ghitamanda

Penguasa Bayangan di Raja Ampat

Posted: August 29th 2016

Raja Ampat adalah salah satu surga dunia yang berada di wilayah timur kepulauan Indonesia memiliki keindahan alam yang sangat memesona, dan menyimpan kekayaan biodiversitas yang sangat tinggi terutama di bawah lautnya. Di bawah laut ini bersembunyi suatu spesies yang disebut “penguasa bayangan” perairan Raja Ampat, tak lain adalah Hiu Karpet (Hemiscyllium freycineti). Hiu ini memiliki habitat di laut dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut yang lebat (tempat yang sangat tepat untuk berkamuflase) atau melindungi diri dan dimanfaatkan untuk berburu. Hiu karpet hanya bisa ditemukan di wilayah Raja Ampat serta Papua Nugini

Hiu
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Chondrichthyes
Ordo                : Orectolobiformes
Famili              : Hemiscylliidae
Genus              : Hemiscyllium
Spesies            : H. freycineti

Sedikit yang diketahui mengenai ukuran populasi spesies dan ada data ilmiah yang tersedia saat ini. Hiu karpet berbintik-bintik Indonesia terjadi di perairan dangkal pada terumbu karang, dan pantai berpasir dan berumput substrat, namun distribusi yang tepat, habitat preferensi, serta biologi yang kurang dikenal.

FreycinetÃs epaulette shark (Hemiscyllium freycineti). Indo Pacific/ Papua New Guinea

Hiu karpet berbintik memiliki warna kulit dengan pola seperti macan tutul. Pola tersebut benbentuk heksagonal, berwarna coklat berbintik. Pola ini tersebar merata diseluruh permukaan hiu karpet berbintik bagian atas. Bagian moncong hiu karpet berbintik terdapat bintik-bintik kecil dan berwarna gelap menutupi moncongnya. Hiu karpet berbintik bentuknya mirip dengan hiu lainnya. Bagian badannya terdiri dari ekor, dua sirip samping, dua sirip dibagian pungggung, dua mata yang terletak kepala bagian atas, dan tentu moncong mulut.

Hiu jenis ini memiliki tubuh panjang, panjang maksimal hiu karpet berbintik adalah 46 cm baik untuk kelamin jantan maupun betina. Hiu karpet berbintik biasanya berenang dalam kedalaman 0-12m di bawah permukaan laut. Bagian monconh hiu karpet relatif pendek apabila dibandingkan dengan hiu lainnya. Mulut hewan bertulang punggung ini berada di depan mata. Hewan ini juga memiliki spirakel yang terletak di bawah mata. Sirip yang dimiliki hiu karpet berbintik berbentuk tebal dan berbentuk segitiga dengan tumpul dibagian ujung.

Penelitian lebih lanjut tentang reproduksi spesies ini hampir seluruhnya tidak di ketahui, meskipun seperti spesies Hemiscyllium lain, tentunya bertelur ikan hiu karpet berbintik indonesia kecil di ketahui 21,4 cm panjang total (TL), sehingga ukuran saat lahir di bawah angka ini. Spesimen terbesar di periksa oleh ilmuan pada tahun (2010) adalah 66,3 cm TL, tapi ukuran maksimum tidak diketahui ukuran maksimum 72 cm TL dilaporkan oleh Compagno (2001) mungkin H. freycineti atau H. michaeli

Ancaman yang saat ini mempengaruhi spesies ini juga tidak jelas tetapi mengingat bahwa ia adalah sebuah spesies yang sangat menarik dan hardy dapat dicari untuk perdagangan akuarium. Tetapi hal ini tidak diketahui apakah hiu karpet berbintik-bintik Indonesia digunakan oleh industri akuarium. Namun, ini adalah spesies yang sangat menarik dan kuat yang dapat dicari untuk aquaria publik dan pribadi. Hal ini juga diketahui jika spesies yang digunakan untuk makanan.Mengingat habitat, spesies ini sangat rentan terhadap penghancuran habitat melalui praktek-praktek dinamit memancing, tetapi tingkat penghancuran habitat jarak yang tidak pasti. Dampak kegiatan memancing spesies ini juga tidak diketahui, tetapi tekanan memancing di lingkungan inshore dangkal (termasuk terumbu dangkal yang mana spesies ini terjadi) dapat sangat signifikan di kawasan Timur Indonesia. Kegiatan penangkapan ikan juga menimbulkan ancaman dalam habitat dari spesies ini, dan penangkapan ikan liar (yang termasuk trawl) adalah isu berlangsung dalam perairan Indonesia.

Menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) tidak ada tindakan konservasi saat ini. Pengembangan kegiatan ekowisata yang berpusat pada istimewa keragaman kehidupan laut di Papua Barat dapat memberikan dorongan untuk perlindungan habitat spesies ini. Berdasarkan distribusi dibatasi spesies ini dan statusnya kurang diketahui, ada kebutuhan mendesak untuk memperoleh data yang diperlukan untuk secara akurat menilai status konservasi spesies. Secara khusus, survei harus dilakukan untuk menentukan distribusi penuh, habitat preferensi, dasar aspek biologi yang, dan kejadian di aquarium. Pemeriksaan proses berpotensi mengancam lainnya juga diperlukan.

Referensi :

http://www.pertanianku.com/mengenal-hiu-karpet-hewan-eksotis-asal-raja-ampat/
https://id.wikipedia.org/wiki/Hiu_karpet_berbintik
Kyne, P.M. & Heupel, M.R. 2011. Hemiscyllium freycineti. The IUCN Red List of ThreatenedSpecies2011:e.T199932A9130008.http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2011-2.RLTS.T199932A9130008.en. Downloaded on 29 August 2016

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php