Garvin Chandra

Sanca Timor (Malayopython timoriensis) yang Eksotis

Posted: September 8th 2015

Sanca Timor merupakan jenis ular yang tergolong dalam famili pythonidae, sesuai dengan namanya, sanca timor ditemukan di Indonesia bagian timur tepatnya di Nusa Tenggara Timur. Sanca timor merupakan ular yang indah dan memiliki motif yang unik sehingga menjadi daya tarik para pencinta ular dari dalam negri maupun luar negri. karena daya tarik yang begitu tinggi, membuat perdagangan sanca timor secara ilegal semakin marak terjadi di dalam negri bahkan sudah mencapai luar negri. Hal ini yang membuat habitat asli sanca timor di NTT semakin sedikit.

Menurut undang-undang No. 5 Tahun 1990 sanca timor sekarang menjadi hewan yang sangat dilidungi termasuk appendix 1 dan termasuk kategori endangered menurut IUCN.

 

800px-Python_timoriensis_Tropicario_1

800px-Python_timoriensis_Tropicario_2

Sanca timor memiliki ciri-ciri kulitnya memiliki motif acak bercorak kuning, memiliki mata warna silver dan bisa mencapai panjang hingga 2,5 meter. Ular ini termasuk arboreal karena memiliki habitat diatas pohon dan aktif pada siang(diurnal) dan malam hari(nokturnal). Seperti sanca lain pada umumnya, ular ini memiliki organ pendeteksi panas di sela-sela bibirnya yang disebut Pit nose sehingga ular ini bisa mengetahui keberadaan mangsanya di kegelapan. Makanan utamanya ialah mamalia kecil dan burung. Berkembang biak dengan bertelur (Ovipar). Ular ini sering terlihat berjemur di batang pohon yang terkena sinar matahari atau di atas batu.

Faktor ancaman pada ular ini yaitu banyak pemburu satwa yang menghabiskan populasi sanca timor untuk diperjualbelikan secara ilegal karena memiliki nilai jual yang tinggi untuk dipelihara dan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tas, dompet, dan aksesoris lainnya. Upaya untuk melestarikan spesies yang ada tanpa merusak genetik alam yang dimiliki. Nah tau gak maksud dari genetik alam?? Genetik alam itu merupakan genetikk yang dimiliki suatu spesies berdasarkan habitat asli spesies itu.

 

Referensi:

Barker, D. G., Barker, T. M., Davis, M. A. and Schuett, G. W. 2015. A review of the systematics and taxonomy of Pythonidae: an ancient serpent lineage. Zoological Journal of the Linnean Society.

Brongersma,L.D. 1968. Proposal to Suppress Python timorensis MÜLLER, 1844, and Python timoriensis MÜLLER, 1857, and to Add Python timoriensis to the Official. Z. N. (S.) 1834. Bull. zool. Nomencl., London, 25: 55-59.

Franz, V. 2003. Pythons of the World. Reptilia, 27: 16-23

Lang, Ruud de.  2012. Snakes of the Lesser Sunda Islands (Nusa Tenggara), Indonesia.  Edition Chimaira.


64 responses to “Sanca Timor (Malayopython timoriensis) yang Eksotis”

  1. fernandopn says:

    Hampir semua satwa endemik yang memiliki status terancam memiliki permasalahan yang sama, yaitu perburuan dan perdagangan liar, termasuk pula ular ini. Untuk upaya konservasinya apakah ada upaya yang lebih spesifik dalam mengusahakan kelestarian spesies ini? makasih

  2. garvin says:

    @nando:salah satu nya dengan cara breeding spesies tersebut tetapi harus sesuai dengan apa yg ada di habitat nya, banyak breeder2 ular yg sudah melestarikan spesies ini tetapi untuk di perjualbelikan( sudah banyak diluar NTT) bukan untuk di sebar lagi sesuai dengan endemik ular tsb yaitu di NTT.
    untuk yg di NTT yg merupakan habitat asli python timorensis, mungkin bisa disosialisasikan ttg konsersavi dengan salah satu cara yaitu CH (captive hatchling) yaitu dengan mengambil telur2 ular yg ada di alam kemudian kita kembangbiakan dan kita tetaskan sendiri dengan perlakuan yg ideal salah contoh satu nya dengan menggunakan inkubator(untuk suhu optimal penetasan telur)karena di alam ular yg menetas kadang kemungkinan hidup ny kecil, mulai dri kesulitan mencari mangsa, adaptasi, predator lain dll nah dengan cara ini kita bisa tetap melestarikan python timorensis yg sesuai dengan lokality nya.

  3. Habitat asli dari ular sanca ini gimana? Di tempat lembab, kering atau apa? Bisa tidak dibuat lahan konservasi seperti habitat aslinya tapi tidak usah jauh di NTB?

