Little Action Plan

Perlindungan Kukang Jawa / Javan Slow Loris (Nycticebus javanicus)

edgeofexistence.org

Klasifikasi kukang jawa (Nycticebus javanicus)
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Primata
Famili: Lorisidae
Genus: Nycticebus
Spesies: Nycticebus javanicus

Kukang (Nycticebus sp) merupakan primata yang dilindungi oleh UU No. 5 tahun 1990 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Kukang termasuk dalam daftar 25 primata yang terancam punah di dunia. Kukang dilindungi oleh peraturan internasional dalam Apendiks I oleh Convention International on Trade of Endangered Species (CITES) yang artinya dilarang adanya perdagang hewan ini. Salah satu jenis kukang yang ada di Indonesia adalah Kukang jawa (Nycticebus javanicus).

alamendah.org


Kukang jawa (Nycticebus javanicus) merupakan spesies endemik jawa, awalnya dianggap sebagai subspesies kukang sunda, namun pada tahun 2000 sudah dipisah menjadi spesies baru. Kukang jawa memiliki kelenjar toksin didalam lengannya dan hewan ini memiliki gigitan yang sakit. Hewan ini merupakan hewan nokturnal (aktif di malam hari) dan arboreal (hidup di pepohonan) dan merupakan kukang terbesar di wilayah Indonesia. Kukang ini tersebar di daerah Banten, Jawa Barat hingga bagian pinggir Jawa Timur. Habitat kukang jawa berupa hutan sekunder, hutan bambu, hutan bakau, dan perkebunan coklat. Makanan kukang jawa yaitu buah-buahan, serangga, kadal, dan telur.

Menurut IUCN redlist, kukang jawa tergolong sebagai hewan yang terancam punah (Critically Endangered; CR). Populasinya mengalami penurunan diakibatkan karena pembangunan daerah urban disekitar habitatnya, pemanfaatan lahan sebagai lahan pertanian dan perkebunan, perburuan, penebangan hutan, dan penyakit. Ancaman utama kukang jawa yaitu perusakan habitat, ancaman lainnya yaitu adanya perdagangan hewan.

Saat ini sudah ada lembaga yang membantu pelestarian kukang jawa yaitu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Yayasan International Animal Rescue (IAR) Indonesia dengan cara melakukan pelepasliaran kukang jawa. Pelepasliaran kukang jawa ini merupakan program kerjasama antara BBKSDA Jawa Barat, Balai TNGHS dan Yayasan IAR Indonesia. Program pelepasliaran ini memberikan kesempatan kedua bagi kukang hasil serahan, untuk mendukung keberlangsungan proses ekologis di dalam kawasan konservasi, serta menjaga dan meningkatkan populasi jenis primata sebagai satwa endemik yang jumlahnya kian menurun. Tahapan pelepasliaran kukang dimulai dari karantina dan pemeriksaan medis untuk memastikan mereka tidak terkena penyakit, observasi perilaku, pengenalan pakan alami sampai mereka layak dinyatakan sehat dan siap dipindahkan untuk menjalani habituasi. Proses panjang ini harus mereka jalani untuk mengembalikan sifat liar alaminya. Program pelepasliaran untuk konservasi kukang ini juga melibatkan masyarakat lokal dimulai dari translokasi hingga monitoring.

http://ksdae.menlhk.go.id/

Habituasi atau pembiasaan di rumah sementara adalah proses dimana kukang-kukang tersebut ditempatkan disekitar lokasi pelepasliaran di area terbuka yang dikelilingi jaring dan fiber di dalam kawasan TNGHS. Di area habituasi itu tumbuh berbagai jenis pepohonan untuk pakan alamiah dan tempat tinggal kukang. Proses habituasi berlangsung sekitar dua minggu untuk membiarkan kukang tersebut beradaptasi dan mengenal lingkungan barunya.

Action plan kecil yang ingin saya lakukan yaitu mempelajari lebih dalam mengenai kukang jawa, setelah itu dapat mengedukasi masyarakat sekitar mengenai kukang jawa dan status konservasinya melalui ilustrasi dan poster. Ada harapan juga untuk membantu Taman Nasional dalam melancarkan program pelepasliaran kukang dengan menjadi donatur. Ada baiknya juga jka dapat membantu membuatkan tempat habituasi bagi para kukang jawa yang ingin dilepasliarkan. Dengan berkomunikasi dengan pihak Taman Nasional, kita juga dapat mengetahui kendala yang mereka alami selama proses pelestarian kukang jawa, terutama perburuan liar yang masih sering terjadi disekitar habitat kukang jawa.

Published by

Elysia Ernestine

Mahasiswa Fakultas Teknobiologi angkatan 2018

8 thoughts on “Little Action Plan”

  1. Wah sangat informatif, semoga action plan tersebut dapat terlaksana dan masyarakat dapat ikut tergerak membantu pelestarian kukang Jawa ini

  2. wahh bagus banget artikelnya sangat menarik, informasinya juga lengkap, semoga terlaksana ya action plannya 🔥

  3. Artikelnya lengkap dan sangat informatif. Menarik sekali untuk ditelusuri lebih lanjut. Semoga action plannya terlaksana ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *