Valensa

Ada Perkebunan Karet di Kalimantan Barat??

Posted: February 20th 2017

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di pulau Kalimantan dengan ibu Kota Pontianak.  Provinsi ini memiliki daqerah seluas 145.807 m2 dengan penduduk sebanyak 4789574.00 jiwa pada tahun 2015 (Sumber : https://kalbar.bps.go.id/ ). Provinsi yang satu ini memiliki sumber daya alam yang cukup banyak karena salah satu faktor yang mendukung yaitu iklim tropis yang dimiliki daerah ini yang menyebabkan banyaknya keanekaragaman hayati.

Mayoritas pendapatan penduduk di Kalimantan barat adalah perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet. Perkebunan kelapa sawit mungkin sudah tidak terdengar asing lagi bagi masyarakat luas. Banyak masyarakat Indonesia berasumsi bahwa Kalimantan merupakan suatu pulau dengan komoditas bisnis perkebunan kelapa sawit (seolah-olah Kalimantan penuh dengan kelapa sawit). Akan tetapi banyak sektor pendapatan penduduk daerah Kalimantan barat yang tidak diketahui oleh orang banyak adalah perkebunan karet. Sebelum masuknya sektor bisnis perkebunan kelapa sawit di daerah Kalimantan Barat, banyak warga di daerah ini memiliki pekerjaan sebagai penyadap karet. Akan tetapi pada tahun 2008 ketika masukknya perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat yang sangat pesat sehingga banyak perkebunan karet masyarakat dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit  karena iming-iming hasil dari kelapa sawit yang lebih menjanjikan dan lebih cepat dibandingkan dengan hasil perkebunan karet.

sumber : kidnesia.com (Desy Hartini)

Komoditas bisnis perkebunan karet memang kurang atau bahkan jarang didengar oleh masyarakat luas khususnya masyarakat di luar pulau Kalimantan karena harganya yang memang sering mengalami fluktuasi daripada hasil dari perkebunan kelapa sawit. Selain itu, perkebunan karet membutuhkan waktu yang relative lama untuk menghasillkan uang dibandingkan dengan kelapa sawit. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat di Kalimantan Barat yang memperoleh penghasilan dari perkebunan Karet, sehingga komoditas ini juga memberi sumbangan yang besar pada pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah di Kalimantan Barat.

Tanaman karet (Havea Brasiliensis) merupakan tanaman perkebunan yang penting baik dalam konteks ekonomi masyarakat maupun sumber penghasil devisa non migas bagi negara. Tanaman karet berasal dari daerah tropika lembah Amazon Brazilia dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun dan hari hujan antara 120- 170 hari/tahun (Sutardi, 1981).

Karet memiliki prospek yang baik kedepan, karena kebutuhan karet di pasar internasional cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya standar hidup manusia dan kebutuhan akan bahan-bahan yang terbuat dari karet seperti Ban kendaraan, conveyor belt, sabuk transmisi, sepatu dan sandal karet.  Kehadiran tanaman karet sebagai tanaman perkebunan telah memberikan manfaat sosial yang positif khususnya dalam menyediakan kesempatan kerja dan berusaha.  Oleh karena itu biaya dan manfaat lingkungan maupun biaya dan manfaat sosial dalam pengembangan perkebunan karet bernilai positf (Damanik, 2012). Hal ini juga didukung oleh nilai jual karet yang semakin membaik yaitu Rp9.000,00-Rp10.000,00/kilogram (TribunPontianak).

Perkebunan karet merupakan salah satu sumber daya alam Indonesia yang  memiliki prospek yang sangat baik ke depannya. Karet diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi sumber daya alam sebagai berikut  :

  1. Berdasarkan sumber asalnya karet termasuk dalam kelompok Biotik karena berasal atau diperoleh dari material hidup atau organic
  2. Berdasarkan tahap perkembangannya karet termasuk dalam SDA potensial, karena karet merupakan sumber daya alam yang telah tersedia/ada di Kalimantan Barat dan dapatb dimanfaatkan di masa mendatang
  3. Berdasarkan keterbaruannya, karet tergolong dalam kelompok sumber daya yang terbarukan, karena karet dapat diperbaharui atau diperbanyak dengan melakukan budidaya atau penanaman ulang
  4. Berdasarkan sifat atau kondisnya, karet termasuk dalam kelompok SDA yang tergantikan dan bisa dipelihara

Komoditas perkebunan karet diperkirakan dapat menjadi komoditas utama dalam sektor perkebunan di Kalimantan Barat. Selain keberadaannya yang tidak merugikan lingkungan jika dibandingkan dengan perkebunan kelapa sawit, komoditas ini juga memiliki prospek yang baik untuk bersaing di pasar iInternasional, dan membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.

 

Referensi :

Damanik, S. 2012. Pengembangan karet (Havea Brasiliensis) berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Persfektif 11(01):91-102.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. https://kalbar.bps.go.id/ . diakses pada 20 Februari 2017.


2 responses to “Ada Perkebunan Karet di Kalimantan Barat??”

  1. victoriaintan08 says:

    semoga dengan pemanfaatan tanaman karet ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan bukan dieksploitasi oleh pendatang 😀 selamat berjuang 😉

  2. Irajumira says:

    artikel yang menarik dan informatif,
    ternyata karet juga merupakan salah satu komoditas yang ada di Kalimantan Barat selain sawit. untuk jumlahnya sendiri di Kalimantan Barat, lebih banyak perkebunan karet atau kelapa sawit ya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php