regine archadia kinanti

Tembaga, Emas dan Perak

Posted: February 19th 2017

Membahas kekayaan alam dipapua tidak akan pernah habis, mulia dari sumber daya alam yang sangat melipah dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keperluan setiap insan manusia yang menggantungkan hidup di Tanah Papua.

Papua terletak paling timur dari Indonesia, jarak anatar satu daerah tidak dapat dijangkau dengan kendaaran darat sehingga isolasi di daerah tersebut sangatlah kental.

Sumber daya alam paling terkenal adalah sumber daya mineral yaitu tembaga, emas, dan perak yang tersimpan dalam gunung gunung yang melingkari daerah Mimika lebih tepatnya pada pegungungan Jaya Wijaya dan berada pada daerah Tembagapura yang masih . Kompleks pertambangan di Papua merupakan salah satu penghasil tembaga dan emas terbesar di dunia dan mengandung cadangan yang juga terbesar di dunia. Cadangan terbukti dan terduga di Grasberg dan cadangan bijih di sekitarnya berjumlah kira-kira 39,4 milyar pon tembaga, 48,5 juta ons emas dan 110,9 juta ons perak. Pada tahun 2006, dihasilkan konsentrat yang mengandung sekitar 1,2 milyar pounds tembaga dan 1,7 juta ounces emas.

Tembaga merupakaan logam transisi golongan IB yang memiliki nomor atom 29 dan berat atom 63,55 g/mol. Tembaga dalam bentuk logam memliki warna kemerah-merahan. Memiliki manfaat sebagai pewarna tekstil, penyepuhan, pelapisan, dan pembilasan pada industri perak (Alloway, 1995).

Emas ditemukan di bumi dalam bentuk logam yang terdapat di dalam retakan retakan batuan kwarsa dan dalam bentuk mineral. Kelimpahan relatif emas didalam kerak bumi diperkirakan sebesar 0,004 g/ton, termasuk sekitar 0,001 g/ton terdapat didalam perairan laut . Emas diperoleh dengan cara mengisolasinya dari batuan bijih emas (Zipperian dan Raghavan, 1998).

Logam perak (Ag) mempunyai sifat yang mengkilap, sangat mudah dibentuk dan ditempa, memiliki daya hantar listrik dan panas yang tinggi, serta tahan terhadap korosi. Oleh karena itu, logam perak banyak digunakan secara luas sebagai bahan konduktor listrik dan panas, serta sebagai perhiasan. Selain itu,logam perak juga bersifat fotosensitif (peka terhadap cahaya) sehingga sering dipakai sebagai bahan dalam proses fotografi, baik fotografi hitam putih maupun proses radiologi rumah sakit (Shreve, 1967).

Mendapatkan tiga mineral tersebut perlu dilakukan waktu dan proses yang cukup panjang. Proses penambangan yang dilakukan di PT Freeport Indonesia (PTFI) menerapkan dua teknik penambangan, yakni open-pit atau tambang terbuka di Grasberg dan tambang bawah tanah di Deep Ore Zone (DOZ). Bijih hasil penambangan kemudian diangkut ke pabrik pengolahan untuk dihancurkan menjadi pasir yang sangat halus.Proses pengapungan menggunakan reagent, bahan yang berbasis alkohol dan kapur, untuk memisahkan konsentrat yang mengandung mineral tembaga, emas dan perak. Konsentrat dalam bentuk bubur disalurkan dari pabrik pengolahan menuju pabrik pengeringan di pelabuhan Amamapare, melalui pipa sepanjang 110 km. Setelah dikeringkan, konsentrat yang merupakan produk akhir PTFI ini kemudian dikirim ke pabrik-pabrik pemurnian di dalam maupun luar negeri.

Potensi ini yang berada pada daerah saya Timika, Papua. Proses dari penambangan tidak langsung didapatkan hasil berupa barang jadi namun hanya barang mentah dan harus dilakukan pengiriman ke beberapa daerah baik dalam maupun luar negeri.

Alloway, B.J. 1995.Heavy Mental in Soils 2nd Edition. Blackie Academic and Professional-Campman and Hall, New York.

Shreve. 1967.Chemical Process Industries, Third Edition. Mc Graw Hill Book Company, London.

Zipperian, D. dan Raghavan. 1998. Gold and Silver Extraction by Ammoniacal  Thiosulfate Leaching from Rhyolite Ore. Hydrometallurgy, 20(1) : 203 – 300.

http://ptfi.co.id/id/about/how-do-we-operate


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php