  4. laurensianachandrika10 says:

    spesies ular yang eksotis….save sanca timor 🙂

  5. Grace Nathania says:

    apakah tidak ada tempat penangkaran untuk ular spesies ini? dan apakah hasil kerajinan dari kulit ular sanca memiliki ciri khas sehingga dapat dilacak pemburunya?

  6. agustinuscandra says:

    Konservasi jenis ular seperti sanca timor masih menuai ketakutan bagi banyak orang seperti racun maupun lilitan yang mematikan. Namun ketika kita memang mau mencoba melakukan konservasi pada apapun, kita harus berani mengambil resiko yang ada. Teruskan konservasi Sanca Timor dan juga flora fauna di Indonesia.

  7. garvin says:

    @catherine: bisa bisa aja, sebenarnya habitat sanca timor itu terrestrial(hidup di permukaan tanah, ya jelas kering kalau di tempat lembab itu namanya aquatic atau semi aquatic

  8. garvin says:

    @lauren Dan agus: lets save sanca timor 😀

  9. Ganang Madyasta says:

    Maaf Garvin, sedikit menjelaskan (tepatnya meralat). Terestrial bukan berarti kering lho. Ada permukaan tanah yang lembab juga termasuk terestrial. Apalagi di Indonesia yang sebagian adalah hutan hujan tropis. Kalau aquatik itu dalam air, semi aquatik itu di daerah pinggiran sungai, danau… begitu :3
    CMIIW

  10. bernadeteayu says:

    ular yg sangat unik dan menarik, terutama motifnya..namun sayang ancaman terbesar selalu saja perburuan liar, menurut km apakah ada upaya konservasi lain selain faktor genetik alam td??

  11. Hime says:

    Apa ada penangkaran untuk ular ini? Kan ular ini populasinya sudah sangat menurun

  12. Charlesteng Wiriya Lhaga says:

    Apa ular ini berbahaya ya bagi manusia?

  13. Angelia Putri says:

    Apa klasifikasi ilmiah dari ular sanca timor ini? Terimakasih 🙂

  14. Adelina Teresia says:

    Wow kece ~~ berarti langka ya ?

  15. Viranti says:

    Apakah tidak ada sanksi tegas bagi pemburu ular sanca timor?
    Save sanca timor 😀

  16. Neil says:

    Ular yang cantik, apakah sudah ada upaya untuk menyelamatkan ular ini dari lembaga-lembaga tertentu (seperti WWF misalnya)?

  17. Arch. Lysander J. Que says:

    Apakah masyarakat sekitar turut membantu dalam membantu menjaga kelestarian ular ini atau malah sebaliknya melakukan perburuan terhadap satwa ini dengan alasan mata pencaharian ? menurutku akan sulit melestarikan suatu hewan endemik daerah tertentu tanpa kepedulian penduduk lokal.

  18. garvin says:

    @grace: untuk penangkarannya ada di hutan wisata camplong.tapi masih sedikit tempat penangkaran untuk ular sanca..pemburunya susah dilacak krn aksesoris tersebut sudah tercampur zat-zat lain

  19. garvin says:

    @charlesteng: tentu tidak krn ular sanca timor tak berbisa

  20. garvin says:

    @ganang: emm mksd saya juga begitu..mksd saya tadi ular ini hidup secara terestrial dan hidup di tempat kering..terima kasih masukannya

  21. garvin says:

    @bernadteayu: seperti yang sudah saya jelaskan ke nando salah satu nya dengan cara breeding spesies

  22. garvin says:

    hime@ada kok di hutan lindung di kupang..tapi memang masih sedikit untuk penangkaran ular sanca ini

  23. garvin says:

    @angelia:
    Klasifikasi ilmiah ular sanca timor
    Kingdom: Animalia
    Phylum: Chordata
    Subphylum: Vertebrata
    Class: Reptilia
    Order: Squamata
    Suborder: Serpentes
    Family: Pythonidae
    Genus: Malayopython
    Species: Malayopython timoriensis

  24. garvin says:

    @adel:iya langka.udh terancam punah

  25. garvin says:

    @vira:ada kok hukumannya tertuang dalam undang-undang No. 5 Tahun 1990

  26. Saktyari says:

    Sangat menarik untuk bahasan ny, mungkin buat tambahan aja informasi tentang perubahan genus yg sudah beberapa kali berganti mulai dari python,broghamerus hingga malayopython.

