Fernando RJ Simbolon

E-COMMERCE

Posted: November 7th 2012

E-commerce atau electronic commerce adalah suatu proses jual beli, atau pertukaran product dan informasi melalui jaringan komputer khususnya internet. E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdataatau database, e-surat atau (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
Konsep dari commerce sendiri ada 3 yaitu:
– Traditional commerce : berdimensi fisik dan offline
– Pure E-commerce : berdimensi digital,berupa virtual organisasi, dan online
– Partial E-commerce: berupa gabungan dari Pure E-commerce dan Traditional Commerce.

Dalam kegiatannya E-commerce menyediakan pertukaran dalam bidang informasi, layanan, dan pembayaran(payment). E-commerce juga menciptakan pertumbuhan ekonomi bagi pembeli,penjual, perantara , dan sosial at large.
Type-type dari e-commerce ada beberapa yaitu:
• Business-to-business EC (B2B)
• Collaborative commerce (c-commerce)
• Business-to-consumer EC (B2C)
• Consumer-to-businesses (C2B)
• Consumer-to-consumer (C2C)
• Intrabusiness (intraorganizational) commerce
• Government-to-citizens (G2C)
• Mobile commerce (m-commerce)

Dalam melakukan kegiatannya, E-commerce membutuh Infrastructure berupa : Hardware, software, dan jaringan untuk melakukan transaksi dan komunikasi. E-commerce juga membutuhkan Security dalam melakukan kegiatannya. Security dapat dilakukan dengan cara melakukan enkripsi,electronic certificate, SSL(Secure Soccet Layer), dan SET (Secure Electeronictransaction Protocol).
Kelemahan Dari E-Commerce…
1.Kasus dalam faktor keamanan transaksi e-commerce, yaitu dari pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan intelektual, akses illegal ke sistem informasi (hacking) perusakan website sampai dengan pencurian data.
2.Ketidaktepatan waktu pengiriman barang.
3.No cash payment dan Ketidak puasan konsumen terhadap barang yang dipesan.

Alur Proses Pembayaran
1. Konsumen memesan tempat dengan pedagang melalui sejumlah saluranpenjualan: Web Site, Call Center, Retail, atau Broadband Wireless.
2. Authorize.Net mendeteksi pesanan telah ditempatkan, aman mengenkripsidan meneruskan Permintaan Otorisasi ke Konsumen Kartu Kredit Penerbituntuk memverifikasi kartu kredit konsumen rekening dan ketersediaan dana.
3. Otorisasi (atau Tolak) Tanggapan dikembalikan melalui Authorize.Net keMerchant. Round proses perjalanan ini rata-rata kurang dari 3 detik.
4. Setelah persetujuan, Merchant memenuhi perintah konsumen.
5. Authorize.Net mengirimkan permintaan penyelesaian ke Rekening PedagangProvider.
6. Merchant Account Penyedia dana transaksi deposito ke Rekenin memeriksaMerchant.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php