mendadakBLOG

Wildlife forensic: menguak illegal trading

Posted: May 28th 2013

Pendekatan molekuler ternyata efektif untuk digunakan dalam bidang forensik, khususnya dalam perdagangan ilegal organ-organ dan bagian tubuh lain dari hewan langka yang dilindungi. Pada tahun 2011, Institut Biologi Molekuler Eijkman berhasil membuktikann seorang tersangka yang menjual tulang harimau. Sebelumnya tersangka ditangkap oleh Departemen Kehutanan dan Polri di Jakarta pada Februari 2011 namun menyatakan bahwa ia menjual tulang sapi. Eijkman menguji tulang tersebut dengan tes DNA dan hasilnya menunjukkan bahwa tulang tersebut adalah tulang harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Hasil ini memberikan bukti kuat untuk penyidik sipil dan jaksa penuntut hukum untuk proses hukum. Tersangka telah ditangkap dengan lebih dari 5 kulit harimau dalam berbagai ukuran, 3 taring harimau, tulang punggung harimau, kumis, tengkorak harimau, dan beruang di Jakarta.

Penggunaan teknologi molekuler dalam wildlife forensic memang dapat diandalkan. Hal ini tentu menjadi senjata yang cukup ampuh dalam memerangi perdagangan ilegal khususnya organ satwa dilindungi. Salam Lestari!

sumber : wcs.or.id

Fabianus Sinaga

Mahasiswa Teknobiologi UAJY


3 responses to “Wildlife forensic: menguak illegal trading”

  1. Jovita says:

    wew..hebat sekali yang brani jual itu..ckckckck..
    untung sudah ada teknologi molekuler jadi ketauan dan bisa ditindaklanjuti yan..smoga nda terjadi lagi..

  2. Cellica says:

    wah…wah… memang ya mental orang Indonesia ni hanya mengutamakan keuntungan material semata..dan sama sekali tidak peduli akan kelestarian alam dan isinya..
    Metode atau teknik molekuler apa ya yang digunakan oleh lembaga Eijkman dalam pengungkapan ini?

    • fabi says:

      Betul sekali cel, sulit memang mengubah perilkaku yang seperti itu.
      Untuk metodenya tidak dijelaskan dalam artikel yang aku baca, tapi kalau kamu mau tau lebih tentang identifikasi molekuler, bisa ikut bergabung dengan molecular study club, hehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php