Fransiska Nindita

Kelinci Belang yang Mulai Tak Terlihat

Posted: December 1st 2018

Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri), merupakan kelinci liar yang dapat ditemukan didaerah Pulau Sumatra terutama di Pegunungan Bukit Barisan. Kelinci Sumatra memiliki panjang sekitar 40 cm, dengan garis-garis kecoklatan yang terlihat pada tubuhnya, ekornya berwarna merah dan perutnya berwarna putih. Habitat Kelinci Sumatra juga berada di hutan pada ketinggian 600 m hingga 1.600 m. Makanannya adalah pucuk daun muda, tanaman berukuran pendek, dan ada juga yang memakan biji-bijian.

                                                                   Gambar 1. Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri).

Jika kita membicarakan hewan yang terancam punah di Indonesia pasti hewan utama yang akan disebutkan adalah orangutan, badak, gajah, dan harimau. Perlu diketahui bahwa IUCN Redlist menyatakan kelinci belang ini memiliki status vulnerable sejak tahun 2008, bahkan sempat masuk kedalam staus Endangered pada tahun 1994. Tidak banyak orang tau mengenai keberadaan spesies Kelinci Sumatra, orang lokal pun tak banyak yang mengenal Kelinci Sumatra. Kelinci ini sudah ada sejak tahun 1880, namun beberapa peneliti tidak tertarik pada spesies tersebut.

Kelangkaan Kelinci Sumatra terjadi karena beberapa sebab. Habitatnya yang berada di hutan dirusak oleh beberapa oknum yang akan menggunakan hutan tersebut sebagai lahan pertanian, dan perkebunan kopi, teh, serta kakao. Hilangnya habitat Kelinci Sumatra menjadi faktor utama spesies tersebut langka. Walaupun tidak ada perburuan liar terhadap Kelinci Sumatra, kurangnya pengetahuan mengenai Kelinci Sumatra juga dapat menyebakan kelangkaan karena tidak ada upaya perlindungan untuk spesies ini.Saat ini beberapa peneliti sulit untuk menemukan keberadaan Kelinci Sumatra karena kelangkaannya, hanya beberapa kali saja tertangkap oleh camera trap.

Ternyata, pada masa lalu sudah ada rencana konservasi untuk Kelinci Sumatra, namun tidak pernah didanai. Kelinci Sumatra yang semakin lama tidak terlihat karena kelangkaanya harus diselamatkan kembali. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menambah pengetahuan lebih dalam lagi mengenai Kelinci Sumatra, kemudian memulai pengenalan Kelinci Sumatra kepada masyarakat dari masyarakat lokal hingga meluas ke masyarakat luar. Pengelanan dapat dilakukan dengan membuat poster atau artikel pendek mengenai spesies ini dan menyebarkannya melalui media sosial, dan media massa lainnya. Jika, sudah banyak masyarakat yang mengenal spesies ini, mulai dapat dilakukan cara-cara pelestarian selanjutnya seperti melindungi habitat Kelinci Sumatra, menempatkan Kelinci Sumatra pada wilayah konservasi.

Mari kita tambah pengetahuan kita tentang Kelinci Sumatra, dan dukung pelestariannya!


2 responses to “Kelinci Belang yang Mulai Tak Terlihat”

  1. dindaardita says:

    masih jarang orang yang mengetahui tentang keberadaan hewan ini.. dengan adanya artikel ini dapat memperluas pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kelangsungan hidup kelinci sumatera.

  2. theresagaluh says:

    Artikel ini cukup menarik dan informatif karena spesies kelinci ini jg belum banyak diketahui masyarakat. mungkin bisa ditambahkan daerah persebaran dari spesies ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php