Fransiska Nindita

Kelinci Belang yang Mulai Tak Terlihat

Posted: December 1st 2018

Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri), merupakan kelinci liar yang dapat ditemukan didaerah Pulau Sumatra terutama di Pegunungan Bukit Barisan. Kelinci Sumatra memiliki panjang sekitar 40 cm, dengan garis-garis kecoklatan yang terlihat pada tubuhnya, ekornya berwarna merah dan perutnya berwarna putih. Habitat Kelinci Sumatra juga berada di hutan pada ketinggian 600 m hingga 1.600 m. Makanannya adalah pucuk daun muda, tanaman berukuran pendek, dan ada juga yang memakan biji-bijian.                                                                    Gambar 1. Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri). Jika kita membicarakan hewan yang terancam punah di Indonesia pasti hewan utama yang akan disebutkan adalah orangutan, badak, gajah, dan harimau. Perlu diketahui bahwa IUCN Redlist menyatakan kelinci belang ini memiliki status vulnerable sejak tahun 2008, bahkan sempat masuk kedalam staus Endangered pada tahun … Read more


Bagaimana Nasib Kota Bajaku ?

Posted: August 26th 2016

Pencemaran udara bukanlah hal yang asing lagi di kehidupan abad ini. Pencemaran udara menjadi hal yang tak dapat dihindari. Berdasarkan KEPMEN KLH No. Kep.02/Men-KLH/1998, pencemaran udara adalah masuknya zat lain, atau komponen lain ke udara dan merusak tatanan udara sehingga menyebabkan kualitas udara turun dan tidak lagi berfungsi dengan baik. Saat ini pencemaran udara mulai mengalami peningkatan akibat banyaknya sumber yang menyebabkan udara tercemar. Peningkatan terus terjadi akibat bertambahnya transportasi yang bahan bakarnya mengandung zat tercemar, 60% terdiri dari karbon monoksida, dan 15% zat hidrokarbon (Fardiaz, 1992). Selain transportasi yang mengandung zat pencemar, sumber lain yang menyebabkan pencemaran udara meningkat adalah pembakaran, limbah-limbah pabrik industri. Proses industri pun menjadi salah satu penghasil gas CO terbesar ketiga. Penghasil gas CO yang utama berasal dari transportasi dan yang kedua pembakaran hasil pertanian seperti sampah, sisa-sisa kayu di hutan, dan sisa tanaman perkebunan (Fardiaz, 1992). Industri yang menghasilkan CO terbanyak adalah industri baja … Read more


Hello world!

Posted: August 19th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php