Erlina Susanti

Yaki, Si Monyet Berjambul

Posted: August 24th 2016

1

Kerajaan          : Animalia

Filum               : Chordata

Kelas                : Mammalia

Ordo                : Primata

Famili              : Cercopithecidae

Genus              : Macaca

Spesies            : Macaca nigra

Yaki atau Macaca nigra adalah hewan endemik Sulawesi yang merupakan jenis kera terbesar yang ada di Pulau Sulawesi. Yaki memiliki banyak nama seperti Bolai, dan Dihe. Tingginya sekitar 44-60 cm, dengan berat badan sekitar 7-15 kg. Kulit Yaki berwarna hitam legam, dengan bulu hitam mengkilat yang menutupi seluruh tubuh, kecuali telapak tangan, wajah dan pantat. Ciri lainnya dari kera endemik Sulawesi ini adalah ekornya yang sepanjang 20 cm. Namun ciri Yaki yang paling mencolok adalah pantatnya yang berwarna pink atau merah muda, serta jambul di kepalanya yang mirip potongan rambut gaya Punk.2

 

Salah satu hal yang unik dari Macaca nigra adalah pantatnya yang dapat berpendar. Ketika musim kawin pantat Yaki akan berwarna lebih menyala, terutama Yaki betina dimana warna pink yang lebih cerah ini akan bertahan sampai setelah Yaki melahirkan anaknya. Namun pada Yaki jantan hanya pada saat musim kawin saja. Sistem hierarki dalam kelompok Kera Hitam Sulawesi berlaku sistem matrineal sehingga anggota tetap dari kelompok kera endemik Sulawesi ini adalah Yaki betina sedangkan Yaki jantan sering berpindah-pindah kelompok. Satu kawanan Yaki terdiri dari 25 sampai 90 ekor.

Kera endemik Sulawesi ini tergolong hewan semiboreal dan juga tergolong diurnal. Makanan Yaki adalah daun, bunga, biji, umbi, buah-buahan, serangga, molusca serta telur. Habitat asli Yaki adalah Hutan Primer, dan pertengahan antara Hutan Primer dan Hutan Sekunder karena di area tersebut masih terdapat banyak pepohonan tinggi dan rimbun, yang menjadi rumah bagi hewan endemik Sulawesi ini. Sesekali Yaki turun ke wilayah yang berpenduduk untuk mencari makan.3

Faktor menurunnya populasi Yaki adalah warga lokal yang suka memburu yaki untuk disantap dan monyet-monyet ini juga diperdagangkan di sejumlah pasar di Minahasa dan Tomohon. Selain itu penebangan liar juga merupakan salah satu faktor utama dalam penurunan populasi Yaki. Populasi Kera Hitam Sulawesi berkurang drastis mulai tahun 1979 dan berdasarkan data di IUCN, Macaca nigra dinyatakan kedalam daftar hewan yang berstatus Critically Endangered sejak tahun 2008.4

Selamatkan Yaki merupakan sebuah konservasi khusus Yaki yang didukung oleh banyak pihak baik Indonesia, Inggris, bahkan Amerika. Konservasi Macaca nigra berada di Sulawesi Utara yaitu di Cagar Alam Tangkoko Batuangus, dan Cagar Alam Dua Saudara. Satwa ini juga tersebar di Hutan lindung Sulawesi Utara seperti Cagar Alama Dua Saudara, Pulau Bacan, Manembo Nembo, Kota Mubagu, dan Modayak. Satwa ini dilindungi berdasarkan UU RI No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999.

 

Sumber:

https://selamatkanyaki.com/

Supriatna, J. & Andayani, N. 2008. Macaca nigra. The IUCN Red List of Threatened Species 2008: e.T12556A3357272.http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T12556A3357272.en


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php