  27. garvin says:

    @neil: yang saya baca..sampai skrg masih sedikit lembaga yang sadar atau bergerak dalam melestarikan ular yang cantik ini

  28. felisita1414 says:

    Topik yang diangkat menarik untuk dibaca dan semakin menambah pengetahuan saya tentang satwa endemik indonesia yang terancam kepunahannya. Namun mungkin dapat lebih diperdalam lagi pembahasan mengenai cara untuk melestarikan satwa ini selain dengan menggunakan breeding spesies dari ular sanca timor sendiri mengingat jumlahnya yang sudah tidak begitu banyak. Terimakasih 🙂

  29. garvin says:

    @lysander: masih kurang nya sosialisasi terhadap masyarakat dan krn memiliki nilai jual yang tinggi ..ular ini malah banyak diburu dan dijual oleh masyarakat sekitar dengan alasan ekonomi

  30. Putri Damayanti says:

    setelah baca ini, baru sadar kalo habitat ular sanca dinegri kita ternyata sedang dalam keadaan terancam punah, hal serupa jg banyak dialami satwa” lainya. Kondisi ini seharusnya menjadi teguran keras bagi kita, bahwa menjaga kelestarian satwa alam kita seharusnya tidak sampai menunggu ketika satwa tersebut akan terancam punah seperti yg saat ini terjadi.. kurangnya ke peka-an manusia didalam menjaga alamnya dapat menjadi bumerang bagi dirinya sendiri

  31. septiapuspit says:

    wah baru liat nih jenis ular sanca yang satu ini. kalo dipulau jawa dimana ya bisa nemuin ular kaya gini? bagus banget motifnya. kebun binatang mana ya yang punya koleksi ini?

  32. garvin says:

    @putri:bener banget apalagi buat sanca timor ini khususnya

  33. garvin says:

    @septi: wah ini endemik nya di NTT..kalau di ntt ada di hutan wisata camplong.. kalau di jawa ada kerabatnya kalau mau lihat seperti sanca kembang, sanca bodo.

  34. hervierarosita says:

    menarik sekali untuk dibaca. termotivasi untuk menjaga spesies dan habitatnya..

  35. vinaaalim says:

    ular nya cantik nih ,, sayang kalau punah

  36. Lily natalya says:

    Wow artikel yang baik ini dpt menambah ilmu tentang ular apalagi jenis ular sanca yang jarang orang ketahui secara detail nya

  37. Orta Yudhistira says:

    Jika sanca timor diburu untuk dimanfaatkan kulitnya untuk dijadikan tas dll apakah tidak bisa menggunakan ular jenis lain yg lebih mudah ditemukan dan masih sangat banyak jumlahnya? Mengapa harus jenis ular ini yg dimanfaatkan kulitnya? apakah yg menjadikan kulit ular ini spesial? terimakasih

  38. ingzokt96 says:

    Menurut kamu,upaya2 efektif dan efisien apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan populasi ular tsb?

  39. Fransisca Chandra says:

    Aku bs blng itu keren, meski sbenerny aku tkut bgt sm ular. Ularny itu cantik, cm aku msih bngung apa bedany ular sanca timor ini dngn ular sanca biasany. Apakah bedany cm dibagian dy berada, ato termasuk ada yg lain?

  40. vian beko says:

    Menarik topik bahasannya, menambah wawasan banget, masih banyak orang NTT yang gak tau kalo ada sanca timor. Ini nama daerahnya “Kabokko Gokko” yang artinya ular besar dan belang. Save Sanca timor 🙂

  41. valleryathalia says:

    bagus sekali corak kulit ular sanca timor ini.. pantas kalau para pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkannya secara berlebihan. mungkin harus diberi perundang-undangan menganai pemanfaatannya, sehingga populasi ular sanca timor tetap stabil atau lebih baik bertambah 🙂

  42. alphonsusyospy says:

    menarik vin.. ak mau tanya nih.. apakah ular sanca timur ini masuk sub spesies yang sama dengan sanca kembang atau sama spesiesnya tetapi berbeda sub spesies? terima kasih.. 🙂

  43. yulianrozi says:

    Sudahkah ada upaya atau hasil penjagaan populasi sanca timor di alam liar/habitatnya?

  44. anselmus masan rumat says:

    saran saja, supaya kita taati peraturan di undang-undang No. 5 Tahun 1990 yang telah disebutkan.

  45. Saktyari says:

    Bantu jawab garvin, untuk di luar ntt sudah byk yg pelihara sanca timor,namun kebanyakan untuk di koleksi,bisa dengan mudah mencari spesies ini di hobbies reptile,mereka mempelihara,budidaya dan merawat,namun untuk kelestarian spesies itu yg nanti akan dijualbelikan,seharus ny hal seperti ini harus ny dilakukan oleh lokal asli NTT selaku habitat asli sanca timor ini, sudah dilakukan berbagai upaya,terbukti sanca timor tetap ada namun jarang yg tumbuh dari ukuran baby hingga adult(kebanyakana ditemukan adult)

  46. Saktyari says:

    Untuk jenis ulat ini dilihat dari segi motif nya memang lebih bagus daripada sanca2 kembang pada umumnya,ini yg membuat spesial. kalo menggunakan ular2 sanca yg mudah di dapat justru semakin merendahkan populasi sanca yg lain, beruntung untuk sanca batik populasi ny masih tersebar banyak di seluruh indonesia kecuali di daerah timur indonesia, tapi walopun populasi ny tetep stabil, alangkah baiknya kita tetap menjaga populasi itu, saya sendiri juga tidak suka sama pengepul ular.

