Komponen Pneumatik dan Pembagiannya

Kian hari, sistem pneumatik terus menjadi perbincangan luas oleh masyarakat. Terlebih lagi yang bergelut dalam dunia industri. Sistem satu ini terdiri dari berbagai komponen pneumatik.

Pneumatic Festo Indonesia

Di mana, setiap komponennya mempunyai fungsinya masing-masing, dan akan berperan satu sama lain dalam menggerakkan sistem. Nah, sebenarnya, apa itu sistem pneumatic.

Bagi Anda yang belum pernah mendengar sistem ini pasti bertanya-tanya. Jadi, secara sederhana, sistem pneumatic adalah sistem penggerak alat kerja yang menggunakan udara.

Tentu, udara yang digunakan memang udara pada umumnya. Akan tetapi, udara biasa tersebut kemudian akan emndapatkan tekanan sesuai kebutuhan. Lantas, mengapa sistem pneumatik mulai banyak digunakan?

Hal ini karena ia menawarkan berbagai keunggulan.

Seperti tidak mudah terbakar, mempunyai daya tahan terhadap interferensi radiasi gelombang elektromagnetik, tidak mencemari udara, bisa bekerja meski di lingkungan yang buruk, alatnya sederhana, dan lain sebagainya.

Komponen pneumatik

Komponen Pneumatic Festo Indonesia terdiri dari 5. Yakni elemen penyuplai energy, kemudian input, proses, control, dan penggerak ataupun aktuator.

Elemen supply

Komponen pneumatic pertama adalah komponen suplaynya. Komponen satu ini berperan untuk menyediakan energi dan daya yang memang diperlukan oleh sistem pneumatiknya.

Misalnya adalah kompresor dengan unit service.

Input

Komponen input berfungsi untuk memberikan masukan dan juga perintah kepada sistem. Dalam komponen ini, terdapat beberapa bagian. Ada katup tekan ataupun katup rol.

Proses

Sebagaimana namanya, komponen ini akan bekerja untuk mengubah variable. Seperti katup pengatur timer atau tekanan.

Kontrol

Fungsi dari komponen control adalah untuk memberikan kendali utama, yang kemudian akan berjalan ke aktuator. Misalnya adalah katup pengatur arah.

Penggerak

Komponen yang terakhir adalah aktuator atau penggerak. Di mana, komponen satu ini merupakan bagian yang berfungsi untuk menggerakkan sistem. Sehingga dapat bekerja sesuai fungsinya.

Adapun contoh dari komponen pneumatic bagian penggerak adalah silinder ataupun motor udara.

Hal yang paling menarik adalah, udara yang dipakai dalam komponen mempunyai tekanan yang cukup rendah, sehingga, Anda dapat membuat komponen dengan memanfaatkan bahan-bahan yang lumayan terjangkau.

Misal. aluminium, plastic yang sudah dibentuk, atau zinc.

Pembagian Komponen Pneumatik

Komponen pneumatic terbagi ke dalam 2 kategori. Yaitu komponen yang akan menghasilkan dan mengalirkan udara, dan dimanfaatkan udara. Adapun contoh kategori ini adalah kompresor.

Kompresor ini akan memampatkan udara sampai mencapai tekanan yang dibutuhkan oleh sistem. Selain itu, ia juga akan mengubah energi mekanik. Dari yang awalnya motor menjadi energi yang potensial dalam udara mampat.

Ia juga akan menyuplai beberapa macam komponen yang akan melewati pipa.

Dari silinder ke komponen pneumatic lain memakai selang. Nah, sementara itu, kompresor terbagi lagi menjadi 2. Jika kita lihat berdasarkan gerak putar motornya.

Yaitu melingkar dengan bujur sangkar. Pembagian kedua adalah komponen pengatur tekanan. Ia tersusun dalam beberapa komponen pneumatik. Di dalamnya terdapat filter regulator, lubricator, filter, dan lain sebagainya.

Yang mana, bagian filternya akan menghilangkan air, debu, atau kotoran lain sebelum akhirnya menuju ke komponen yang lain.

Dalam setiap sistem, tekanan udara yang terpakai sangat bervariasi. Tergantung dengan kebutuhan.

Ada yang membutuhkan tekanan udara yang lumayan besar, dan ada juga yang standar, atau bahkan rendah.

Hal ini akan sesuai dengan pekerjaan sistem. Semakin berat besar pekerjaan, maka akan akan semakin besar tekanan udara yang dibutuhkan. Nah, demikian seputar komponen dalam pneumatik. Semoga bermanfaat.