keseriusan, apakah UNIT sudah siap? Terutama unit kemahasiswaan?

Terakhir, bila ada mahasiswa sudah akan lulus, tetapi minus SPAMA pada bidang minat bakat , apakah mahasiswa tersebut akan diluluskan? Apakah yang akan ATMA JAYA yang UNGGUL, HUMANIS, dan INKLUSIF?

Mungkin ini hanya sedikit pemikiran dari seorang mahasiswa, belum dari +/- 2999 mahasiswa lainnya. Akhir kata, semoga tulisan saya dapat menjadi bahan perenungan kita semua.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php