mendadakBLOG

Riverscapes IN FLUX: konservasi, kebudayaan, dan karya seni

Posted: May 28th 2013

Indonesia yang terkenal sebagai negara kepulauan, pastilah memiliki sumberdaya air yang melimpah. WEPA (Water Environment Partnersip in Asia) pada tahun 2013 menyatakan bahwa sumber daya air Indonesia terhitung sekitar 21% dari total sumber daya air di Asia Pasifik. Salah satu sumber daya air yang melimpah tersebut adalah sungai. Sayangnya, berdasarkan hasil monitoring analisis kualitas pada 30 sungai yang tersebar di Indonesia, tidak banyak yang memenuhi kriteria air kelas 1 (dapat dikonsumsi). Berdasarkan parameter BOD, hanya 21% saja yang memenuhi kriteria kelas 1 (BOD < 10 ppm). Dengan kata lain, dapat dikatakan banyak sungai yang telah tercemar, bahkan BODnya mencapai 100 ppm.

Kondisi di atas merupakan salah satu  contoh nyata yang kita hadapi bersama. Tidak hanya mendapat perhatian dari pemerintah maupun lembaga-lembaga konservasionis, fenomena ini tidak luput dari radar para seniman. Goethe-Institute, menyelenggarakan pameran seni rupa internasional yang menampilkan keadaan sungai-sungai di Asia Tenggara, tentu dari sudut pandang para seniman. Inilah yang selalu menjadi hal menarik bagi saya. Menikmati karya seni bagi saya menjadi kebutuhan tersendiri dan memiliki sensasi cita rasa yang membekas dalam diri. Apalagi, kali ini temanya berkaitan dengan sumber daya lokal, yakni sungai. Yogyakarta (seperti biasa) menjadi  pilihan Goethe-Instiute untuk menyelenggarakan pameran ini.

Bila anda bosan membaca jurnal ilmiah yang berisi data-data ilmiah mengenai pencemaran sungai ataupun lingkungan hidup yang lain, pameran ini merupakan salah satu alternatif anda untuk bisa merasakan lebih dekat dengan kondisi ekosistem sungai yang ada sekarang ini.  Selain itu anda juga dapat menyaksikan pemutaran film karya sutradara Garin Nurroho pada tahun 1991 yang berjudul Air dan Romi, serta film-film lain karya sutradara mancanegara. Berikut merupakan deskripsi singkat konsep pameran “Riverscape IN FLUX”. Sumangga.

Concept:

(for English please scrawl down)

Sungai memainkan peran sentral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Asia Tenggara, antara lain sebagai rute transportasi, jalur perdagangan antar daerah dan antar negara serta ekosistem esensial yang juga memberi manfaat ekonomi bagi penduduk sekitarnya. Aliran-aliran air menjamin persediaan pangan dan energi, tidak hanya bagi penduduk lokal melainkan juga untuk skala daerah yang lebih besar. Namun, saat ini eksploitasi ekonomi atas sungai serta dampak pembangunan sosial-ekonomi yang dinamis telah memberi dampak jangka panjang bagi bentang-bentang sungai. Perubahan Iklim mengancam keberlangsungan ekosistem. Banyak daerah mengadapi bahaya banjir ekstrem, sementara daerah lain justru menderita kelangkaan air. Kehidupan jutaan umat manusia disepanjang sungai menjadi pertaruhan, baik saat ini maupun di masa depan.

Proyek seni “ Riverscapes IN FLUX” yang awalnya dirancang dan di selenggarakan oleh Goethe-Institute di Vietnam berupaya untuk mengangkat wacana isu kunci lingkungan hidup ini dalam sebuah konteks baru. Goethe-Institute mengundang seniman-seniman muda dari Vietnam, Thailand, Kambodia, Myanmar, Indonesia dan Filipina untuk membawa perubahan-perubahan lingkungan hidup-sebagaimana perubahan social-ekonomi dan budaya yang dihadapi bentang-bentang sungai negara-negara tersebut dalam karya mereka. Didukung oleh kurator-kurator berpengalaman, 17 karya seni telah tercipta, bentuknya sangat beragam, ada instalasi multimedia, seri foto, video, hingga instalasi benda.

Pameran” Riverscapes IN FLUX” telah ditampilkan di Hanoi, Ho Chi Minh (Vietnam), Bangkok (Thailand), Phnom Penh(Kamboja) dan Manila (Filipina). Untuk Indonesia Goethe-Institute memilih Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan. Sebagaimana di kota-kota sebelumnya pameran ini akan dilengkapi dengan berbagai kegiatan pendidikan dan budaya, seperti pemutaran film, tur keliling pameran bersama curator serta diskusi bersama seniman yang terlibat dan ahli lingkungan hidup. Seluruh rangkaian acara akan ditampilkan dalam sebuah blog dan Facebook Page tersendiri yang juga sudah menjadi dokumentasi acara “ Riverscapes IN FLUX) di kota-kota sebelumnya:

http://blog.goethe.de/riverscapes/

http://facebook.com/riverscapes.influx

Kami mengundang masyarakat untuk menyaksikan pameran dan turut bertukar pikiran dengan para seniman dan narasumber, baik secara langsung selama pameran, maupun tak langsung memalui blog dan Facebook Page “ Riverscapes IN FLUX”.

———————————————————————————————————————————————————————-

Big river landscapes play a central role in the daily lives of the people of southeast Asia. These riverscapes resemble life lines and roads which have developed into economic zones and vital ecosystems. The waterways secure food production and energy supply not only for the local population but often for a vast region. However, the economic exploitation of the river and the consequences of dynamic socio-economic development, typical for many Southeast Asian countries, have caused long-term damage to river landscapes. Futhermore, the effects of climate change pose an additional threat to these already endangered eco systems. The extreme fluctuation between flooding and water scarcity threatens to destroy the habitat along riverscapes and thus the existence of millions of people.

The art project “ Riverscapes IN FLUX”, initiated by the Goethe-Institute in Vietnam, seeks to create a discourage on the ecological key issue in new context. The Goethe-Institute invited young artist from Vietnam, Thailand, Cambodia, Myanmar, Indonesia and the Philippines to reflect the ecological as well as socio-economic and cultural changes that the riverscapes in these countries are currently experiencing in their work. 17 art works have been created: Multimedia installation and photo series, video and object installations.

The exhibition “Riverscapes IN FLUX” has been shown in Hanoi, Ho Chi Minh (Vietnam), Bangkok (Thailand), Phnom Penh (Cambodia) and Manila (Philippines). For Indonesia the Goethe- Institute has chosen Yogyakarta as exhibition venue. As in the pervious setups, this exhibition will be completed by a range of cultural and educational activities, such as film screenings, guided tour through the exhibition with the curator, as well as discussions with the artist involved and environmental experts. All of the events will also be documented on blog and facebook page, both of which already host information and additional stories from previous “ Riverscapes IN FLUX” exhibition in other cities:

http://blog.goethe.de/riverscapes/

http://facebook.com/riverscapes.influx

With this art project, the Goethe-Institute wants to contribute to raising awareness about the invaluable ecological and cultural heritage which the river landscapes in Southeast Asia represent. We invite the audience to discuss wit us, both during the exhibition and online via the “Riverscapes IN FLUX” blog and facebook page.

 

 

Fabianus Sinaga

Mahasiswa Teknobiologi UAJY


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php