Fernando Natanael

“One Shoot, One Talk for Bird Conservation Effort”

Posted: December 3rd 2015

RENCANA AKSI KONSERVASI

“One Shoot, One Talk For Bird Conservation Effort”

Burung merupakan satwa yang memiliki banyak peminat, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang memelihara baik untuk diperdagangkan maupun hanya sekedar hobi. Kepentingan ekonomi dan hobi ini menjadi alasan utama meningkatnya perdagangan burung di Indonesia, salah satunya di Provinsi Yogyakarta. Pasar Burung Lolohan, Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY), Pasar Burung Ngasem dan Rumah Kicau KMJ merupakan beberapa pasar hewan yang menjual berbagai jenis burung baik secara pasar fisik maupun secara online.

Beberapa penjual burung seringkali menjual berbagai jenis burung tanpa mengetahui apa status konservasi dari burung tersebut, sehingga terkadang ditemukan perdagangan burung langka di pasar-pasar burung tersebut. Di sisi lain, ada pula penjual burung yang sudah tahu bahwa burung yang dijual tergolong burung langka dan dilindungi, tetapi bukannya malah berhenti menjual burung langka tersebut, malah mereka semakin gencar untuk berburu dan menangkap burung-burung langka di alam liar. Hal ini disebabkan karena bagi para pecinta burung, semakin unik dan jarang ditemukannya jenis burung tersebut maka hasrat untuk mengoleksi dan memelihara burung langka tersebut semakin tinggi. Ada kepuasan tersendiri bagi para pecinta burung ketika dapat memelihara burung yang tergolong langka. Beberapa hal inilah yang menyebabkan perdagangan burung langka di Yogyakarta semakin meningkat.

Salah satu contoh kasus perdagangan burung langka di Yogyakarta adalah diamankannya puluhan satwa langka oleh BKSDA Yogyakarta yang diberitakan oleh tribunnews.com pada tanggal 24 September 2015. Dalam artikel tersebut dituliskan bahwa berdasarkan hasil pengamanan selama ini, satwa yang dilindungi tersebut ada yang sengaja dipelihara perorangan atau ada juga yang dijual di pasar hewan. BKSDA telah mengamankan setidaknya 30 satwa langka. Antara lain berhasil mengamankan burung kakak tua jambul kuning dari warga di wilayah Jalan Kaliurang, Sleman dan seekor burung nuri merah kepala hitam dari warga di jalan Godean, Sleman. Menurut IUCN, burung kakak tua jambul kuning  memiliki status konservasi Critically Endangered” sedangkan burung nuri merah kepala hitam memiliki status Endangered”. Perdagangan burung Jalak Bali dan beberapa burung lain yang termasuk satwa terancam punah pun masih sering terjadi. Tanpa diketahui ternyata banyak terjadi perdagangan ilegal burung langka dilindungi yang terjadi sehingga banyak pula masyarakat yang memeliharanya tanpa tahu bahwa burung tersebut sudah hampir terancam punah dan tidak seharusnya menjadi hewan peliharaan individu dan seharusnya dikonservasi oleh lembaga yang berwenang, bukannya malah jadi peliharaan.

cockatoo-1

Burung Kakak Tua Jambul Kuning (Cacatua sulphure)

nuri

Burung Nuri Merah Kepala Hitam (Lorius domicella)

Beberapa pasar hewan di Yogyakarta ternyata tidak hanya menjual burung biasa saja, tetapi juga menjual burung-burung langka yang dilindungi. Pengawasan yang dilakukan oleh polisi hewan dan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), instansi dan beberapa LSM terkait belum mampu mencegah peredaran satwa langka di pasar-pasar burung. Oleh Karena itu dibutuhkan peran aktif masyarakat dan mahasiswa untuk mendukung pengawasan terhadap perdagangan burung di pasar burung terutama untuk burung langka yang dilindungi. Sebagai mahasiswa yang bergerak dibidang biologi terkhusus untuk konservasi, saya memiliki rancangan rencana aksi konservasi untuk mendukung pengawasan terhadap perdagangan burung langka yang dilindungi tersebut, rencana aksi konservasi ini saya sebut sebagai aksi  “One Shoot, One Talk For Bird Conservation Effort”.

One shoot, One Talk  for Bird Conservation Effort merupakan aksi konservasi yang akan saya lakukan untuk membantu pengawasan dengan cara memberikan bukti perdagangan dan peredaran burung langka yang dilindungi di pasar burung Yogyakarta. Aksi ini dilakukan dengan cara mengunjungi pasar burung yang ada di Yogyakarta dan mengambil foto burung yang diperdagangkan di sana, setelah itu dari foto-foto burung tersebut akan saya cari informasi tentang status konservasinya menurut situs IUCN Redlist. Setelah diketahui status konservasinya, burung-burung yang memiliki status langka dan dilindungi akan saya informasikan ke BKSDA. Aksi ini bertujuan untuk membantu pengawasan BKSDA dengan cara memberikan bukti foto dan informasi lokasi, waktu serta jenis perdagangan burung yang dilakukan di pasar burung wilayah Provinsi Yogyakarta. Aksi ini juga dibarengi dengan menginformasikan tentang status konservasi burung kepada beberapa masyarakat yang memelihara burung, agar masyarakat tahu apakah burung yang dipeliharanya termasuk burung yang langka dan dilindungi atau tidak, sehingga masyarakat dapat turut serta dalam membantu pengawasan terhadap perdagangan burung langka dan yang dilindungi.

