KSDL Pangan

Molekuler dalam dunia tanaman perkebunan, siapa takut !

Posted: May 28th 2013

Akhir-akhir ini dunia biologi sedang hangat membincangkan tentang molekuler, baik berhubungan dengan kesehatam, makanan dan insustri (farmasi). Salah satu bagian yang terkena imbas hot issue tentang molekuler adalah perkebunan. Dalam tulisan saya kali ini, saya akan berbagi tentang “Pemanfaatan Teknologi DNA Molekuler Dalam Identifikasi dan Verifikasi Varietas Tanaman Perkebunan”.

Secara umum suatu varietas tertentu diidentifikasi dan diverifikasi kemurniannya berdasarkan sifat morfologinya. Namun yang menjadi permasalahan adalah varietas-varietas yang berasal dari galur-galur berkerabat dekat seringkali memperlihatkan karakteristik yang sama, bahkan pada kondisi yang spesifik pun kadang-kadang penampilannya sama. Masalah lain yang sering dihadapi para pemulia tanaman adalah sering dijumpai varietas-varietas lain dengan nama yang sama tetapi mungkin berbeda dan bahkan tidak berkerabat tetapi secara fenotipik sukar untuk dibedakan.

Penanda DNA Molekuler terus-menerus dimodifikasi untuk meningkatkan kegunaan dan untuk membawa informasi dalam proses identifikasi dan verifikasi varietas tanaman. Penemuan PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah tonggak awal dalam upaya tersebut dan terbukti merupakan proses yang unik yang membawa kelas baru penanda DNA profiling. Hal ini memfasilitasi pengembangan tag gen, penanda berbasis peta kloning dari gen agronomis penting, studi variabilitas, analisis filogenetik, pemetaan synteny, dan seleksi marker dibantu genotipe yang diinginkan.

berikut ini macam teknik yang telah digunakan untuk memvisualisasi polymerase pada DNA :

1. Hybridization-based marker : marker profil DNA divisualisasi dengan melakukan hibridisasi antara DNA yang telah dipotong dengan enzim restriksi dengan probe yang telah dilabel. probe merupakan fragmen DNA yang diketahui atau sekuennya

2. PCR (Polymerase Chain Reaction) – based marker : melibatkan amplifikasi in vitro dari sekuen DNA tertentu atau lokus-lokus tertentu dengan bantuan primer dan enzim DNA polimerase yang termostabil. fragmen yang diamplifikasi dipisahkan dengan elektroforesis dan dideteksi dengan pewarnaan.

Berikut ini jenis PCR (Polymerase Chain Reaction) -Based Marker :

1. RAPD (Random Amplified polymorphic DNA)

2. Mikrosatelit (SSRs)

3. AFLP (Amplified Fragment polymorphism)

4. SNP (single Nucleotide polymorphins)

Dari informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan varietas tanaman perkebunan umumnya menggunakan DNA MArker.

Thank’s
Fegan A.L.


2 responses to “Molekuler dalam dunia tanaman perkebunan, siapa takut !”

  1. Benedictus Raymond says:

    wow

  2. REDITA TONAPA says:

    Mungkin bisa ditambahkan sedikit penjelasan dari masing-masing jenis PCR, agar pembaca awam bisa mendapatkan gambaran dari jenis tersebut.
    Juga bisa ditambahkan contoh kasus yang langsung menerapkan teknik molekuler tersebut pada suatu tanaman perkebunan. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php