My Blog

Blog Archives


paku dan lubang yang ditinggalkan

Posted: December 23rd 2012

Kegiatan memaku dinding bisa jadi salah satu kegiatan yang gampang-gampang susah, apalagi jika memang kita bukan ahli pertukangan. Saya pernah dengan semangat ingin memajang foto-foto keluarga di dinding ruang tamu, membayangkan semua akan terpajang dengan rapi dan urutannya sudah saya atur di benak saya. Namun ketika mulai memakukan paku ke dinding, rupanya posisi paku sering meleset beberapa milimeter ato centimeter dari yang seharusnya. Kalau sudah salah posisi, saya terpaksa cabut kembali dan memakukkannya lagi di posisi yang pas. Namun saya menyadari satu hal, bahwa walaupun lubang yang posisinya salah beberapa centimeter tadi akan tertutup dengan pigura fotonya, tapi lubang tersebut sudah terlanjur ada disitu, membuat bekas di tembok. Kita bisa menutupnya dengan kapur tembok, dicat kembali hingga tak berbekas, tapi sebenarnya lubang itu tetap ada. Sekecil apapun paku akan tetap meninggalkan bekas atau lubang di dinding.  Sadarkah kita kalau sebuah kemarahan yang mungkin hanya meledak sekali waktu dari kita pun bisa … Read more


Kekuatan Arus

Posted: November 18th 2012

Warren Buffet, pakar investasi sekaligus slah satu orang terkaya di Amerika Serikat berkata, “Terkadang yang terpenting bukanlah seberapa kuat Anda mendayung perahu, melainkan seberapa cepat arus sungainya.”   Jangan salah mengerti, mendayung memang penting tapiada yang jauh lebih penting daripada itu, yaitu bagaimana bergerak mengikuti derasnya arus.   Bekerja memang penting dan itu adalah keharusan. Namun, hendaknya kita jangan lupa bhwa bekerja saja tidak cukup, kita butuh kekuatan arus. itu disebut sebagai kasih karunia / anugerah. sekeras apapun kita bekerja dan sebesar apapun pengorbanan kita dalam pekerjaan, namun jika kita hidup diluar anugerah Tuhan maka hasil yang kita harapkan tidak sebanding dengan usaha yang kita lakukan. Firman Tuhan di dalam Amsal 10:22 berkata, “Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” Dalam Mazmur 127:2 juga dikatakan, ” Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah… sebab Ia memberikannya kepada … Read more


Surat dari seorang sahabat ~Temanmu, Yesus ~

Posted: October 31st 2012

Aku menulis untuk mengatakan iberapa Aku peduli padamu dan untuk mengatakan betapa aku ingin kau tahu tentang Aku dengan lebih baik. Ketika kamu bangun pagi ini, Aku ledakan matahari terbit melalui jendelamu, berharap untuk mendapatkan perhatian darimu, tetapi kamu bergegas bahkan tanpa menyadarinya. Kemudian, Aku melihat kamu berjalan dengan beberapa teman, jadi Aku mandikan kamu dengan sinar matahari yang hangat dan wangikan udara dengan aroma manis alam, dan tetap kamu tak memperhatikan Aku. Ketika kamu lewat, Aku berteriak kepada kamu dalam badai dan mencatat pelangi indah di langit, dan kamu bahkan tak melihatnya. Pada malam hari, Aku menumpahkan cahaya bulan ke wajahmu dan mengirimkan angin sejuk untuk istirahat kamu. Ketika kamu tidur, Aku mengawasi kamu, tetapi kamu tidak menyadarinya bahwa Aku begitu dekat. Aku telah memilih kamu dan berharap kamu akan segera berbicara dengan Aku sampai saat itu tiba, Aku tetap dekat. Aku sahabatmu dan sangat mencintaimu



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php