  47. Saktyari says:

    Sanca timor (Python timoriensis) dengan Sanca batik (Python reticulatus) jelas beda subspesies nya,hanya genus nya yg sama dan dari family yg sama yaitu pythonidae.
    Subspesies itu trinomial
    Contoh sub spesies seperti Python molurus bivitattus dengan python molurus molurus,brarti sub spesies dari molurus itu ada 2 macam

  48. Saktyari says:

    @garvin : udah aku bantu jawab vin, ayo semangat !!
    Ular itu menarik 😉

  49. elvinadea says:

    Jenis sanca yang ini memang berbeda dengan sanca yang lainnya, kulit sanca timur ini lebih indah daripada spesies sanca lainnya. Kalau mau membuat tas dengan bahan bagus tidak selalu harus dengan menguliti kulit ular, karena akan mempengaruhi populasi dari ular sanca tersebut. Jusru, kita harus melindungi ular sanca timur ini.

  50. Saktyari says:

    Setuju dgn elvinadea

  51. garvin says:

    @all:thx for comment..save sanca timor!!
    @ari:makasih juga udah bantu jawab semua pertanyaan temen” 😀

  52. Tria says:

    Bagaimana kualifikasi hewan yang dilindungi menurut UU No. 5 Th 1990.. apakah ada UU lain yang mengatur lebih spesifik ttg hewan di lindungi ? Dan apa saja kategori hewan dilindungi sesuai dg UU yang saudara sebutkan di atas.

  53. Retnawan says:

    topik bahasannya menarik dan menambah wawasan. saya mau bertanya apakah yang bisa dilakukan orang-orang awam yg belum tau jelas tentang konservasi ular Sanca timor ini, selain terjun langsung kelapangan untuk ikut memberi kontribusi dalam hal konservasi ini? terima kasih

  54. tiaramahatma says:

    #savesancatimor

  55. garvin says:

    @retnawan: ya kita sbg pemerhati fauna khusunya sanca timor ini harus bisa menyebarluaskan informasi ttg sanca timor, baik secara media sosial ataupun sosialisasi secara langsung thdp masyarakat umum
    dibuat nya blog ini juga salah satu cara yg sudah dilakukan agar semua orang tau bahwa inilah sanca timor,hewan eksotis yg harus kita lestarikan

  56. Adam says:

    Let’s save Sanca Timor!

  57. garvin says:

    @tria: tidak ada undang2 lain,kategori populasi semakin sedikit di habitat asli nya, hampir sedikit ditemukan di NTT, pihak pemerintah perlindungan hewan yg kurang mendata lengkap spesies sanca timor di luar NTT

  58. garvin says:

    @tiara dan adam: let’s save sanca timor!

  59. Dominic Henri says:

    Kalo di alam, ada masalah sulit cari mangsa, adaptasi, predator. Berarti kalo kita konservasi sendiri (harus di NTT, dibantu warga asli) harus perhatikan: apa makanannya, lingkungan tinggal harus gimana, dan dia harus jauh dari hewan (peliharaan) apa? Thanks…

  60. Berliani Christy says:

    semoga upaya penyelamatan dengan cara breeding maupun upaya penyelamatan lainnya untuk terus mengupayakan sanca timor terus lestari dapat terwujud sehingga keanekaragaman satwa Indonesia dapat terus dinikmati generasi penerus, dan semakin banyak orang yang sadar dan turut ambil bagian dalam upaya pelestarian spesies-spesies langka seperti sanca timor ini 🙂

  61. yuniafrischilla says:

    selain ancaman dari manusia, ada predator lain yang mengganggu populasi sanca timor gak? makasih

  62. donnyfranklyn says:

    Keren vin

  63. bonnyeaster says:

    semoga masyarakat bisa menjaga lingkungan agar tetep terjaga dengan baik.

  64. Pauline Nathania says:

    Arboreal itu apa kak? Hidupnya kan di NTT kak, nah, itu maish di hutan atau sudah dipekihara dan dikembangbiakkan masyarakat sekitar? Atau mungkin dikonservasi oleh orang sana, tpi masih ada yang lepas di habitat liar?
    Sebenarnya termasuk species berbahaya atau tidak kak?
    Makasih kak atas blognya….

    Membantu lebih memahami sanca Timur… ^~^

    Semangat kak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php