Sebagai generasi muda seharusnya kita lebih peka dan lebih peduli terhadap keanekaragaman satwa di bumi nusantara kita tercinta yaitu Indonesia. Oleh karena itu saya mengajak teman-teman mari bergabung dalam aksi konservasi ini. Aksi yang terlihat kecil ini akan memberikan kontribusi yang besar untuk upaya konservasi kita bersama khususnya untuk konservasi burung langka dan dilindungi di Indonesia khususnya di Yogyakarta. Aksi One shoot, One Talk for Bird Conservation Effort ini akan saya mulai di akhir Bulan Desember 2015 dan akan terus berlanjut hingga tahun 2016. Bagi teman-teman yang tertarik dan mau bergabung dalam aksi ini, silahkan menghubungi saya melalu email fernandoprayogo@gmail.com/130801401@students.uajy.ac.id atau melalui ID LINE saya: fernando_natanael. Mari bergabung dalam aksi ini dan kita tunjukkan bahwa generasi muda memiliki rasa cinta pada alam Indonesia kita dan mari berjuang bersama untuk konservasi satwa di Bumi Pertiwi ini, Salam Lestari!

 


13 responses to ““One Shoot, One Talk for Bird Conservation Effort””

  1. Angevia Merici says:

    Langkah konservasi yang bagus, semoga bisa terealisasi sebagai bentuk langkah konkret mahasiswa biologi dalam pelestarian fauna. Semangat !

  2. Rahel Frida says:

    Langkah awal konservasi yang bagus…Akan lebih baik jika mencoba mencari data melalui kuisioner untuk mengetahui sebenarnya apa yang menjadi sebab beberapa orang hobi mengoleksi burung.
    Mungkin si pemiliki tahu bahwa burung itu langka dan dilindungi, namun seperti yang Anda katakan bahwa ada kepuasan tersendiri itulah yang mungkin menjadi alasan masih banyak adanya perdagangan satwa langka.
    Harapannya, kita bisa memberi solusi kepada mereka yang memang memiliki hobi memelihara satwa langka untuk tidak lagi memburu satwa langka untuk dipelihara, kita juga berusaha mendidik masyarakat untuk tidak egois mementingkan kepentingan pribadi demi kepuasan saja.

  3. Riyanti says:

    Setuju.. fauna langka nan unik memang perlu dijaga dan dilestarikan..
    Semangat berjuang..

  4. Teguh says:

    bagus, dan akan lebih berdampak nyata jika disosialisasikan kepada kelompok2 penggemar burung tersebut. saya share ya,

    • fernandopn says:

      Siap Mas ALdwin, itu termasuk tujuan dari rencana aksi “One Shoot, One Talk for Bird Conservation” ini mas. Terima kasih untuk bantuan share nya. Mari beraksi bersama untuk aksi konservasi ini mas.

  5. Ramto Ramses 13 says:

    Langkah dan usaha yg patut kita dukung ini sahabat.
    Gimana saya caranya kalo mau bergabung dan bisa sedikit banyak tahu ya???
    Semoga berguna unt kelestariannya alam kita.
    Tapi hati2 bila harus berurusan dg para calo di pasar yaaa

  6. ayutiya95 says:

    Langkah awal yang bagus nando, semoga melalui gerakan konservasi mu ini paling tidak dari masyarakat Yogyakarta dahulu dapat secara merata mengetahui organisme apa yang langka dan sadar untuk melindunginya. 🙂

  7. Natalia Cinthya Deby says:

    Mungkin uapaya ini bisa jadi gak HANYA untuk burung yang mulai langka atau unik aja.. setelah dipikir2, upaya ini bisa juga lo dilakukan untuk satwa lain atau bahkan tumbuhan atau juga kondisi ekosistem tertentu..

    Semoga aja pihak2 terkait yang disebutkan benar-benar bisa menjadi perpanjangan tangan rencana aksi anda,, jadi gak cuma sebagai wadah yang menampung laporan semata.

  8. Hallo Nando!
    Terimakasih untuk tulisannya yaaa sangat menarik sekaliiii hehehehe
    Semoga langkah ini dapat menjadi sesuatu yang baru yang dapat dilakukan yaaaa juga dapat dilakukan untuk flora dan fauna yang sudah mulai langka 🙂
    Keep writing! Proficiat 😉

  9. aldwint says:

    Burung Nuri Merah Kepala Hitam (Lorius domicella) ternyata burung yang langka ya?? saya baru mengetahuinya sekarang

    Aksi One shoot, One Talk for Bird Conservation Effort sangat baik. Semoga bisa berhasil untuk melestarikan keberadaan burung-burung yang sudah terancam punah

  10. Cindy Natalia says:

    Terima kasih atas informasi yang diberikan. Saya rasa hal ini sudah lama menjadi perhatian banyak orang. Saya sangat setuju dengan adanya laporan terkait perdagangan satwa langka seperti ini dan tentunya tindakan tegas dari pemerintah supaya dapat menimbulkan efek jera. Selain itu, perlu pula adanya kerjasama pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara lain untuk tidak menerima satwa langka seperti ini.

  11. Ryan Febri says:

    membutuhkan realisasi yang nyata dan komitmen dari pihak terkait untuk melestarikan satwa langka ini.

  12. hermantochen says:

    Langkah yang Simple gan.. semoga tercapai, namun tidak dipungkiri untuk mendapat kan foto hewan yang langka ini juga susah. semoga Plan Anda dapat terealisasi dan sukses sehingga Burung” cantik ini tidak punah 😀

Leave a Reply to hermantochen Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php