Florensius Yonatan

Siamang, Primata Yang Mulai Terlupakan

Posted: August 25th 2016

 

chimp

Siamang ? Siapakah dia ? Bagaimana habitat dan kondisinya sekarang ????

Siamang atau Symphalangus syndactylus merupakan kera hitam berlengan panjang yang hidup yang hidup di Sumatera, Indonesia dan semenanjung Malaysia. Dengan lengannya yang panjang, siamang menjadi kera yang sangat tangkas di atas pohon. Hal ini membuat setiap predator kesulitan jika hendak menangkap siamang (Symphalangus syndactylus). Sayangnya ketangkasan Si Kera Hitam itu tidak menghindarkannya dari ancaman kepunahan lantaran perburuan yang dilakukan manusia dan deforestasi hutan.

Taksonomi Siamang dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Napier dan Napier, 1986) :

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Klass               : Mamalia

Ordo                : Primata

Famili              : Hylobatidae

Genus              : Symphalangus

Spesies            : Hylobathes syndactilus

Siamang, yang dalam bahasa Inggris juga disebut Siamang, dalam bahasa latin dinamai Symphalangus syndactylus (Raffles, 1821). Kera hitam berlengan panjang ini mempunyai beberapa nama sinonim seperti Hylobates syndactylus (Raffles, 1821), Symphalangus continentis (Thomas, 1908), Symphalangus gibbon (C. Miller, 1779), Symphalangus subfossilis (Hooijer, 1960), dan Symphalangus volzi (Pohl, 1911).

Status Konservasi

Siamang termasuk dalam kategori terancam punah (endangered) berdasarkan IUCN Red List 2009. Berdasarkan tingkat kerentanan terhadap perdagangan satwaliar, siamang tergolong Appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora), yang jumlahnya sudah sangat sedikit di alam sehingga perdagangannya diawasi dengan sangat ketat oleh pemerintah.

siamang

Habitat

Siamang menempati hutan tropis primer atau sekunder mulai dataran rendah hingga perbukitan dengan ketinggian 3.800 m. Siamang banyak mendiami hutan di Pulau Sumatera. Siamang hidup monogami dengan pasangan jantan dan betina yang tetap dan diikuti oleh beberapa anak Mereka hidup di dataran seluas 23 ha. Siamang adalah kelompok primata sejati hutan yang membutuhkan pohon untuk mempertahankan hidupnya. Siamang membutuhkan hutan sebagai tempat mencari makan, bermain, beristirahat, dan melakukan aktivitas sosial lainnya.

Guna mendukung keberlangsungan kehidupan siamang, diperlukan satu kesatuan kawasan yang menjamin keberlangsungan hidupnya yaitu kawasan yang terdiri dari berbagai komponen baik fisik maupun biotik yang merupakan satu kesatuan yang dipergunakan untuk tempat hidup dan berkembangbiak.

Tingkah Laku

Saat istirahat siamang menghindari teriknya sinar matahari dengan cara turun ke bagian tajuk yang paling rendah. Pada periode istirahat terjadi interaksi sosial antara anggota kelompoknya melalui kegiatan berkutu-kutuan dan duduk bersama dimana jantan dewasa merupakan kegiatan pusatnya. Kegiatan istirahat akan meningkat sejalan dengan penurunan intensitas makan selama aktivitas berlangsung.

Siamang sangat selektif dalam memilih pakannya, hal tersebut berkaitan dengan strategi makan dan ketersediaan pakan. Matsuzawa (1950) menyatakan bahwa primata pada umumnya menyukai pakan dengan rasa manis. Siamang akan banyak memakan buah ketika musim buah tiba, tapi ketika tidak ada akan lebih banyak mengkonsumsi pucuk daun (Harianto, 1988). Keluarga siamang dapat melakukan kegiatan makan pada pohon yang sama untuk 2 sampai 3 hari berturut-turut dengan sesekali melakukan penjelajahan dan biasanya tidur pada pohon yang berdekatan dengan pohon sumber makanan tersebut.

Faktor Ancaman

Ancaman utama terhadap populasi siamang adalah adanya penurunan kuantitas dan kualitas habitat, antara lain terjadinya fragmentasi habitat, selain itu masih terjadi perburuan satwaliar untuk diperdagangkan. Terjadinya fragmentasi hutan akibat pembukaan kawasan hutan dan pembukaan lahan untuk perkebunan menyebabkan populasi siamang terdesak pada habitat dan wilayah yang sempit. Saat ini, populasi siamang yang tersisa di Sumatera sebagian besar terdapat di kawasan lindung dan konservasi (Nijman & Geissman, 2008). Sangat miris memang..

siamang_thumb

Upaya Konservasi

Upaya pelestarian siamang dapat dilakukan melalui konservasi in-situ di habitatnya. Salah satu data dasar yang diperlukan dalam kegiatan konservasi adalah data populasi. Di antara kelompok gibbon, informasi data populasi siamang saat ini termasuk dalam kategori No Recent population estimate Available (NRA), artinya belum ada informasi dugaan populasi terbaru, karena informasi yang lebih dari 20 tahun tidak termasuk dalam penilaian.

Tak hanya itu, sebagai generasi muda, mari kita ikut andil dalam pelestarian siamang !!

 

Daftar pustaka

http://www.iucnredlist.org/details/39779/0

Geissman, T. (2007). Status reassessment of the gibbons: Results of the Asian Primate Red List Workshop 2006. Gibbon Journal 3, 5-15.

Harianto SP. 1988. Habitat dan tingkahlaku siamang (Hylobates syndactylus) di calon Taman Nasional Way Kambas, Lampung [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Matsuzawa, T. 1950. Primate Origins of Human Cognition and Behaviour. Kyoto University. Japan.

Napier, J. R. and Napier, P.H. A.1976. Hand Book of Living Primate. Academic Press, London.

Nijman, V. dan Geissman, T. 2008. Symphalangus syndactylus In IUCN Red List of Threatened Species Version 2009. http://www.iucnredlist.org. diakses 24 Agustus 2016.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php